Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar dalam bersalaman (mushafahah) ketika dua orang muslim bertemu. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa jika dua orang muslim bertemu dan saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka akan diampuni sebelum mereka berpisah. Ini adalah motivasi untuk memperbanyak salam dan jabat tangan sebagai bentuk kasih sayang dan penghapus dosa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Abu Dawud, Kitab Al-Adab, Bab Fi Al-Mushafahah, no. 5212. Juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2727) dan Ibnu Majah (no. 3703) dengan lafaz yang serupa.
Teks Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ، وَابْنُ نُمَيْرٍ عَنِ الْأَجْلَحِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا".
Makna Ringkas:
"Tidak ada dua orang muslim yang bertemu lalu saling berjabat tangan, melainkan diampuni dosa-dosa keduanya sebelum mereka berpisah."
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi (dalam Al-Adzkar) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersalaman saat bertemu, dan bahwa dosa-dosa kecil bisa diampuni dengan amalan ini.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menyebutkan bahwa bersalaman adalah sunnah yang dianjurkan, dan hadits ini memperkuat keutamaannya.
- Syaikh Al-Albani (dalam Shahih Abi Dawud) menilai hadits ini hasan shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa faedah penting:
- Keutamaan Bersalaman (Mushafahah): Bersalaman adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam ketika bertemu sesama muslim. Ini merupakan bentuk kasih sayang, penghormatan, dan penghilang rasa dendam atau permusuhan.
- Penghapus Dosa: Hadits ini secara jelas menyebutkan bahwa dosa-dosa kedua orang yang bersalaman akan diampuni sebelum mereka berpisah. Ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah dan betapa mudahnya jalan menuju ampunan.
- Syarat Keutamaan: Keutamaan ini didapatkan ketika dua orang muslim bertemu dan saling berjabat tangan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad bahwa para sahabat biasa bersalaman ketika bertemu, dan jika baru kembali dari perjalanan, mereka saling berpelukan.
- Pendapat Ulama tentang Dosa yang Diampuni:
- Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar berpendapat bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar, karena dosa besar memerlukan taubat khusus.
- Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ampunan ini adalah keutamaan dari Allah, namun tetap perlu diiringi dengan menjauhi dosa-dosa besar.
- Adab Bersalaman:
- Dianjurkan untuk tersenyum dan mengucapkan salam terlebih dahulu.
- Bersalaman dengan kedua tangan, sebagaimana kebiasaan para sahabat.
- Tidak boleh bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram, berdasarkan ijma’ ulama.
Story Telling
Diriwayatkan dari Al-Bara' bin 'Azib (perawi hadits ini) bahwa para sahabat sangat menjaga sunnah bersalaman. Suatu ketika, Al-Bara' bertemu dengan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuma, lalu mereka bersalaman. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Sungguh, Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa dosa-dosa kita akan diampuni sebelum kita berpisah." Maka mereka pun berpisah dalam keadaan gembira dengan ampunan Allah.
Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat saling mengingatkan tentang keutamaan amalan ini, sehingga mereka semakin bersemangat dalam melaksanakan sunnah.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan bersalaman setiap bertemu sesama muslim, baik di masjid, di jalan, atau di rumah.
- Niatkan karena Allah dan untuk mendapatkan ampunan-Nya.
- Jaga adab bersalaman: dengan tangan kanan, wajah ceria, dan ucapan salam.
- Hindari bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram.
- Jangan meremehkan dosa kecil, karena ampunan ini adalah rahmat besar dari Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.