Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5039 tentang Kewajiban memuji Allah saat bersin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa ketika seseorang bersin lalu memuji Allah (mengucapkan "Alhamdulillah"), maka kita dianjurkan mendoakannya dengan "Yarhamukallah". Jika ia tidak memuji Allah, maka tidak ada kewajiban atau anjuran mendoakannya. Jadi, doa setelah bersin berkaitan erat dengan apakah orang itu memuji Allah atau tidak.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dan dicatat oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab tentang orang yang bersin dan tidak memuji Allah (no. 5039). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan makna serupa.

Teks hadits:

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: عَطَسَ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَتَرَكَ الآخَرَ، قَالَ: فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، رَجُلاَنِ عَطَسَا فَشَمَّتَّ أَحَدَهُمَا وَتَرَكْتَ الآخَرَ؟ فَقَالَ: «إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ وَإِنَّ هَذَا لَمْ يَحْمَدِ اللَّهَ»

Terjemahan: Dari Anas, ia berkata: "Dua orang bersin di hadapan Nabi ﷺ, lalu beliau mendoakan salah satunya dan tidak yang lain." Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah, dua orang bersin, engkau mendoakan salah satunya dan meninggalkan yang lain?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya orang ini memuji Allah, dan orang ini tidak memuji Allah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab dan syukur:

QS. Ibrahim [14]: 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"

Kaitan dengan ulama: Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa tasymit (mendoakan "Yarhamukallah") hanya disyariatkan bagi orang yang memuji Allah setelah bersin. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan hal yang sama, dan menyebutkan bahwa memuji Allah adalah syarat untuk mendapatkan doa balasan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan adab yang sangat indah dalam Islam. Ketika seseorang bersin, itu adalah momen di mana Allah mengingatkan hamba-Nya akan nikmat kesehatan dan keluasan napas. Karena itu, sunnahnya adalah mengucapkan "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah). Jika ia melakukannya, maka orang yang mendengarnya dianjurkan mengucapkan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu), dan orang yang bersin menjawab "Yahdikumullahu wa yushlihu balakum" (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hikmah di balik hadits ini adalah bahwa doa tasymit adalah hak bagi orang yang bersyukur kepada Allah. Orang yang tidak memuji Allah berarti ia meninggalkan sunnah yang agung, sehingga tidak berhak mendapatkan doa tersebut. Ini bukan berarti kita membenci atau menghakiminya, tetapi ini adalah bentuk pendidikan agar kita selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa hadits ini mengajarkan pentingnya memuji Allah atas setiap nikmat, termasuk nikmat bersin yang sering kita anggap remeh. Beliau juga menegaskan bahwa meninggalkan pujian kepada Allah menunjukkan kelalaian, dan seorang mukmin hendaknya selalu menjaga lisannya untuk berdzikir dan bersyukur.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran bahwa amal yang kecil pun memiliki balasan dan konsekuensi. Orang yang memuji Allah mendapat doa, dan yang tidak memuji Allah tidak mendapatkannya. Ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan adab dan syukur.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang apakah tasymit wajib atau sunnah, Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa hukumnya sunnah, sedangkan sebagian ulama seperti Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ada pendapat yang mengatakan wajib jika ada dalil yang kuat. Namun, pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah sunnah, karena hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ melakukannya dan meninggalkannya bukan karena dosa, tetapi karena tidak ada sebab (yaitu pujian kepada Allah).

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu hari, dua orang sahabat duduk di majelis Nabi ﷺ. Tiba-tiba salah satu dari mereka bersin, lalu ia mengucapkan "Alhamdulillah". Nabi ﷺ langsung mendoakannya: "Yarhamukallah". Tidak lama kemudian, sahabat yang satunya juga bersin, tetapi ia tidak mengucapkan apa-apa. Nabi ﷺ pun diam dan tidak mendoakannya. Para sahabat yang hadir merasa heran, lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, mengapa engkau mendoakan yang satu dan tidak yang lain?" Dengan lembut Nabi ﷺ menjawab: "Orang ini memuji Allah, dan orang ini tidak memuji Allah."

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Nabi ﷺ tidak pilih kasih, tetapi beliau mengajarkan bahwa ada adab yang harus dijaga. Orang yang bersyukur akan mendapatkan kebaikan, dan orang yang lalai akan kehilangan kesempatan. Ini mengajarkan kita untuk selalu menghadirkan hati dan lisan dalam mengingat Allah, bahkan dalam hal yang tampak kecil seperti bersin.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan mengucapkan "Alhamdulillah" setiap kali bersin, karena itu adalah sunnah dan tanda syukur kepada Allah.
  2. Jika mendengar seseorang bersin dan memuji Allah, ucapkanlah "Yarhamukallah" sebagai bentuk doa dan kasih sayang sesama muslim.
  3. Jika seseorang bersin tetapi tidak memuji Allah, tidak perlu mendoakannya, tetapi boleh mengingatkannya dengan lembut agar ia belajar.
  4. Pahami bahwa setiap nikmat, sekecil apa pun, layak untuk disyukuri, dan syukur akan mendatangkan tambahan nikmat dari Allah.
  5. Jangan merasa sombong atau menghakimi orang yang lupa, tetapi ajaklah dengan hikmah dan kasih sayang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?