Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa dan dzikir pagi dan petang yang diajarkan Nabi ﷺ kepada para sahabat, khususnya Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Intinya, kita mengakui bahwa seluruh kerajaan dan kekuasaan hanyalah milik Allah, memuji-Nya, mengesakan-Nya, lalu memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan waktu tersebut, termasuk dari kemalasan, keburukan usia tua/kekufuran, serta siksa neraka dan kubur. Ini adalah dzikir yang ringkas namun sangat lengkap dan penuh makna.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Ma Yaqulu Idza Asbaha" (Apa yang Diucapkan Ketika Pagi), no. 5071. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya.
Berikut adalah potongan doa yang paling lengkap dalam riwayat hadits ini:
Teks Arab (potongan doa lengkap):
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَمِنْ سُوءِ الْكِبَرِ أَوِ الْكُفْرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Terjemahan: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb-ku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan setelahnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada di malam ini dan keburukan setelahnya. Wahai Rabb-ku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, keburukan masa tua (atau kekufuran). Wahai Rabb-ku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa di neraka dan siksa di kubur."
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Abu Dawud (w. 275 H) membawakan hadits ini dalam kitabnya sebagai bagian dari adab harian seorang muslim.
- Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Al-Adzkar menyebutkan hadits ini dan menjelaskan keutamaannya sebagai dzikir pagi dan petang yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang adalah salah satu sarana terbesar untuk menjaga diri seorang hamba, dan doa dalam hadits ini mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan gambaran tentang dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ untuk diucapkan di waktu petang (setelah terbenamnya matahari) dan waktu pagi (setelah terbitnya fajar). Mari kita bedah maknanya:
- "أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ" (Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah). Ini adalah pengakuan bahwa kita memulai waktu ini dalam keadaan tunduk dan mengakui kekuasaan Allah yang mutlak. Ini menanamkan rasa tawadhu' dan ketergantungan hanya kepada Allah. Syaikh As-Sa'di (w. 1376 H) dalam Tafsir-nya sering menekankan bahwa mengakui kerajaan Allah adalah inti dari ibadah.
- "وَالْحَمْدُ لِلَّهِ" (Segala puji bagi Allah). Kita memuji Allah atas nikmat-Nya yang tak terhitung, terutama nikmat umur, iman, dan Islam yang masih kita rasakan hingga waktu petang ini.
- "لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ" (Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa). Ini adalah kalimat tauhid yang lengkap. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung pengakuan keesaan Allah dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), dan asma wa shifat (nama dan sifat). Ini adalah benteng tauhid yang kuat.
- "رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا..." (Wahai Rabb-ku, aku memohon kebaikan malam ini dan setelahnya...). Ini adalah permohonan kebaikan secara menyeluruh, baik kebaikan yang sudah diketahui maupun yang belum, di dunia maupun akhirat. Ini mengajarkan kita untuk selalu berharap dan meminta kebaikan hanya kepada Allah.
- "...وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا" (Dan aku berlindung dari keburukannya dan setelahnya). Ini adalah bentuk tawakal dan pengakuan bahwa hanya Allah yang bisa melindungi dari segala keburukan.
- "رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَمِنْ سُوءِ الْكِبَرِ أَوِ الْكُفْرِ" (Aku berlindung dari kemalasan, keburukan masa tua, atau kekufuran). Ini adalah permohonan perlindungan dari penyakit hati dan badan. Imam Al-Khattabi (w. 388 H) dalam Ma'alim As-Sunan menjelaskan bahwa "su' al-kibar" adalah keburukan yang menimpa seseorang di masa tuanya, seperti pikun dan hilangnya akal. Adapun "al-kufr" disebutkan karena kekufuran adalah puncak keburukan hati. Ini menunjukkan bahwa kita harus berlindung dari segala bentuk kemunduran, baik fisik maupun iman.
- "رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ" (Aku berlindung dari siksa neraka dan siksa kubur). Ini adalah permohonan keselamatan dari azab akhirat yang paling dahsyat. Ini mengingatkan kita akan kehidupan setelah mati dan pentingnya mempersiapkan diri.
Catatan Penting dari Ulama:
- Imam Abu Dawud meriwayatkan tambahan dari jalur lain bahwa ada perbedaan lafazh "su' al-kibar" (keburukan masa tua) atau "su' al-kufr" (keburukan kekufuran). Ini menunjukkan bahwa kedua makna tersebut saling melengkapi dan keduanya adalah keburukan yang harus kita mohonkan perlindungan darinya.
- Syaikh Al-Albani (w. 1420 H) dalam Shahih Abi Dawud menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa doa ini adalah salah satu dzikir pagi dan petang yang paling utama.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling memahami ajarannya. Beliau adalah orang yang pertama kali membaca Al-Qur'an dengan suara keras di hadapan kaum Quraisy. Suatu ketika, Nabi ﷺ mengajarkan doa ini kepadanya, dan Abdullah bin Mas'ud pun menjaganya dengan baik.
Para ulama menyebutkan bahwa para sahabat sangat bersemangat menghafal doa-doa dari Nabi ﷺ karena mereka tahu bahwa doa-doa tersebut adalah warisan terbaik. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkannya setiap pagi dan petang. Ini menunjukkan bahwa dzikir bukanlah sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan hati seorang mukmin untuk selalu terhubung dengan Rabb-nya.
Hikmah: Kedekatan seorang hamba dengan Allah tidak diukur dari banyaknya harta atau kedudukan, tetapi dari seberapa sering hatinya berdzikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ ini adalah sarana untuk meraih kedekatan tersebut.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:
- Biasakan Membaca Dzikir Ini: Bacalah doa ini setiap pagi (setelah shalat Subuh hingga terbit matahari) dan setiap petang (setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari).
- Pahami Maknanya: Jangan hanya membaca, tetapi renungkan makna setiap kalimatnya. Ini akan menghidupkan hati dan meningkatkan kekhusyukan.
- Amalkan dengan Istiqamah: Konsistensi dalam berdzikir adalah kunci. Meskipun sedikit, amalan yang dilakukan secara rutin lebih dicintai Allah daripada amalan banyak yang dilakukan sesekali.
- Ajarkan kepada Keluarga: Ajaklah keluarga untuk bersama-sama mengamalkan dzikir ini, sehingga rumah kita dipenuhi dengan lantunan dzikir dan perlindungan Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.