Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5028 tentang Larangan menguap karena berasal dari setan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita dua adab penting: bersin itu disukai Allah karena merupakan nikmat dan kebaikan dari-Nya, sedangkan menguap itu dibenci Allah karena berasal dari setan yang ingin mempermainkan manusia. Jika menguap, kita diperintahkan untuk menahannya semampu mungkin dan tidak mengeluarkan suara "haah, haah" karena itu adalah bentuk kelalaian yang membuat setan tertawa. Ini adalah bagian dari adab harian yang sering kita lupakan, padahal sangat dicintai Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab (Etika), Bab "Ma Yaqulu 'anil Tsa'ub" (Apa yang Dikatakan tentang Menguap), no. 5028. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6223) dan Imam At-Tirmidzi (no. 2747) dengan lafaz yang semakna.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang sifat setan yang ingin menyesatkan manusia:

لَأُضِلَّنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

"Sungguh, aku (Iblis) akan menyesatkan mereka semuanya." (QS. Shad [38]: 82)

Ayat ini menunjukkan bahwa setan bersungguh-sungguh untuk mengganggu manusia, termasuk melalui hal-hal yang tampak sepele seperti menguap.

Penjelasan Ulama:

  • Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Shahih-nya pada "Kitab Al-Adab" sebagai bukti bahwa menguap adalah bagian dari gangguan setan.
  • Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menguap terjadi karena rasa malas dan beratnya badan, dan ini adalah kondisi yang disukai setan karena membuat manusia lalai dari ibadah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa perintah menahan menguap adalah perintah yang bersifat irsyad (bimbingan) dan istihbab (anjuran), bukan kewajiban yang berdosa jika tidak dilakukan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

1. Makna "Allah menyukai bersin dan membenci menguap"

Bersin adalah nikmat dari Allah karena tubuh melepaskan udara yang mengganggu, dan ini menunjukkan kesehatan dan kesegaran. Karena itu, Allah menyukainya. Adapun menguap, ia muncul dari rasa malas, kantuk, dan beratnya badan—kondisi yang membuat manusia lalai dari dzikir dan ibadah. Karena itu, Allah membencinya.

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa menguap adalah tanda kelalaian hati dan kemalasan badan, sedangkan bersin adalah tanda kesegaran dan aktivitas. Setan senang melihat manusia dalam keadaan malas dan lalai.

2. Perintah menahan menguap

Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah dia menahannya sebisa mungkin." Ini adalah bimbingan agar kita melawan rasa malas dan tidak menyerah pada godaan setan. Caranya bisa dengan menutup mulut dengan tangan, mengubah posisi duduk, atau berusaha mengalihkan perhatian.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat dianjurkan menahan menguap semampu mungkin, dan jika tidak mampu, hendaknya menutup mulut dengan tangan.

3. Larangan mengeluarkan suara "haah, haah"

Rasulullah ﷺ melarang kita mengeluarkan suara saat menguap karena: pertama, itu tidak sopan dan mengganggu orang lain; kedua, itu menunjukkan kita menyerah pada kondisi malas yang disukai setan; ketiga, itu membuat setan tertawa karena berhasil mempermainkan kita.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa suara "haah, haah" saat menguap adalah perbuatan yang dilarang karena termasuk perbuatan setan dan tidak mencerminkan adab seorang muslim.

4. Hikmah di balik larangan ini

Hadits ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu waspada terhadap tipu daya setan, bahkan dalam hal yang tampak sepele. Setan tidak hanya menggoda kita untuk berbuat dosa besar, tetapi juga membuat kita lalai, malas, dan tidak sopan dalam keseharian.

Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa setan masuk ke dalam diri manusia melalui pintu-pintu kelalaian dan kemalasan. Menguap adalah salah satu pintu tersebut, karena ia melemahkan semangat ibadah dan membuat hati berat untuk berdzikir.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal—semoga Allah merahmatinya—sangat memperhatikan adab-adab harian ini. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga sunnah dalam segala hal, termasuk dalam hal menguap. Para muridnya menceritakan bahwa jika beliau menguap, beliau segera menutup mulutnya dengan tangannya dan berusaha menahannya dengan sungguh-sungguh, tidak ingin memberikan kesempatan kepada setan untuk tertawa padanya.

Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat serius dalam mengamalkan hadits-hadits adab, sekecil apa pun. Mereka memahami bahwa ketaatan kepada Rasulullah ﷺ tidak hanya dalam ibadah besar, tetapi juga dalam hal-hal kecil yang sering dianggap remeh.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersin adalah nikmat — ucapkan "Alhamdulillah" setelah bersin, dan saudara muslim yang mendengarnya hendaknya menjawab "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu).
  2. Menguap adalah gangguan setan — berusahalah menahannya semampu mungkin.
  3. Jika tidak mampu menahan — tutup mulut dengan tangan agar tidak terlihat tidak sopan dan tidak mengeluarkan suara.
  4. Jangan mengeluarkan suara "haah, haah" — karena itu membuat setan tertawa dan mengganggu orang lain.
  5. Jadikan ini latihan ketaatan — menjaga adab kecil menunjukkan kesungguhan kita dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.