Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5117 tentang Larangan menolong kaum dalam kebatilan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini melarang sikap asabiyah (fanatik buta kepada kelompok), yaitu membela kaum atau golongan meskipun mereka berada di pihak yang salah. Ibnu Mas'ud رضي الله عنه menggambarkan orang seperti itu dengan perumpamaan unta yang jatuh ke dalam sumur lalu ditarik keluar dengan ekornya — sebuah gambaran kehinaan dan kesia-siaan. Sikap yang benar adalah membela kebenaran, bukan membela kelompok.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Ma'idah [5]: 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Hadits terkait:

Hadits dari Jubair bin Muth'im رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda tentang orang yang berasabiyah:

«لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ، وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ، وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ»

Terjemahan: "Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru kepada asabiyah, bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena asabiyah, dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati dalam keadaan asabiyah." (HR. Abu Dawud, kitab Adab)

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa asabiyah adalah menolong kelompok dalam kezaliman, dan inilah yang tercela.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa asabiyah yang terlarang adalah membela kelompok dalam kebatilan.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menyebut bahwa asabiyah merusak keadilan dan menutup mata dari kebenaran.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab Adab, bab tentang asabiyah. Sanadnya: Al-Nufaili → Zuhair → Simak bin Harb → Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud → dari ayahnya, yaitu Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه, sahabat mulia yang dikenal sebagai ahli fiqih dan qari Al-Qur'an.

Makna "menolong kaumnya atas selain kebenaran" adalah seseorang membela kelompok, suku, atau golongannya meskipun mereka berada di pihak yang salah. Ia tidak peduli apakah yang dibela itu benar atau batil, yang penting "membela kelompok sendiri". Inilah yang disebut asabiyah.

Perumpamaan unta yang jatuh ke sumur — Ibnu Mas'ud menggambarkan orang seperti itu bagaikan unta yang terperosok ke dalam sumur, lalu orang-orang menariknya keluar dengan ekornya. Gambaran ini mengandung beberapa makna:

  1. Kehinaan — unta ditarik dengan ekornya, bukan dengan cara yang mulia. Demikian pula orang yang berasabiyah, ia jatuh dalam kehinaan.
  2. Kesia-siaan — ia berusaha menolong, tetapi justru menjerumuskan diri sendiri.
  3. Tidak bisa menyelamatkan diri — orang yang membela kebatilan akan terus terjerumus, karena kebatilan tidak akan pernah menolongnya.

Pemahaman ulama:

  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keadilan wajib ditegakkan bahkan terhadap musuh, dan kebencian tidak boleh membuat seseorang meninggalkan keadilan (QS. Al-Ma'idah: 8).
  • Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa asabiyah adalah menolong kelompok dalam kezaliman, dan ini termasuk dosa besar karena merusak keadilan dan menimbulkan permusuhan.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsat al-Lahfan menyebut bahwa asabiyah adalah penyakit hati yang menutup mata dari kebenaran dan membuat seseorang buta terhadap kesalahan kelompoknya sendiri.
  • Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa keadilan adalah pokok agama, dan menolong kebatilan adalah kezaliman yang nyata.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama membedakan antara asabiyah mahmudah (terpuji) dan asabiyah madzmumah (tercela). Asabiyah terpuji adalah mencintai kelompok dalam batas yang dibenarkan syariat, seperti mencintai keluarga dan kaum selama tidak menolong mereka dalam kebatilan. Asabiyah tercela adalah membela kelompok dalam kesalahan. Namun, hadits ini secara tegas melarang menolong kaum dalam kebatilan, dan inilah yang disepakati keharamannya oleh Ibnu Hajar, an-Nawawi, dan Ibn Rajab.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه pernah melihat seseorang membela keluarganya yang jelas-jelas bersalah. Ibnu Mas'ud lalu mengucapkan kalimat ini sebagai peringatan keras. Beliau adalah sahabat yang sangat teguh dalam kebenaran, bahkan pernah berkata: "Barangsiapa yang menolong keluarganya dalam kezaliman, maka ia seperti unta yang jatuh ke sumur dan ditarik dengan ekornya."

Dalam kisah lain, Umar bin al-Khattab رضي الله عنه pernah menegur seseorang yang membela saudaranya yang zalim. Umar berkata: "Apakah engkau menolongnya dalam kezaliman? Demi Allah, engkau lebih zalim daripada dia, karena engkau menolongnya dalam kebatilan." (disebutkan dalam riwayat-riwayat salaf).

Hikmahnya: Kebenaran harus di atas kelompok. Seorang Muslim tidak boleh mengorbankan keadilan demi membela golongannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan membela kelompok dalam kebatilan — baik itu keluarga, suku, partai, atau golongan, jika mereka salah, jangan dibela.
  2. Tegakkan keadilan — sebagaimana perintah QS. Al-Ma'idah: 8, adil itu lebih dekat kepada takwa.
  3. Hindari asabiyah — fanatik buta kepada kelompok adalah penyakit yang merusak hati dan agama.
  4. Nasihati dengan lembut — jika ada keluarga atau teman yang salah, nasihati dengan adab, bukan membela buta.
  5. Ingat perumpamaan unta — orang yang membela kebatilan akan jatuh dalam kehinaan dan kesia-siaan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?