Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4683 tentang Pemberian dunia karena kekhawatiran lemahnya iman

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa iman itu bertingkat: ada yang lebih kuat dan ada yang lebih lemah. Nabi ﷺ menegur Sa'd bin Abi Waqqas dengan lembut ketika ia menyebut "mukmin" sebagai jaminan pemberian, dan menggantinya dengan "muslim". Nabi ﷺ juga menjelaskan bahwa beliau kadang memberi harta kepada orang yang imannya lebih lemah karena dikhawatirkan jatuh ke dalam neraka, sementara orang yang lebih dicintai beliau (karena imannya lebih kuat) tidak diberi. Ini adalah dalil bahwa amal dan iman bisa bertambah dan berkurang, serta bukti kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 27) dan Muslim (no. 150) dari Sa'd bin Abi Waqqas, dan Abu Dawud (no. 4683) dalam Kitab Sunnah, Bab Dalil tentang Penambahan dan Pengurangan Iman.

Teks hadits (potongan penting):

«أَوْ مُسْلِمٌ» — "Atau dia seorang Muslim."

«إِنِّي أُعْطِي رِجَالاً وَأَدَعُ مَنْ هُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُمْ، لاَ أُعْطِيهِ شَيْئًا مَخَافَةَ أَنْ يُكَبُّوا فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ»

" Aku memberikan kepada beberapa orang dan meninggalkan orang yang lebih aku cintai daripada mereka. Aku tidak memberinya apa-apa karena takut mereka terjatuh ke dalam neraka dengan wajah mereka."

Dalil Al-Qur'an tentang bertambahnya iman:

QS. Al-Anfal [8]: 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

" Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal."

QS. Al-Fath [48]: 4

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

" Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

Penjelasan Rinci

1. Konteks hadits. Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu melihat Nabi ﷺ membagikan harta (dari ghanimah) kepada beberapa orang dan tidak memberi seorang lelaki tertentu. Sa'd menyangka lelaki itu terhalang karena kekurangan, lalu berkata "padahal dia mukmin". Nabi ﷺ menegur dengan kalimat «أَوْ مُسْلِمٌ» — "atau dia seorang Muslim" — diulang tiga kali. Ini isyarat bahwa kata "mukmin" tidak boleh dijadikan ukuran mutlak untuk menilai seseorang, karena iman bertingkat-tingkat.

2. Iman bertambah dan berkurang. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab iman, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil Ahlus Sunnah bahwa iman itu ucapan, amal, dan keyakinan, serta bisa bertambah dan berkurang. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membedakan "mukmin" dan "muslim" di sini untuk menunjukkan bahwa keislaman dan keimanan memiliki tingkatan; orang yang diberi harta mungkin muslim tetapi imannya belum sampai derajat mukmin yang sempurna.

3. Hikmah pemberian harta. Nabi ﷺ menjelaskan alasannya: beliau memberi kepada orang yang imannya lebih lemah karena khawatir mereka jatuh ke neraka, sedangkan orang yang lebih dicintai beliau (karena imannya kuat) tidak diberi karena sudah kuat menanggung ujian. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memperlakukan manusia sesuai kondisi iman mereka: yang lemah iman dikuatkan dengan harta, yang kuat imannya dikuatkan dengan ilmu dan keyakinan. As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa harta adalah ujian, dan Nabi ﷺ mengatur pemberiannya dengan hikmah, bukan karena pilih kasih.

4. Adab Sa'd bin Abi Waqqas. Sa'd bertanya tiga kali, dan Nabi ﷺ tetap menjawab dengan lembut. Ini menunjukkan adab bertanya kepada Nabi ﷺ dan kesabaran beliau dalam menjawab. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menyebutkan bahwa hadits ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh memastikan surga atau neraka bagi orang lain, karena urusan hati ada di tangan Allah.

5. Perbedaan pendapat ulama daftar. Para ulama seperti Al-Bukhari, Muslim, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi sepakat bahwa hadits ini dalil bertambahnya iman. Imam Ahmad bin Hanbal dan Asy-Syafi'i juga menegaskan iman itu bertambah dan berkurang. Tidak ada perbedaan berarti di antara ulama daftar dalam memahami hadits ini; yang paling kuat adalah pemahaman Ahlus Sunnah bahwa iman bertingkat dan amal mempengaruhi iman.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin surga, pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang seorang lelaki yang tidak diberi harta. Sa'd menyangka lelaki itu mukmin, tetapi Nabi ﷺ menjawab "atau dia seorang Muslim" tiga kali. Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bahwa beliau memberi kepada orang yang dikhawatirkan jatuh ke neraka, dan menahan pemberian dari orang yang lebih dicintai karena imannya sudah kuat. Kisah ini mengajarkan bahwa kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya melebihi pemberian harta; beliau lebih mementingkan keselamatan iman daripada kepuasan dunia. (Sumber: Shahih Al-Bukhari no. 27, Shahih Muslim no. 150, Sunan Abu Dawud no. 4683.)

Kesimpulan Praktis

  1. Iman bertingkat: jangan mengukur iman seseorang hanya dari penampilan atau pemberian harta.
  2. Harta adalah ujian: pemberian dan penahanan harta oleh pemimpin harus berdasarkan hikmah dan maslahat iman.
  3. Adab bertanya: bertanya kepada Nabi ﷺ atau ulama dengan lembut dan sabar, seperti Sa'd.
  4. Jangan memastikan surga/neraka bagi orang lain; urusan hati milik Allah.
  5. Perbanyak doa agar iman bertambah dan tetap istiqamah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?