Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4786 tentang Rasulullah tidak pernah memukul pelayan atau wanita

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan akhlak agung Nabi ﷺ yang tidak pernah memukul pembantu maupun istri beliau. Ini adalah dalil bahwa seorang pemimpin rumah tangga atau majikan hendaknya meneladani Nabi ﷺ dalam bersabar, memaafkan, dan tidak menggunakan kekerasan fisik dalam urusan rumah tangga. Hadits ini juga mengajarkan bahwa memukul bukanlah solusi dalam mendidik atau mengurus keluarga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda berikan sudah benar dan sesuai dengan riwayat Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Fi Al-'Afwi wa As-Samahah" (Tentang Maaf dan Memudahkan Urusan), no. 4786. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dan Imam Ibnu Majah dari jalur yang serupa.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Wa 'āsyirūhunna bil-ma'rūf

"Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) secara patut." (QS. An-Nisa' [4]: 19)

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya secara ringkas. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits ini sebagai dalil bahwa memukul bukanlah kebiasaan Nabi ﷺ, dan bahwa akhlak beliau adalah contoh tertinggi dalam bermuamalah dengan keluarga.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Akhlak Nabi ﷺ yang Agung

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi ﷺ. Beliau tidak pernah memukul pembantu atau istri beliau, padahal beliau adalah manusia paling sempurna dan paling berhak untuk marah jika ada kesalahan. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan pemaafan adalah jalan terbaik dalam bermuamalah.

2. Bukan Berarti Tidak Boleh Menghukum

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini tidak berarti menghukum atau mendidik dengan pukulan itu haram secara mutlak. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa memukul dalam rangka mendidik (ta'dib) boleh saja dalam syariat, namun yang dilarang adalah memukul dengan keras, memukul wajah, atau memukul yang melampaui batas. Namun, yang paling utama dan paling dicontohkan oleh Nabi ﷺ adalah tidak memukul sama sekali, karena beliau mampu bersabar dan memaafkan.

3. Perbedaan Antara Istri dan Pembantu

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah memukul istri-istri beliau meskipun terkadang terjadi perselisihan rumah tangga. Adapun dalam urusan pembantu, beliau juga tidak pernah memukul mereka. Ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin rumah tangga hendaknya mengedepankan kasih sayang dan kesabaran.

4. Konteks Hadits

Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya dari Aisyah radhiyallahu 'anha dengan tambahan: "Dan beliau tidak pernah memukul sesuatu pun dengan tangannya, kecuali berjihad di jalan Allah." Ini menunjukkan bahwa kekerasan fisik bukanlah tabiat Nabi ﷺ sama sekali.

5. Pengecualian dalam Jihad

Para ulama menjelaskan bahwa pengecualian dalam jihad adalah karena jihad merupakan perang di jalan Allah yang memang membutuhkan kekuatan fisik. Namun dalam urusan rumah tangga dan pelayanan, Nabi ﷺ tidak pernah menggunakan kekerasan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ tidak pernah berkata kepadaku 'ah' (ungkapan tidak suka) terhadap sesuatu yang aku lakukan, dan tidak pernah berkata 'kenapa kamu lakukan ini?' terhadap sesuatu yang aku lakukan, dan tidak pernah berkata 'kenapa kamu tidak lakukan ini?' terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah pribadi yang sangat sabar dan pemaaf terhadap orang-orang yang melayani beliau. Anas bin Malik yang masih muda saat itu, melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, dan tidak pernah sekalipun beliau memukulnya atau bahkan menegurnya dengan kasar. Ini adalah teladan yang sangat indah bagi para majikan dan pemimpin.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani Nabi ﷺ dalam kesabaran - Jangan mudah marah dan menggunakan kekerasan fisik terhadap pembantu atau istri.
  2. Utamakan maaf dan musyawarah - Jika terjadi kesalahan, selesaikan dengan komunikasi yang baik, bukan dengan pukulan.
  3. Pahami batasan syariat - Jika terpaksa harus mendidik, maka dengan cara yang tidak melukai, tidak memukul wajah, dan tidak melampaui batas.
  4. Jadikan rumah tangga sebagai madrasah kasih sayang - Rumah tangga yang dibangun di atas kasih sayang akan lebih berkah daripada yang dibangun di atas ketakutan.
  5. Perbaiki niat dalam melayani - Bagi pembantu atau pelayan, hendaknya ikhlas dalam melayani, dan bagi majikan hendaknya bersikap lembut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?