Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4864 tentang Cara berjalan Nabi yang khas dan indah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan ciri fisik dan cara berjalan Nabi ﷺ: berkulit putih bersih lagi tampan, dan ketika berjalan seolah-olah beliau melangkah turun ke tempat yang rendah — maksudnya langkahnya tegap, cepat, dan penuh kekuatan, tidak lamban atau lemah. Ini termasuk sifat-sifat mulia beliau yang wajib kita imani dan teladani adabnya, bukan sekadar kekaguman fisik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (no. 4864), dari jalur Husain bin Mu'adz bin Khulaif, dari Abdul A'la, dari Sa'id al-Juriri, dari Abu ath-Thufail (Amir bin Watsilah) radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat yang masih hidup ketika Nabi ﷺ wafat dan sempat melihat beliau.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُعَاذِ بْنِ خُلَيْفٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ‏.‏ قُلْتُ كَيْفَ رَأَيْتَهُ قَالَ كَانَ أَبْيَضَ مَلِيحًا إِذَا مَشَى كَأَنَّمَا يَهْوِي فِي صَبُوبٍ ‏.‏

Terjemah: Abu ath-Thufail berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ." Aku (perawi) bertanya: "Bagaimana engkau melihatnya?" Ia menjawab: "Beliau berkulit putih, tampan (meliha), dan apabila berjalan seolah-olah beliau melangkah turun ke tempat yang rendah."

Ayat yang relevan tentang keteladanan beliau:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

QS. Al-Ahzab [33]: 21

" Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna "كأنما يهوي في صبوب" yaitu langkah beliau cepat dan tegap, seolah menuruni jalan menurun. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas sifat fisik Nabi ﷺ dan menegaskan bahwa gambaran ini menunjukkan kekuatan dan wibawa, bukan kelemahan. Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan sifat-sifat fisik dan cara jalan Nabi ﷺ sebagai bagian dari mengenal beliau.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk bab "sifat Nabi ﷺ" (syama'il). Abu ath-Thufail adalah sahabat yang melihat Nabi ﷺ secara langsung, sehingga kesaksiannya bernilai tinggi.

Makna "أبيض مليحا": kulit beliau putih bersih dan wajahnya tampan. Ini bukan pujian berlebihan, tetapi deskripsi faktual yang disampaikan sahabat. Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia paling tampan dan paling sempurna rupanya.

Makna "إذا مشى كأنما يهوي في صبوب": "صبوب" adalah jalan menurun. Maksudnya, ketika berjalan beliau melangkah dengan cepat dan tegap, seolah sedang menuruni tanah miring — langkahnya mantap, tidak lamban, tidak pula sombong. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan kekuatan dan ketegasan langkah, bukan berjalan tergesa tanpa arah. Ibnu Hajar menambahkan bahwa cara jalan beliau menunjukkan wibawa dan kesungguhan.

Para ulama daftar sepakat bahwa mengenal sifat Nabi ﷺ adalah bagian dari iman dan kecintaan kepada beliau. Ibnul Qayyim menegaskan bahwa mencintai Nabi ﷺ menuntut mengenal beliau, dan mengenal beliau mencakup mengenal sifat fisik dan akhlaknya. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar dalam memahami hadits ini; yang ada hanya perbedaan ungkapan dalam menjelaskan makna "يهوي في صبوب", namun semuanya mengarah pada langkah yang tegap dan cepat.

Story Telling

Abu ath-Thufail (Amir bin Watsilah) radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang terakhir wafat. Ia pernah berkata bahwa ia melihat Nabi ﷺ dan tidak ada seorang pun yang tersisa di muka bumi yang melihat beliau selain dirinya. Ketika ditanya tentang bagaimana beliau, ia menggambarkan dengan singkat namun padat: putih, tampan, dan langkahnya tegap. Ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak hanya mengagumi fisik beliau, tetapi juga meneladani akhlak dan adab beliau. Hikmahnya: mengenal Nabi ﷺ membangkitkan cinta dan semangat mengikuti sunnahnya.

Kesimpulan Praktis

  • Imanilah bahwa Nabi ﷺ adalah manusia paling sempurna fisik dan akhlaknya.
  • Teladani cara berjalan beliau: tegap, cepat, tidak lamban, dan tidak sombong.
  • Jadikan mengenal sifat Nabi ﷺ sebagai jalan menumbuhkan cinta kepada beliau.
  • Amalkan sunnah beliau dalam adab berjalan: tidak berjalan dengan sombong, tidak pula lemah.
  • Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?