Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan kebiasaan Nabi ﷺ setelah shalat Subuh, yaitu beliau duduk bersila di tempat shalatnya hingga matahari terbit dengan sempurna. Ini menunjukkan anjuran untuk berdiam diri di masjid setelah shalat Subuh sambil berdzikir dan menunggu waktu syuruq, yang merupakan amalan yang sangat utama. Duduk bersila di sini hanyalah gambaran posisi duduk yang nyaman, bukan inti dari ajaran hadits tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud:
Teks hadits yang Anda berikan adalah sebagai berikut:
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسْنَاءَ
"Jabir bin Samurah berkata: Ketika Nabi ﷺ shalat Subuh, beliau duduk bersila di tempatnya hingga matahari terbit dengan baik." (HR. Abu Dawud no. 4850)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur Simak bin Harb, dari Jabir bin Samurah dengan lafaz yang serupa. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Kitab Al-Masajid wa Mawatidh Ash-Shalah, Bab "Duduknya Nabi ﷺ setelah shalat Subuh hingga matahari terbit".
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ
"Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf [7]: 205)
Ayat ini menunjukkan perintah berdzikir di waktu pagi (الغدو) dan petang (الآصال), dan hadits di atas adalah contoh praktik Nabi ﷺ dalam mengisi waktu pagi setelah Subuh dengan dzikir dan doa.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Anjuran Berdiam di Masjid Setelah Shalat Subuh
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kesunnahan bagi seseorang untuk tetap duduk di tempat shalatnya setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, sambil berdzikir kepada Allah. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa amalan ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara langsung.
2. Makna Duduk Bersila (تَرَبَّعَ)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa duduk bersila (tarbbu') adalah posisi duduk dengan melipat kedua kaki dan duduk di atas lantai. Ini adalah posisi yang nyaman dan bukan merupakan ibadah tersendiri. Yang penting adalah berdiam diri di masjid, adapun posisi duduknya bebas sesuai kenyamanan, selama tidak melanggar adab.
3. Keutamaan Waktu Antara Subuh dan Syuruq
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Beliau mengutip hadits Nabi ﷺ: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Maka mengisi waktu pagi dengan dzikir dan doa adalah bentuk syukur atas nikmat umur dan kesehatan.
4. Amalan yang Menyertai Duduk Setelah Subuh
Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitab Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa setelah shalat Subuh, Nabi ﷺ biasa berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian beliau shalat dua rakaat (shalat syuruq/isyraq). Ini menunjukkan bahwa duduk setelah Subuh bukan sekadar menunggu waktu, tetapi diisi dengan ibadah dzikir dan doa.
5. Hikmah Posisi Duduk yang Nyaman
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Fath Al-Bari (Syarh Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa posisi duduk bersila menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dalam keadaan santai dan tenang, tidak tergesa-gesa meninggalkan masjid. Ini mengajarkan kita untuk tidak buru-buru keluar masjid setelah shalat, tetapi meluangkan waktu untuk beribadah.
Catatan Penting:
Para ulama berbeda pendapat tentang apakah duduk hingga terbit matahari ini khusus dilakukan di masjid atau bisa di rumah. Pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Al-Albani adalah bahwa amalan ini dilakukan di masjid, karena konteks hadits menunjukkan Nabi ﷺ duduk di tempat shalatnya (masjid). Namun jika seseorang shalat Subuh di rumah, maka ia tetap bisa mengamalkan dzikir pagi di rumahnya.
Story Telling
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari jalur Simak bin Harb, ia berkata: Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, "Apakah engkau biasa duduk bersama Rasulullah ﷺ?" Ia menjawab, "Ya, sering. Rasulullah ﷺ apabila shalat Subuh, beliau duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit. Maka para sahabat pun ikut duduk bersama beliau, berbincang-bincang tentang perkara-perkara jahiliyah, mereka tertawa, dan Nabi ﷺ hanya tersenyum."
Kisah ini menunjukkan suasana yang hangat dan penuh keberkahan. Para sahabat tidak hanya duduk diam, tetapi mereka mengisi waktu dengan dzikir, dan kadang berbincang tentang hal-hal yang bermanfaat. Nabi ﷺ tidak melarang mereka berbincang selama dalam kebaikan, dan beliau sendiri ikut tersenyum mendengarnya. Ini mengajarkan kita bahwa duduk setelah Subuh bukan berarti harus diam total, tetapi bisa diisi dengan dzikir, doa, atau percakapan yang bermanfaat.
Kesimpulan Praktis
- Berdiam di masjid setelah shalat Subuh hingga matahari terbit adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
- Isi waktu tersebut dengan dzikir, doa, dan membaca Al-Qur'an — ini adalah waktu yang penuh berkah.
- Posisi duduk bebas — yang penting adalah ketenangan dan kekhusyukan, bukan sekadar meniru bentuk duduknya.
- Jika tidak bisa duduk lama di masjid, minimal berdzikir di rumah atau di tempat kerja setelah Subuh.
- Setelah matahari terbit dan meninggi (sekitar 15-20 menit setelah syuruq), dianjurkan shalat dua rakaat (shalat Isyraq) bagi yang telah duduk berdzikir sejak Subuh.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.