Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan dzikir yang dibaca Nabi ﷺ ketika bangun tidur di malam hari untuk shalat tahajud: takbir, tahmid, tasbih, tahlil, istighfar, dan doa berlindung dari kesempitan dunia serta hari kiamat, masing-masing sepuluh kali. Aisyah radhiyallahu 'anha menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang bertanya tentang hal ini sebelum Shariq al-Hawzani. Ini menunjukkan keutamaan menghidupkan malam dengan dzikir sebelum shalat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Isra' [17]: 79
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Apa yang Diucapkan Jika Pagi (no. 5085), dari jalur Syarīq al-Hawzanī dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Hadits pendukung tentang dzikir bangun malam juga diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bangun malam lalu membaca doa: "Allahumma laka al-hamdu..." (doa panjang bangun malam).
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Al-Adzkar menjelaskan keutamaan dzikir-dzikir ini dan menyebutkan bahwa mengulanginya sepuluh kali mengandung makna penguatan tauhid dan tawakal sebelum menghadap Allah dalam shalat.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari membahas bab-bab dzikir bangun malam dan menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengawali dengan dzikir agar hati siap dan khusyuk.
- Ibn al-Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memiliki wirid tetap saat bangun malam, dan dzikir ini adalah pembuka sebelum shalat.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Ketika Nabi ﷺ bangun dari tidur di malam hari untuk shalat tahajud, beliau tidak langsung shalat, tetapi mengawali dengan rangkaian dzikir:
- Takbir ("Allahu Akbar") sepuluh kali — mengagungkan Allah.
- Tahmid ("Alhamdulillah") sepuluh kali — memuji Allah.
- Tasbih ("Subhanallahi wa bihamdih") sepuluh kali — menyucikan Allah sambil memuji-Nya.
- "Subhanal-Malikil-Quddus" sepuluh kali — menyucikan Raja Yang Maha Suci.
- Istighfar sepuluh kali — memohon ampun.
- Tahlil ("La ilaha illallah") sepuluh kali — menegaskan tauhid.
- Doa berlindung dari kesempitan dunia dan hari kiamat sepuluh kali.
Pemahaman ulama:
- Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dzikir-dzikir ini mengandung makna tauhid, pujian, dan permohonan perlindungan, yang semuanya adalah pembuka yang tepat sebelum berdiri menghadap Allah.
- Ibn al-Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memulai dengan dzikir agar hati beliau hadir dan siap untuk munajat.
- Ibnu Hajar menyebutkan bahwa pengulangan sepuluh kali menunjukkan penekanan dan kesungguhan dalam berdzikir.
Catatan tentang sanad:
Hadits ini melalui jalur Baqiyyah bin al-Walid dari Umar bin Ju'tsum. Sebagian ulama hadits seperti Yahya bin Ma'in dan Ali bin al-Madini membicarakan sebagian riwayat Baqiyyah, terutama yang ia riwayatkan dari orang-orang Syam. Namun hadits ini memiliki penguat dari hadits-hadits lain tentang dzikir bangun malam, sehingga maknanya tetap dapat diamalkan.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama seperti Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahuyah menganjurkan dzikir ini berdasarkan keumuman perintah berdzikir. Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar tentang keutamaan dzikir bangun malam.
Story Telling
Syarīq al-Hawzanī adalah seorang tabi'in yang datang kepada Aisyah radhiyallahu 'anha untuk bertanya tentang dzikir Nabi ﷺ saat bangun malam. Aisyah menjawab dengan penuh perhatian dan menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang bertanya tentang hal ini sebelum Syariq. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu ini dan betapa Aisyah adalah sumber ilmu yang utama bagi para tabi'in.
Al-Hasan al-Bashri pernah berkata tentang keutamaan bangun malam: "Tidak ada ibadah yang lebih berat bagi jiwa daripada shalat malam, karena itu ia adalah ibadah orang-orang shalih." (dinukil dalam kitab-kitab zuhud).
Kesimpulan Praktis
- Amalkan dzikir ini ketika bangun malam untuk shalat tahajud: takbir, tahmid, tasbih, tahlil, istighfar, dan doa perlindungan, masing-masing sepuluh kali.
- Awali shalat malam dengan dzikir agar hati siap dan khusyuk.
- Jaga konsistensi meskipun hanya dengan beberapa dzikir jika belum mampu semuanya.
- Pelajari doa-doa bangun malam dari hadits-hadits shahih lainnya, seperti doa Ibnu Abbas yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim.
- Jangan tinggalkan shalat malam meskipun hanya dua rakaat, karena itu adalah kebiasaan Nabi ﷺ dan para salaf.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.