Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4919 tentang Memperbaiki hubungan antar manusia lebih utama dari ibadah sunnah

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa memperbaiki hubungan yang rusak antara dua orang atau lebih (ishlah dzatil bain) memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan melebihi pahala puasa, shalat, dan sedekah sunnah. Sebaliknya, merusak hubungan (fasad dzatil bain) adalah dosa besar yang dapat "mencukur" agama seseorang, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Al-Adab, Bab Ishlah Dzati Al-Bain, no. 4919. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 2509) dan beliau menilainya hasan shahih. Para perawi: Muhammad bin Al-Ala, Abu Muawiyah, Al-A'mash, Amru bin Murrah, Salim, Ummu Darda, dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Terjemahan: "Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kalian, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anfal [8]: 1)

Dalil Hadits lain yang menguatkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Terjemahan: "Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim no. 2564)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan ishlah dan besarnya dosa perusak hubungan.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa "al-haliqah" (yang mencukur) bermakna menghilangkan keberkahan agama atau menghapus pahala amal.
  • Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wal Hikam menegaskan bahwa ishlah termasuk amal yang paling utama karena manfaatnya menyeluruh.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabat: "Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih utama derajatnya daripada puasa, shalat, dan sedekah?" Para sahabat menjawab: "Tentu, ya Rasulullah." Lalu beliau bersabda: "Memperbaiki hubungan antara manusia, dan merusaknya adalah yang mencukur."

Pemahaman ulama:

  1. Keutamaan Ishlah (Memperbaiki Hubungan):
  • Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ishlah dzatil bain adalah mendamaikan dua pihak yang berselisih, menghilangkan permusuhan, dan mengembalikan kasih sayang. Ini termasuk amal sosial yang pahalanya lebih besar dari amal individu seperti puasa sunnah, shalat sunnah, dan sedekah sunnah.
  • Ibnu Hajar menambahkan bahwa ishlah mencakup mendamaikan keluarga, tetangga, dan sesama muslim. Karena itu, pahalanya lebih besar karena manfaatnya dirasakan banyak orang.
  1. Bahaya Fasad (Merusak Hubungan):
  • Kata "al-haliqah" (yang mencukur) dalam hadits ini bermakna menghilangkan agama atau menghapus pahala amal. Ibnu Rajab menjelaskan bahwa permusuhan dan perpecahan dapat menghapus keberkahan iman dan amal seseorang, sebagaimana cukur menghilangkan rambut.
  • Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menyebutkan bahwa permusuhan adalah penyakit hati yang dapat merusak agama dan dunia.
  1. Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:
  • Sebagian ulama seperti Al-Hasan Al-Bashri menekankan bahwa ishlah lebih utama dari amal sunnah karena manfaatnya sosial.
  • Sufyan Ats-Tsauri berpendapat bahwa ishlah wajib jika terjadi perselisihan, sedangkan amal sunnah hanya dianjurkan.
  • Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai zhahir hadits: ishlah lebih utama dari amal sunnah, dan fasad adalah dosa besar yang merusak agama.

Kandungan hadits:

  • Ishlah adalah amal yang sangat dicintai Allah.
  • Fasad dzatil bain adalah dosa besar yang harus dijauhi.
  • Amal sosial yang memperbaiki masyarakat lebih utama dari amal individu yang tidak berdampak luas.

Story Telling

Kisah Abdullah bin Al-Mubarak:

Abdullah bin Al-Mubarak, seorang ulama besar Tabi'ut Tabi'in, pernah ditanya tentang seseorang yang berpuasa, shalat malam, dan berjihad, tetapi ia memiliki sifat yang buruk dan memutus hubungan dengan saudaranya. Beliau menjawab: "Orang yang memperbaiki hubungan dengan saudaranya dan berusaha mendamaikan manusia, itu lebih utama dari orang yang berpuasa dan shalat sunnah sepanjang malam." (Disebutkan dalam kitab Al-Adab karya Ibnul Mubarak, dengan makna umum).

Hikmah: Ishlah bukan hanya amal sosial, tetapi ibadah yang pahalanya melebihi amal individu. Karena itu, seorang muslim harus berusaha mendamaikan saudaranya yang berselisih.

Kesimpulan Praktis

  1. Prioritaskan ishlah: Jika ada perselisihan antara dua orang, berusahalah mendamaikan mereka, karena pahalanya lebih besar dari puasa, shalat, dan sedekah sunnah.
  2. Jauhi fasad: Jangan menjadi penyebab perpecahan, karena itu dapat menghapus keberkahan agama.
  3. Mulai dari keluarga: Perbaiki hubungan dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim.
  4. Jangan remehkan amal sosial: Ishlah adalah amal yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya.
  5. Bertaubat jika pernah merusak hubungan: Segera minta maaf dan perbaiki hubungan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?