Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5178 tentang Adab meminta izin masuk rumah dengan benar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab meminta izin yang diajarkan Nabi ﷺ. Intinya, ketika seseorang meminta izin masuk ke rumah, hendaknya ia mengucapkan salam terlebih dahulu, bukan langsung menyebut nama atau bertanya "Siapa?" atau "Boleh masuk?" tanpa salam. Hadits ini juga menunjukkan bahwa meminta izin maksimal tiga kali; jika tidak diizinkan, hendaknya kembali pulang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Cara Meminta Izin, no. 5178. Sanadnya dari Hannad bin as-Sarri, dari Abu al-Ahwash, dari Manshur, dari Rib'i bin Hirasy, ia berkata: "Aku diberitahu bahwa seorang laki-laki dari Bani 'Amir meminta izin kepada Nabi ﷺ..." kemudian ia menyebutkan hadits yang semakna.

Adapun hadits yang semakna (mutaba'ah) yang dimaksud, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa ia berkata:

> كُنْتُ فِي مَجْلِسٍ مِنْ مَجَالِسِ الأَنْصَارِ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ: أَأَلِقَاءٌ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «ائْذَنْ لَهُ» فَقَالَ: أَأَلِقَاءٌ؟ فَقَالَ: «ائْذَنْ لَهُ» فَقَالَ: أَأَلِقَاءٌ؟ فَقَالَ: «ائْذَنْ لَهُ» فَقَالَ: أَأَلِقَاءٌ؟ فَقَالَ: «ائْذَنْ لَهُ» ثُمَّ قَالَ: «أَلَيْسَ هَكَذَا تَقُولُونَ؟ إِنَّمَا الِاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ، فَإِذَا أُذِنَ لَكَ فَادْخُلْ، وَإِلَّا فَارْجِعْ»

Artinya: "Aku berada di salah satu majelis kaum Anshar. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan berkata: 'Aku boleh masuk?' Nabi ﷺ bersabda: 'Izinkan dia masuk.' Orang itu berkata lagi: 'Aku boleh masuk?' Nabi ﷺ bersabda: 'Izinkan dia masuk.' Orang itu berkata lagi: 'Aku boleh masuk?' Nabi ﷺ bersabda: 'Izinkan dia masuk.' Kemudian beliau bersabda: 'Bukankah kalian berkata seperti ini? Sesungguhnya meminta izin itu tiga kali. Jika diizinkan, masuklah. Jika tidak, kembalilah.'" (HR. al-Bukhari no. 6245, dan Muslim no. 2154)

Juga diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَنِ اسْتَأْذَنَ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ

Artinya: "Barangsiapa meminta izin tiga kali lalu tidak diizinkan, maka hendaklah ia kembali." (HR. Muslim no. 2153)

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (14/169) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya meminta izin tiga kali, dan jika tidak diizinkan, ia harus kembali. Beliau juga menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa meminta izin tiga kali adalah batas maksimal, dan setelah itu tidak boleh menambah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin (4/149) menjelaskan bahwa adab meminta izin adalah dengan mengucapkan salam, bukan dengan bertanya "Siapa?" atau "Boleh masuk?" secara langsung tanpa salam. Beliau menegaskan bahwa salam adalah pembuka komunikasi yang baik dan merupakan syiar Islam.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan beberapa adab penting dalam meminta izin masuk ke rumah orang lain:

1. Meminta izin dengan mengucapkan salam

Para ulama menjelaskan bahwa cara meminta izin yang diajarkan Nabi ﷺ adalah dengan mengucapkan salam, misalnya: "Assalamu'alaikum, bolehkah saya masuk?" Bukan dengan bertanya "Siapa?" atau "Boleh masuk?" tanpa salam. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab al-Mufrad (no. 1055) bahwa ada seorang laki-laki meminta izin kepada Nabi ﷺ dengan berkata: "Aku boleh masuk?" Maka Nabi ﷺ bersabda kepada pembantunya: "Keluarlah dan ajari dia cara meminta izin. Katakan kepadanya: ucapkanlah 'Assalamu'alaikum, bolehkah saya masuk?'" Laki-laki itu mendengar, lalu mengucapkan salam, maka Nabi ﷺ mengizinkannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa meminta izin dengan salam adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ, dan ini menunjukkan akhlak mulia seorang muslim dalam menghormati privasi orang lain.

2. Batas maksimal meminta izin adalah tiga kali

Para ulama sepakat bahwa meminta izin maksimal tiga kali. Jika setelah tiga kali tidak diizinkan, maka hendaknya kembali pulang. Ini berdasarkan hadits Jabir di atas. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hikmah pembatasan tiga kali adalah agar tidak mengganggu pemilik rumah. Jika setelah tiga kali tidak diizinkan, bisa jadi pemilik rumah sedang sibuk atau tidak ingin menerima tamu, sehingga tamu harus menghormati hal tersebut.

3. Tidak boleh memaksa masuk

Jika pemilik rumah tidak mengizinkan, maka tamu tidak boleh memaksa masuk atau marah. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap hak privasi orang lain. Allah Ta'ala berfirman:

> فَإِنْ أُذِنَ لَكُمْ فَادْخُلُوا وَإِذَا قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ

Artinya: "Jika kamu diizinkan, maka masuklah. Dan jika dikatakan kepadamu: 'Kembalilah,' maka kembalilah. Itu lebih suci bagimu." (QS. An-Nur [24]: 28)

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan adab yang agung: jika pemilik rumah tidak mengizinkan, maka tamu harus kembali dengan lapang dada, karena itu lebih suci dan lebih baik baginya.

4. Hikmah di balik adab ini

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa adab meminta izin ini mengandung hikmah besar: menjaga kehormatan pemilik rumah, menghindari pandangan yang tidak halal, dan membangun hubungan sosial yang penuh penghormatan. Ini juga mengajarkan seorang muslim untuk tidak memaksakan kehendak dan menghargai keputusan orang lain.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, suatu ketika ia berada di majelis kaum Anshar. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan berkata: "Aku boleh masuk?" Nabi ﷺ bersabda: "Izinkan dia masuk." Orang itu mengulangi lagi: "Aku boleh masuk?" Nabi ﷺ bersabda lagi: "Izinkan dia masuk." Ketika orang itu mengulangi untuk ketiga kalinya, Nabi ﷺ bersabda: "Izinkan dia masuk." Kemudian beliau bersabda kepada para sahabat: "Bukankah kalian berkata seperti ini? Sesungguhnya meminta izin itu tiga kali. Jika diizinkan, masuklah. Jika tidak, kembalilah." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini: Nabi ﷺ mengajarkan kepada para sahabat dan seluruh umatnya bahwa meminta izin itu ada batasnya. Beliau tidak marah kepada laki-laki itu, tetapi dengan lembut mengajarkan adab yang benar. Ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak harus dilakukan dengan kelembutan dan kesabaran, bukan dengan kemarahan.

Kesimpulan Praktis

  1. Ucapkan salam terlebih dahulu ketika meminta izin masuk ke rumah orang lain, misalnya: "Assalamu'alaikum, bolehkah saya masuk?"
  2. Jangan langsung bertanya "Siapa?" atau "Boleh masuk?" tanpa salam, karena itu bukan adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Maksimal tiga kali meminta izin. Jika tidak diizinkan, kembalilah dengan lapang dada dan jangan memaksa.
  4. Hormati privasi orang lain. Jika pemilik rumah tidak mengizinkan, bisa jadi ia sedang sibuk atau ada hal lain, dan kita harus menghormatinya.
  5. Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa dengan akhlak mulia sejak dini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.