Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5200 tentang Salam setiap kali bertemu walau terhalang penghalang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab yang indah dalam pergaulan sehari-hari, yaitu memperbanyak salam. Jika kita bertemu saudara sesama muslim, maka ucapkanlah salam. Dan jika setelah berpisah—meski hanya karena terhalang pohon, dinding, atau batu—kita bertemu lagi, maka ucapkanlah salam kembali. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi tanda cinta dan penghormatan yang menghidupkan hati.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Tentang seorang lelaki yang berpisah dengan lelaki lain, kemudian bertemu lagi, apakah ia harus memberi salam", nomor 5200. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa', dan Imam Ahmad dalam Al-Musnad.

Teks Hadits (sebagaimana dalam riwayat Abu Dawud):

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ إِذَا لَقِيَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ فَإِنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ أَوْ جِدَارٌ أَوْ حَجَرٌ ثُمَّ لَقِيَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ أَيْضًا

Makna ringkas: "Apabila salah seorang dari kalian bertemu saudaranya, hendaklah ia memberi salam. Jika di antara keduanya terhalang oleh pohon, dinding, atau batu, kemudian ia bertemu lagi, maka hendaklah ia memberi salam pula."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

"Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya) yang itu adalah doa yang baik dari sisi Allah, yang diberkati dan baik." (QS. An-Nur [24]: 61)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk menyebarkan salam sebagai penghormatan yang diberkahi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa faedah penting:

  1. Perintah Memperbanyak Salam: Hadits ini secara tegas memerintahkan seorang muslim untuk memberi salam ketika bertemu saudaranya. Ini adalah sunnah yang sangat dianjurkan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim). Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyebarkan salam adalah salah satu sarana terbesar untuk menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan di antara umat Islam.
  2. Hikmah Mengulang Salam Setelah Terhalang: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hikmahnya adalah untuk memperbarui ikatan persaudaraan dan kecintaan. Ketika seseorang terhalang oleh pohon, dinding, atau batu, seolah-olah ia telah "berpisah" sejenak. Maka, ketika bertemu kembali, disunnahkan untuk mengulang salam sebagai tanda penghormatan dan perhatian yang lebih. Ini menunjukkan bahwa salam bukanlah sekadar basa-basi, melainkan doa dan penghormatan yang tulus.
  3. Pendapat Ulama tentang Hukumnya: Mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam madzhab (seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa mengucapkan salam hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, menjawab salam hukumnya adalah fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menegaskan bahwa menyebarkan salam adalah syiar Islam yang agung, dan mempraktikkannya dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ adalah bagian dari mengikuti sunnah.
  4. Penerapan Praktis: Hadits ini juga mengajarkan bahwa jarak atau halangan fisik tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalin ukhuwah. Jika kita bertemu saudara kita di masjid, di pasar, atau di jalan, maka ucapkanlah salam. Jika kita berpisah sejenak karena suatu hal, lalu bertemu lagi, maka ucapkanlah salam kembali. Ini adalah bentuk kasih sayang dan perhatian yang diajarkan oleh Nabi kita ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Thalhah bin 'Ubaidillah radhiyallahu 'anhu, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, memiliki akhlak yang sangat mulia. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang lelaki, lalu ia mengucapkan salam. Kemudian ia berjalan sedikit, lalu bertemu lagi dengan lelaki yang sama, dan ia pun mengucapkan salam kembali. Ketika ditanya mengapa ia melakukan itu, ia menjawab bahwa ia melakukan hal tersebut karena ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya di antara kesempurnaan salam adalah engkau menjabat tangan saudaramu." (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani). Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat bersemangat dalam mengamalkan sunnah-sunnah kecil sekalipun, karena mereka memahami keutamaannya di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengucapkan salam kepada sesama muslim, baik yang kita kenal maupun tidak, karena ini adalah sunnah yang agung dan sarana untuk menumbuhkan kasih sayang.
  2. Jika terhalang oleh sesuatu (pohon, dinding, kendaraan, atau keramaian) lalu bertemu kembali, ulangilah salam. Ini adalah bentuk penghormatan dan perhatian yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Jawablah salam dengan jawaban yang lebih baik atau minimal yang sama, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur'an.
  4. Niatkan salam sebagai ibadah dan doa, bukan sekadar kebiasaan atau formalitas belaka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?