Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits yang Anda tanyakan (Sunan Abu Dawud no. 4639) sebenarnya bukanlah sabda Nabi ﷺ, melainkan perkataan seorang tabi'in bernama Abu al-A'yas 'Abdurrahman bin Salman. Isinya adalah kabar tentang akan datangnya seorang raja dari kalangan non-Arab ('ajam) yang akan menguasai banyak negeri, tetapi tidak akan mampu menguasai Damaskus. Ini adalah salah satu kabar gaib yang menunjukkan keutamaan Syam dan kota Damaskus, serta termasuk tanda-tanda yang dikabarkan para salaf.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab as-Sunnah, Bab "Mengenai Para Khalifah" (no. 4639). Sanadnya dari Musa bin 'Amir al-Marri, dari al-Walid, dari Abdullah bin al-'Ala', bahwa ia mendengar Abu al-A'yas 'Abdurrahman bin Salman berkata.
Karena ini adalah atsar (perkataan sahabat/tabi'in), maka tidak ada ayat Al-Qur'an yang secara langsung menjelaskan redaksi ini. Namun, terdapat dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan Syam dan Damaskus, di antaranya:
QS. Al-A'raf [7]: 137
وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ
"Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan baratnya yang telah Kami berkahi..."
Ayat ini menunjukkan keberkahan bumi Syam yang diwariskan kepada Bani Israil, dan para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah bumi Syam.
Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika terjadi kerusakan di timur, maka perbaikannya ada di barat. Jika terjadi kerusakan di barat, maka perbaikannya ada di timur. Dan jika terjadi kerusakan di keduanya, maka perbaikannya ada di Syam." (HR. Muslim)
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fadhl 'Ilm as-Salaf 'ala al-Khalaf dan juga dalam pembahasannya tentang keutamaan Syam menyebutkan banyak atsar dari para salaf tentang keutamaan negeri Syam dan bahwa fitnah tidak akan sampai ke sana.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa atsar ini termasuk kabar tentang masa depan yang Allah ilhamkan kepada sebagian salaf. Abu al-A'yas 'Abdurrahman bin Salman adalah seorang tabi'in yang meriwayatkan dari para sahabat. Perkataannya ini menunjukkan bahwa negeri Syam, khususnya Damaskus, akan dijaga oleh Allah dari kekuasaan penuh raja-raja yang zalim.
Imam Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah ketika membahas tentang keutamaan Syam menyebutkan banyak riwayat dari para salaf bahwa Syam adalah negeri yang diberkahi, dan bahwa pasukan-pasukan yang berperang di sana akan senantiasa berada dalam kebaikan.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keberkahan yang Allah sebutkan untuk bumi Syam mencakup keberkahan agama dan dunia. Negeri tersebut menjadi tempat turunnya para nabi, dan akan senantiasa memiliki keutamaan hingga akhir zaman.
Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani ketika meneliti hadits-hadits dalam Sunan Abu Dawud memberikan catatan bahwa atsar ini shahih dari Abu al-A'yas, dan ia menjelaskan bahwa kabar ini termasuk mukjizat ilmiah yang menunjukkan kebenaran berita para salaf.
Adapun makna "raja dari kalangan 'ajam" (non-Arab) yang akan menguasai semua kota kecuali Damaskus — para ulama menafsirkan bahwa ini adalah kabar tentang kejadian yang akan terjadi di masa mendatang, bahwa Allah akan menjaga Damaskus dari kehancuran total yang menimpa negeri-negeri lain. Ini menunjukkan keistimewaan kota tersebut.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Syam adalah negeri yang diberkahi, tempat hijrahnya para nabi, dan bahwa penduduknya senantiasa berada di atas kebenaran.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam al-Awza'i — salah seorang ulama besar tabi'ut tabi'in yang tinggal di Syam — sangat mencintai negerinya. Beliau berkata: "Tidaklah Allah mengirimkan fitnah kepada umat ini kecuali Allah mengangkatnya dari penduduk Syam." Beliau juga berkata: "Syam adalah negeri para nabi, dan penduduknya adalah saudara-saudara para nabi."
Kecintaan para ulama salaf kepada Syam bukanlah fanatisme kesukuan, tetapi karena mereka memahami keutamaan negeri tersebut dari nash-nash syar'i. Mereka menjadikan Syam sebagai tempat menuntut ilmu dan beribadah, dan dari sanalah tersebar banyak ilmu ke seluruh penjuru dunia Islam.
Kesimpulan Praktis
- Hadits/atsar ini mengajarkan kita untuk meyakini bahwa Allah Maha Kuasa menjaga negeri-negeri yang Dia kehendaki, dan bahwa kabar para salaf tentang masa depan adalah benar karena bersumber dari ilham dan pemahaman mereka terhadap nash-nash syar'i.
- Kita dianjurkan untuk mencintai negeri Syam dan menghormati keutamaannya, sebagaimana disebutkan dalam banyak dalil.
- Atsar ini juga mengajarkan bahwa ilmu para salaf adalah warisan berharga yang harus kita pelajari dan kita ambil faedahnya.
- Kita tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah, karena Allah senantiasa menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman di tengah berbagai fitnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.