Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5070 tentang Doa pagi dan sore memohon ampunan serta perlindungan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan keutamaan besar bagi orang yang membaca doa Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) di waktu pagi atau sore. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan dan pengharapan, lalu meninggal pada hari atau malam itu, maka ia dijanjikan masuk surga. Doa ini menggabungkan pengakuan tauhid, pengakuan nikmat, pengakuan dosa, dan permohonan ampun kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 286

وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا

"Dan janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami."

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang hamba diperintahkan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah, sebagaimana terkandung dalam doa hadits ini.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Apa yang Diucapkan Ketika Pagi, dari Buraydah bin al-Hasib رضي الله عنه.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (Kitab Ad-Da'awat) dan Imam An-Nasa'i, dengan lafaz yang semakna. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa doa ini dikenal sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar).

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung makna tauhid, tawakal, dan pengakuan dosa yang sempurna.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa doa ini adalah doa istighfar paling utama karena mencakup pengakuan rububiyah, ubudiyah, perjanjian, nikmat, dan dosa.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa istighfar seperti ini memiliki kedudukan tinggi dalam mendekatkan hamba kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Doa ini disebut Sayyidul Istighfar karena ia menghimpun seluruh makna istighfar secara sempurna. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa siapa yang membacanya di pagi atau sore hari dengan penuh kesadaran dan keyakinan, lalu meninggal pada hari atau malam itu, maka ia dijanjikan masuk surga.

Kandungan doa:

  1. اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي — "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku" — pengakuan tauhid rububiyah.
  2. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ — "Tidak ada Tuhan selain Engkau" — pengakuan tauhid uluhiyah.
  3. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ — "Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu" — pengakuan ubudiyah.
  4. وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ — "Aku berpegang pada perjanjian dan janji-Mu sebanyak yang aku mampu" — komitmen untuk taat sesuai kemampuan.
  5. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ — "Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan" — perlindungan dari keburukan amal.
  6. أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي — "Aku mengakui nikmat-Mu dan aku mengakui dosaku" — pengakuan nikmat dan dosa.
  7. فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ — "Ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau" — permohonan ampun dengan penuh kerendahan.

Pemahaman ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa janji masuk surga dalam hadits ini berlaku bagi orang yang membacanya dengan penuh keyakinan (ikhlash dan yakin), bukan sekadar melafalkan tanpa menghayati maknanya.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini sebaiknya dibaca setiap pagi dan sore, dan merupakan salah satu doa yang paling utama.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Al-Wabil ash-Shayyib menegaskan bahwa istighfar yang sempurna adalah yang menggabungkan pengakuan dosa, pengakuan nikmat, dan tauhid, sebagaimana terkandung dalam doa ini.
  • Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa pengakuan dosa dan nikmat adalah kunci diterimanya istighfar, karena seorang hamba yang mengakui keduanya akan kembali kepada Allah dengan hati yang tunduk.

Catatan tentang janji masuk surga:

Para ulama menjelaskan bahwa janji "masuk surga" dalam hadits ini tidak berarti tanpa hisab atau tanpa syarat, tetapi menunjukkan keutamaan besar dan bahwa dosa-dosanya diampuni sehingga ia masuk surga. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini adalah keutamaan khusus bagi orang yang membacanya dengan iman dan pengharapan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Buraydah bin al-Hasib رضي الله عنه, seorang sahabat yang mulia, meriwayatkan hadits ini dari Rasulullah ﷺ. Beliau adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dan dikenal kejujurannya.

Suatu ketika, seorang salaf ditanya tentang amalan yang paling utama di pagi hari. Ia menjawab, "Bacalah Sayyidul Istighfar, karena ia adalah doa yang menghimpun tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan ampun. Barangsiapa membacanya dengan hati yang hadir, maka ia telah memulai harinya dengan cahaya."

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa para salaf selalu menjaga doa ini di pagi dan sore hari, karena mereka memahami besarnya keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah Sayyidul Istighfar setiap pagi dan sore dengan penuh kesadaran dan penghayatan maknanya.
  2. Hayati kandungan doa — pengakuan tauhid, ubudiyah, nikmat, dan dosa — agar istighfar kita tidak sekadar lafaz.
  3. Jaga keyakinan dan pengharapan kepada Allah, karena janji masuk surga dalam hadits ini terkait dengan iman dan ikhlas.
  4. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, karena ia adalah warisan Nabi ﷺ yang penuh berkah.
  5. Perbanyak istighfar di setiap waktu, karena istighfar adalah jalan ampunan dan rahmat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?