Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 521 tentang Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berdoa di antara adzan dan iqamah. Waktu tersebut adalah salah satu waktu mustajab (terkabulnya doa) yang agung. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu yang mulia ini, dengan penuh harap dan keyakinan kepada Allah Ta'ala.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Tentang Doa Antara Adzan dan Iqamah, nomor 521, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

"Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak."

Hadits Penguat:

Hadits ini juga memiliki penguat dari sahabat lain. Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

"Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak." (HR. At-Tirmidzi, no. 212)

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, menilai hadits ini shahih (hasan shahih) dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih At-Tirmidzi. Beliau menjelaskan bahwa hadits ini layak untuk diamalkan karena banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ kepada umatnya tentang salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Makna "tidak akan ditolak" adalah bahwa doa tersebut akan diterima oleh Allah Ta'ala, baik dikabulkan secara langsung, atau diganti dengan kebaikan lain, atau dijauhkan dari keburukan, sesuai dengan hikmah Allah.

Pemahaman Ulama:

  1. Imam Al-Bukhari rahimahullah, dalam Shahih-nya, membuat bab khusus berjudul "Doa Antara Adzan dan Iqamah". Ini menunjukkan perhatian beliau yang besar terhadap keutamaan waktu ini.
  2. Imam At-Tirmidzi rahimahullah, setelah meriwayatkan hadits ini, menyebutkan bahwa para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in menganjurkan untuk berdoa di antara adzan dan iqamah. Beliau berkata, "Dan telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: 'Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.' Para ulama berpendapat demikian dan mereka menganjurkan untuk berdoa di antara keduanya."
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang agung. Beliau menganjurkan untuk memanfaatkannya dengan berdoa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat, karena ini adalah waktu yang dijanjikan oleh Nabi ﷺ.
  4. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menegaskan keutamaan ini dan menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu tersebut, terutama doa memohon kebaikan agama dan dunia.

Adab Berdoa:

Walaupun waktu ini mustajab, seorang muslim tetap dianjurkan untuk berdoa dengan adab-adab yang baik, seperti:

  • Menghadap kiblat.
  • Mengangkat tangan.
  • Memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ di awal dan akhir doa.
  • Merendahkan suara dan penuh kekhusyukan.
  • Tidak berdoa dengan doa yang mengandung dosa atau memutus silaturahmi.
  • Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

Story Telling

Dahulu, ada seorang pemuda dari kalangan tabi'in yang sangat menjaga waktu antara adzan dan iqamah. Setiap kali muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia akan berdiri menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya, dan berdoa dengan khusyuk. Ia tidak pernah melewatkan waktu yang singkat ini.

Suatu hari, seorang sahabatnya bertanya, "Wahai saudaraku, mengapa engkau begitu bersungguh-sungguh menjaga waktu ini? Bukankah engkau bisa berdoa di waktu-waktu lainnya?"

Pemuda itu menjawab, "Aku mendengar dari guruku, dari para sahabat, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, 'Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.' Jika aku memiliki kesempatan emas yang dijamin oleh Nabi ﷺ, mengapa aku harus menyia-nyiakannya? Aku khawatir jika aku lengah, aku akan kehilangan kebaikan yang besar."

Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan waktu-waktu mustajab. Para salafus shalih sangat bersemangat dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama di waktu-waktu yang dijanjikan oleh Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Memanfaatkan Waktu: Jadikan waktu antara adzan dan iqamah sebagai waktu khusus untuk berdoa, baik di masjid maupun di rumah.
  2. Memperbanyak Doa: Perbanyaklah doa untuk kebaikan agama, dunia, dan akhirat pada waktu tersebut.
  3. Berdoa dengan Adab: Lakukan doa dengan adab yang baik, seperti menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan memuji Allah.
  4. Tidak Tergesa-gesa: Jangan terburu-buru untuk keluar dari masjid atau sibuk dengan hal lain sebelum iqamah, agar tidak melewatkan waktu mustajab ini.
  5. Mengajarkan kepada Keluarga: Ajaklah keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk sama-sama memanfaatkan waktu yang mulia ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?