Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa akan ada bisikan atau pertanyaan buruk yang muncul di hati sebagian manusia tentang siapa yang menciptakan Allah. Nabi ﷺ mengajarkan agar kita tidak melayani bisikan itu dengan berdebat, tetapi cukup menegaskan keimanan dan berlindung kepada Allah. Ini adalah bentuk penjagaan aqidah dari waswas setan, bukan tanda iman hilang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Sunnah, Bab tentang Jahmiyah, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
لَا يَزَالُ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ
Terjemahan: "Orang-orang akan terus saling bertanya hingga dikatakan: 'Ini, Allah menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?' Maka siapa yang menemukan sesuatu dari itu, hendaklah ia berkata: 'Aku beriman kepada Allah.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
QS. Al-Anbiya' [21]: 25
Terjemahan: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan kepadanya: 'Bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.'"
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Tuhan, sehingga pertanyaan "siapa yang menciptakan Allah" adalah waswas yang harus ditolak.
Hadits lain yang sangat terkait, dari Abu Hurairah juga:
لَا يَزَالُ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ
Ini adalah lafaz yang sama dalam riwayat Abu Dawud. Dalam Shahih Muslim juga terdapat riwayat serupa tentang waswas ini, dan Nabi ﷺ memerintahkan untuk berlindung kepada Allah serta menghentikan waswas tersebut.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan adanya waswas dari setan yang datang kepada manusia, dan obatnya adalah menegaskan iman serta berpaling dari bisikan itu.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa waswas ini bisa terjadi pada orang beriman, dan tidak termasuk kekufuran selama tidak diucapkan atau diyakini.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa setan berusaha merusak aqidah melalui waswas, dan cara menghadapinya adalah dengan iman, dzikir, dan berpaling.
Penjelasan Rinci
Hadits ini berbicara tentang fenomena waswas dalam aqidah. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa akan datang masa di mana manusia saling bertanya dan berdebat sampai muncul pertanyaan: "Siapa yang menciptakan Allah?" Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang batil, karena Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia tidak diciptakan. Allah berfirman:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
QS. Az-Zumar [39]: 62
Terjemahan: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu."
Jika Allah adalah Pencipta segala sesuatu, maka tidak masuk akal bertanya siapa yang menciptakan Allah, karena pertanyaan itu mengandaikan adanya pencipta bagi Allah, dan itu mustahil.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa waswas ini adalah bisikan setan yang bertujuan merusak iman. Nabi ﷺ mengajarkan agar orang yang mengalami waswas itu tidak meladeninya dengan debat, tetapi cukup mengatakan: "Aku beriman kepada Allah." Ini adalah bentuk penegasan iman dan penolakan terhadap bisikan setan.
Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa waswas ini tidak membatalkan iman selama tidak diucapkan dengan lisan atau diyakini dengan hati. Bahkan, adanya waswas dan penolakan terhadapnya menunjukkan kejujuran iman seseorang.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa setan memiliki dua cara menyerang manusia: pertama, dengan syahwat; kedua, dengan syubhat (keraguan). Waswas tentang pencipta Allah termasuk serangan syubhat. Obatnya adalah dengan ilmu yang benar, iman yang kuat, dan berpaling dari bisikan itu.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang keesaan Allah menegaskan bahwa Allah tidak memiliki pencipta, karena Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Maka pertanyaan "siapa yang menciptakan Allah" adalah pertanyaan yang lahir dari kebodohan atau waswas setan.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa waswas ini bisa datang kepada siapa saja, bahkan orang beriman. Namun, yang penting adalah bagaimana sikap kita: jangan meladeni, jangan memperbesar, cukup tegaskan iman dan berlindung kepada Allah.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:
- Sebagian ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menekankan bahwa waswas ini tidak membatalkan iman.
- Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa waswas ini adalah ujian bagi iman, dan orang yang menolaknya akan mendapat pahala.
- Ibn Qayyim menekankan pentingnya tidak berdebat dengan waswas, karena debat justru memperkuat bisikan setan.
Kesimpulannya, yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa waswas ini tidak membatalkan iman, dan obatnya adalah menegaskan iman serta berpaling dari bisikan itu, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
Story Telling
Suatu ketika, seorang sahabat datang kepada Nabi ﷺ dan mengadukan bahwa ia merasakan waswas yang sangat berat dalam hatinya, sampai-sampai ia merasa lebih baik jatuh dari langit daripada mengucapkan waswas itu. Nabi ﷺ bersabda: "Itu adalah iman yang murni." (HR. Muslim). Kisah ini menunjukkan bahwa waswas yang ditolak justru menjadi tanda iman yang kuat.
Al-Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang waswas ini. Beliau menjawab: "Setan datang kepada orang beriman dan berkata: 'Siapa yang menciptakan Allah?' Maka orang beriman itu menjawab: 'Allah adalah Penciptaku dan Pencipta segala sesuatu.' Setan pun pergi dengan hina." Ini menunjukkan bahwa iman yang kuat adalah benteng terhadap waswas.
Kesimpulan Praktis
- Waswas tentang "siapa yang menciptakan Allah" adalah bisikan setan, bukan tanda iman hilang.
- Jangan meladeni waswas dengan debat, cukup katakan: "Aku beriman kepada Allah."
- Perkuat iman dengan ilmu, dzikir, dan membaca Al-Qur'an.
- Jika waswas datang, berlindunglah kepada Allah dan berpalinglah dari bisikan itu.
- Yakinlah bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia tidak diciptakan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.