Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5193 tentang Menyebarkan salam menumbuhkan cinta dan iman

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa masuk surga bergantung pada keimanan, dan keimanan yang sempurna tidak tegak tanpa saling mencintai sesama mukmin. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa cara paling praktis untuk menumbuhkan rasa saling mencintai itu adalah dengan menyebarkan salam. Jadi, menyebarkan salam bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi ibadah yang menguatkan iman dan mempererat ukhuwah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. An-Nur [24]: 61

وَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ

Terjemahan: "Dan apabila kamu memasuki rumah-rumah, maka hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya (sebagai salam) dari sisi Allah yang penuh berkah lagi baik."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Menyebarkan Salam, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan lafaz yang serupa, sehingga derajatnya shahih.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam adalah sebab terwujudnya mahabbah (saling mencintai), dan mahabbah adalah syarat kesempurnaan iman.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa "tidak beriman" dalam hadits ini bermakna tidak sempurnanya iman, bukan kafir.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menyebutkan bahwa hadits ini termasuk jawami' al-kalim (kalimat singkat yang padat makna).

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah ("Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya") untuk menegaskan pentingnya tiga hal yang saling berkaitan:

  1. Masuk surga memerlukan iman. Ini adalah prinsip dasar yang disepakati seluruh ulama Ahlus Sunnah. Tanpa iman, seseorang tidak akan masuk surga.
  2. Iman yang sempurna memerlukan mahabbah (saling mencintai). Ini bukan berarti iman menjadi batal tanpa mahabbah, tetapi iman menjadi tidak sempurna. Sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi, yang dimaksud adalah kesempurnaan iman, bukan pokok iman.
  3. Mahabbah dapat diraih dengan menyebarkan salam. Nabi ﷺ tidak hanya memerintahkan untuk saling mencintai, tetapi memberikan jalan praktisnya, yaitu memperbanyak salam.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin dan Syarh Muslim menjelaskan bahwa salam adalah syi'ar (identitas) kaum muslimin yang membedakan mereka dari umat lain. Beliau juga menyebutkan bahwa menyebarkan salam mencakup salam kepada yang dikenal maupun yang tidak dikenal, sebagaimana hadits lain dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه.

Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa mahabbah adalah buah dari iman, dan iman yang benar akan melahirkan cinta kepada sesama mukmin. Beliau mengaitkan hadits ini dengan ayat:

QS. Al-Hujurat [49]: 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara."

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa salam mengandung doa kebaikan bagi saudara muslim, dan doa adalah bentuk kasih sayang. Ketika seseorang mendoakan saudaranya, tumbuhlah rasa cinta dalam hatinya.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa salam adalah penghormatan pertama yang Allah ajarkan kepada Adam عليه السلام, sebagaimana hadits: "Allah menciptakan Adam, lalu berfirman: 'Pergilah dan ucapkan salam kepada para malaikat.' Adam berkata: 'Assalamu 'alaikum.' Para malaikat menjawab: 'Assalamu 'alaika wa rahmatullah.'" (HR. Bukhari & Muslim). Ini menunjukkan bahwa salam adalah sunnah para nabi sejak awal.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memulai salam kepada non-muslim. Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar merinci bahwa tidak boleh memulai salam kepada non-muslim, berdasarkan hadits lain. Namun, jika mereka memulai, kita jawab dengan ucapan "wa 'alaikum" saja. Adapun sesama muslim, menyebarkan salam hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), dan menjawabnya wajib.

Yang paling kuat: Pendapat yang menyatakan bahwa menyebarkan salam kepada sesama muslim adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan menjadi sebab tumbuhnya mahabbah, sebagaimana zahir hadits ini.

Story Telling

Kisah Abdullah bin Amr bin al-'Ash رضي الله عنه:

Seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ: "Islam seperti apa yang paling baik?" Nabi ﷺ menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

"Engkau memberi makan, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal." (HR. Bukhari & Muslim)

Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam secara merata, tanpa membedakan status sosial atau kedekatan, adalah tanda kesempurnaan iman dan adab Islam yang tinggi.

Kisah dari salaf:

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله pernah ditanya tentang seseorang yang hanya memberi salam kepada orang yang ia kenal saja. Beliau menjawab bahwa itu adalah salam yang kikir, dan beliau menganjurkan untuk menyebarkan salam kepada semua muslim. (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya)

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak mengucapkan salam kepada sesama muslim, baik yang dikenal maupun tidak dikenal.
  2. Sadari bahwa salam adalah ibadah, bukan sekadar kebiasaan sosial. Setiap salam yang kita ucapkan adalah doa kebaikan bagi saudara kita.
  3. Jawablah salam dengan yang lebih baik atau yang setara, sebagaimana perintah Allah dalam QS. An-Nisa [4]: 86.
  4. Jadikan salam sebagai sarana mempererat ukhuwah, terutama di lingkungan keluarga, tetangga, dan masyarakat.
  5. Ajarkan kepada anak-anak untuk membiasakan memberi salam sejak dini, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan syi'ar kaum muslimin.
  6. Ingatlah bahwa mahabbah adalah buah iman, dan iman yang sempurna akan melahirkan cinta kepada sesama mukmin.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?