Bab Berbakti kepada Orang Tua
Dha'if oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ مُرَّةَ، حَدَّثَنَا كُلَيْبُ بْنُ مَنْفَعَةَ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ " أُمَّكَ وَأَبَاكَ وَأُخْتَكَ وَأَخَاكَ وَمَوْلاَكَ الَّذِي يَلِي ذَاكَ حَقٌّ وَاجِبٌ وَرَحِمٌ مَوْصُولَةٌ " .
haddatsana muhammadu ibnu isa, haddatsana alharitsu ibnu murraha, haddatsana kulaybu ibnu manfaaha, an jaddihi, annahu ata annabiyya faqala ya rasula allahi man abarru qala " ummaka waabaka waukhtaka waakhaka wamawlaka adzi yali dzaka haqqun wajibun warahimun mawshulahun ".
Kulaib b. Manfa'ah berkata bahwa kakeknya memberitahu bahwa ia pergi kepada Nabi ﷺ dan berkata: Wahai Rasulullah! Kepada siapa saya harus berbuat baik? Beliau bersabda: Ibumu, ayahmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, dan budak yang engkau bebaskan yang merupakan kerabatmu, itu adalah hak yang wajib dan hubungan yang harus dijaga.