Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang sangat agung ketika masuk masjid. Doa ini berisi permohonan berlindung kepada Allah dengan menyebut tiga sifat-Nya yang mulia: keagungan (al-'Azhim), kemuliaan wajah (al-Karim), dan kekuasaan yang qadim (as-Sultan al-Qadim). Keutamaan doa ini sangat besar, yaitu setan akan menjauh dan tidak bisa mengganggu orang yang membacanya sepanjang hari. Ini adalah salah satu bentuk penjagaan dari Allah bagi hamba-Nya yang rajin berdzikir.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Diucapkan oleh Seorang Pria Ketika Masuk Masjid", nomor 466. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dan dinilai shahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.
Berikut adalah teks hadits dalam bahasa Arab beserta terjemahannya:
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، قَالَ لَقِيتُ عُقْبَةَ بْنَ مُسْلِمٍ فَقُلْتُ لَهُ بَلَغَنِي أَنَّكَ حَدَّثْتَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ قَالَ " أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ " . قَالَ أَقَطُّ قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ حُفِظَ مِنِّي سَائِرَ الْيَوْمِ .
Artinya: "Dari Haiwah bin Shuraih, ia berkata: Aku bertemu 'Uqbah bin Muslim lalu berkata kepadanya: 'Telah sampai kepadaku bahwa engkau meriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash, dari Nabi ﷺ bahwa apabila beliau masuk masjid, beliau mengucapkan: "Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan Wajah-Nya yang mulia, dan dengan kekuasaan-Nya yang qadim (terdahulu/abadi), dari setan yang terkutuk." 'Uqbah bertanya: 'Apakah hanya itu?' Aku menjawab: 'Ya.' Ia berkata: 'Apabila seseorang mengucapkan doa itu, maka setan berkata: "Dia telah dijaga dariku sepanjang hari."'"
Doa ini juga memiliki penguat dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari Abu Humaid as-Sa'idi atau Abu Usaid radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ لْيَقُلِ: اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah ia mengucapkan shalawat kepada Nabi ﷺ kemudian mengucapkan: 'Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.'" (HR. Muslim no. 713)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa doa masuk masjid ini mengandung makna yang sangat dalam. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa masjid adalah rumah Allah dan tempat yang paling dicintai oleh Allah. Namun, setan juga senang mengganggu manusia di tempat ibadah untuk merusak kekhusyukan mereka. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan doa perlindungan ini.
Beberapa poin penting dari doa ini:
- "A'udzu billahil 'azhim" (Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung): Ini adalah permohonan perlindungan dengan menyebut sifat keagungan Allah. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa berlindung kepada Allah dengan sifat keagungan-Nya menunjukkan betapa kecil dan lemahnya makhluk di hadapan-Nya, dan betapa besar kuasa-Nya untuk melindungi hamba-Nya.
- "Wa bi wajhihil karim" (dan dengan Wajah-Nya yang mulia): Ini adalah permohonan perlindungan dengan menyebut Wajah Allah yang Maha Mulia. Para ulama Ahlus Sunnah menetapkan bahwa Allah memiliki Wajah yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menanyakan bagaimana caranya. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menegaskan bahwa kita menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana yang Dia tetapkan untuk diri-Nya, tanpa ta'thil (menolak), tanpa tamtsil (menyerupakan), dan tanpa takyif (menanyakan bagaimana).
- "Wa sultanihil qadim" (dan dengan kekuasaan-Nya yang qadim/terdahulu): Ini adalah permohonan perlindungan dengan menyebut kekuasaan Allah yang telah ada sejak azali dan tidak akan berakhir. Imam Ibnul Qayyim dalam Badai'ul Fawaid menjelaskan bahwa kata "qadim" di sini bermakna kekuasaan Allah yang mendahului segala sesuatu dan tidak ada yang mendahului-Nya.
- "Minasy syaithanir rajim" (dari setan yang terkutuk): Setan disebut "rajim" karena ia diusir dari rahmat Allah dan dilempari dengan meteor ketika mencoba mencuri kabar langit.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 2450) menilai hadits ini shahih dan menjelaskan bahwa doa ini adalah salah satu dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ untuk masuk masjid. Beliau juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang membacanya, yaitu penjagaan dari gangguan setan sepanjang hari.
Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa dzikir memiliki pengaruh besar dalam mengusir setan. Setan sangat takut kepada orang yang berdzikir kepada Allah, karena dzikir adalah benteng yang kuat. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa setan berkata: "Manusia itu selalu dalam genggamanku, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah."
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang sangat bersemangat dalam menghafal dan menyampaikan sunnah-sunnah Nabi ﷺ. Beliau dikenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dan sangat teliti dalam menjaga sunnah. Suatu ketika, Haiwah bin Shuraih bertemu dengan 'Uqbah bin Muslim dan bertanya tentang hadits ini. 'Uqbah bin Muslim mengkonfirmasi kebenaran hadits ini dan menambahkan penjelasan tentang keutamaannya, yaitu setan akan berkata bahwa orang yang membaca doa ini telah dijaga darinya sepanjang hari.
Kisah ini menunjukkan betapa para ulama dan perawi hadits sangat berhati-hati dalam menyampaikan hadits. Mereka tidak mudah menerima suatu riwayat tanpa memastikan kebenarannya. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menjaga keaslian ajaran Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Membaca doa masuk masjid dengan lafaz: "A'udzu billahil 'azhim wa bi wajhihil karim wa sultanihil qadim minasy syaithanir rajim" (Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan Wajah-Nya yang mulia, dan dengan kekuasaan-Nya yang qadim, dari setan yang terkutuk).
- Membaca shalawat kepada Nabi ﷺ ketika masuk masjid, berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim.
- Berdoa memohon dibukakan pintu rahmat Allah dengan lafaz: "Allahummaftah li abwaba rahmatik" (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).
- Menjaga dzikir dan doa karena ia adalah benteng perlindungan dari gangguan setan, baik di dalam masjid maupun di luar masjid.
- Memperbanyak dzikir kepada Allah karena setan sangat takut kepada orang yang berdzikir.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.