Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 455 tentang Perintah membangun masjid di setiap daerah dan menjaganya bersih

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan agar di setiap lingkungan/rumah kaum Muslimin dibangun tempat shalat (masjid/mushalla), lalu dijaga kebersihannya dan diberi wewangian. Tujuannya agar ibadah mudah ditegakkan, syiar Islam hidup di setiap pemukiman, dan tempat ibadah dihormati dengan kebersihan serta aroma yang baik. Ini termasuk adab dan sunnah yang ringan namun besar manfaatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab ash-Shalah, Bab Mabni al-Masajid fi ad-Dur (no. 455), dari Aisyah radhiyallahu 'anha, melalui jalur Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya ('Urwah bin az-Zubair).

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِبِنَاءِ الْمَسَاجِدِ فِي الدُّورِ وَأَنْ تُنَظَّفَ وَتُطَيَّبَ.

Terjemahan: "Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di rumah-rumah/pemukiman, serta agar (masjid-masjid itu) dibersihkan dan diberi wewangian."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan memuliakan tempat ibadah:

QS. Al-Hajj [22]: 32

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

Terjemahan: "Demikianlah, dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa mengagungkan syi'ar Allah mencakup memuliakan tempat-tempat ibadah dan menjaganya dari hal yang merendahkannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Anjuran membangun masjid di setiap pemukiman.

Kata ad-dur (الدُّور) adalah bentuk jamak dari dar (rumah/pemukiman). Sebagian ulama memahaminya sebagai masjid-masjid kecil di tiap lingkungan atau kabilah, bukan hanya satu masjid besar di pusat kota. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kaum Muslimin di masa awal membangun tempat shalat di tiap pemukiman agar shalat berjamaah mudah ditegakkan, terutama bagi yang jauh dari masjid utama. Imam an-Nawawi juga menegaskan keutamaan membangun masjid dan menjadikannya sarana ibadah berjamaah.

Kedua: Perintah membersihkan masjid.

Kebersihan masjid adalah bagian dari memuliakan syi'ar Allah. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari-nya menyebutkan bahwa menjaga kebersihan masjid termasuk amal yang dicintai Allah, karena masjid adalah rumah Allah yang seharusnya suci dari kotoran dan najis. Ini sejalan dengan perintah Nabi ﷺ untuk membersihkan masjid sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat.

Ketiga: Memberi wewangian pada masjid.

Memberi aroma yang baik (tath-yib) pada masjid adalah bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan kenyamanan bagi jamaah. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mencintai aroma yang baik, dan masjid sebagai tempat berkumpulnya kaum Muslimin sepatutnya memiliki aroma yang menyenangkan agar jamaah khusyuk dan nyaman.

Keempat: Perbedaan pendapat.

Sebagian ulama seperti Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban memasukkan hadits ini dalam bab keutamaan membangun masjid. Al-Bayhaqi dalam Sunan-nya juga meriwayatkan hadits serupa. Tidak ada pertentangan berarti di antara ulama daftar; semuanya sepakat bahwa membangun, membersihkan, dan mewangikan masjid adalah amal yang dianjurkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah salah satu Ummul Mu'minin yang paling memperhatikan urusan rumah tangga Nabi ﷺ, termasuk tempat beliau shalat. Beliau meriwayatkan banyak hadits tentang adab rumah dan ibadah. Dari beliau pula kita mengetahui bahwa Nabi ﷺ shalat di rumahnya, dan beliau menyebutkan perintah membangun masjid di pemukiman. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya memperhatikan masjid besar, tetapi juga tempat ibadah di setiap lingkungan, agar setiap Muslim mudah menegakkan shalat berjamaah dan menjaga syi'ar Islam di tempat tinggalnya. (Sumber: Sunan Abu Dawud, Fathul Bari Ibnu Hajar, Zadul Ma'ad Ibn Qayyim)

Kesimpulan Praktis

  1. Bangunlah tempat shalat di lingkungan/rumah jika memungkinkan, agar shalat berjamaah dan ibadah mudah ditegakkan.
  2. Jaga kebersihan masjid/mushalla dari kotoran, debu, dan najis — ini bagian dari memuliakan syi'ar Allah.
  3. Berikan wewangian pada masjid agar jamaah nyaman dan khusyuk.
  4. Ajarkan kepada keluarga bahwa merawat tempat ibadah adalah amal saleh yang ringan namun berpahala besar.
  5. Jangan meremehkan amal kecil seperti menyapu masjid atau memberi wangi-wangian, karena Nabi ﷺ sendiri memerintahkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?