Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4764 tentang Peringatan tentang munculnya kelompok yang membaca Al-Qur'an tapi menyimpang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang munculnya kelompok Khawarij. Nabi ﷺ menggambarkan ciri-ciri mereka: rajin beribadah dan membaca Al-Qur'an, namun pemahaman mereka tidak melewati tenggorokan (tidak meresap ke hati), sehingga mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang menembus buruan. Hadits ini juga mengajarkan bahwa seorang pemimpin boleh memberikan harta kepada orang-orang yang baru masuk Islam atau yang perlu dilunakkan hatinya (mu'allafatu qulubuhum), meskipun hal itu menimbulkan protes dari yang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits riwayat Abu Dawud no. 4764, dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan redaksi yang serupa.

Ayat terkait tentang mu'allafatu qulubuhum:

QS. At-Taubah [9]: 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mu'allaf yang dilunakkan hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Hadits terkait dari Shahih Al-Bukhari:

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi ﷺ, beliau membagi-bagikan harta, lalu datanglah Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim..." (HR. Al-Bukhari no. 3344)

Penjelasan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memberikan harta kepada mu'allaf, dan bahwa Nabi ﷺ lebih mengutamakan maslahat dakwah daripada sekadar menyenangkan semua orang.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa orang yang menegur Nabi ﷺ itu adalah Dzul Khuwaishirah At-Tamimi, dan beliau ﷺ menahan diri untuk tidak membunuhnya karena ia masih dalam keadaan Islam secara lahir, dan agar tidak menjadi fitnah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

Pertama: Kebijakan Nabi ﷺ dalam membagi harta

Nabi ﷺ memberikan emas tersebut kepada empat tokoh dari kalangan pemimpin Arab yang baru masuk Islam atau yang diharapkan keislamannya, yaitu Al-Aqra' bin Habis, Uyainah bin Badr, Zaid Al-Khail, dan Alqamah bin 'Ulathah. Ini adalah bentuk ta'liful qulub (melunakkan hati) sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah: 60. Para sahabat dari Quraisy dan Anshar merasa keberatan karena mereka merasa lebih berjasa, namun Nabi ﷺ menjelaskan bahwa beliau melakukan ini untuk menarik hati mereka agar semakin dekat dengan Islam.

Kedua: Teguran kasar dari Dzul Khuwaishirah

Seorang laki-laki dengan ciri fisik yang disebutkan—mata cekung, tulang pipi menonjol, dahi menonjol, janggut lebat, dan kepala gundul—datang dan berkata dengan kasar: "Bertakwalah kepada Allah wahai Muhammad!" Ini adalah bentuk adab yang buruk kepada Nabi ﷺ. Namun Nabi ﷺ menjawab dengan tenang: "Siapa yang akan taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Allah mempercayakan aku atas penduduk bumi, tetapi kalian tidak mempercayaiku?"

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ ini menunjukkan ketinggian akhlak beliau—tidak membalas dengan kemarahan, tetapi dengan hikmah dan ketegasan. Beliau juga tidak serta-merta membunuh orang tersebut meskipun Khalid bin Al-Walid meminta izin, karena orang itu masih menampakkan keislaman.

Ketiga: Ciri-ciri Khawarij

Setelah orang itu pergi, Nabi ﷺ bersabda bahwa dari keturunannya akan lahir kaum yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka—artinya bacaan dan ibadah mereka tidak meresap ke dalam hati. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang menembus buruan. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa ciri khas Khawarij adalah:

  1. Banyak ibadah dan membaca Al-Qur'an, tetapi tanpa pemahaman yang benar
  2. Keras dan kasar dalam berdakwah
  3. Mudah mengkafirkan sesama muslim
  4. Membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala

Keempat: Hikmah tidak membunuh Dzul Khuwaishirah

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak membunuhnya karena beberapa alasan:

  • Orang tersebut masih menampakkan keislaman secara lahir
  • Membunuhnya bisa menjadi fitnah dan membuat orang lain menjauh dari Islam
  • Nabi ﷺ mengetahui bahwa akan ada penggantinya yang lebih buruk di kemudian hari

Story Telling

Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, orang tersebut—Dzul Khuwaishirah At-Tamimi—tetap hidup hingga masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ia termasuk salah satu tokoh yang memicu pemberontakan Khawarij terhadap Ali setelah Perang Shiffin. Mereka berkumpul di Harura' dan mengangkat Abdullah bin Wahb Ar-Rasibi sebagai pemimpin mereka. Mereka mengkafirkan Ali, Utsman, dan para sahabat lainnya.

Ketika Ali menghadapi mereka di Nahrawan, beliau mengingatkan pasukannya tentang sabda Nabi ﷺ ini. Ali berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda tentang mereka..." Lalu beliau memerangi mereka dan hampir semuanya terbunuh. Namun dari sisa-sisa mereka, muncullah Abdullah bin Muljam yang kemudian membunuh Ali radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan bahwa fitnah Khawarij tidak pernah benar-benar padam, dan Nabi ﷺ telah mengabarkan hal ini sejak awal.

Hikmah: Betapa pentingnya ilmu dan pemahaman yang benar dalam beragama. Ibadah yang banyak tanpa ilmu yang benar bisa menyesatkan pemiliknya. Sebagaimana dikatakan Al-Hasan Al-Bashri: "Bukanlah seorang yang banyak shalat dan puasa yang disebut alim, tetapi yang disebut alim adalah orang yang takut kepada Allah, menjaga batas-batas-Nya, dan memahami agama-Nya."

Kesimpulan Praktis

  1. Seorang pemimpin boleh memberikan harta kepada mu'allaf demi kemaslahatan dakwah, meskipun ada yang protes, selama itu sesuai dengan syariat.
  2. Adab kepada ulama dan pemimpin adalah berbicara dengan lembut dan penuh hormat, bukan dengan cara kasar dan menegur di depan umum.
  3. Banyak ibadah tanpa ilmu yang benar bisa menyesatkan—kita harus belajar Al-Qur'an dan Sunnah dari ulama yang benar.
  4. Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim—ini adalah ciri Khawarij yang telah dikabarkan Nabi ﷺ.
  5. Sabar dalam menghadapi orang yang kasar—Nabi ﷺ tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi dengan hikmah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.