Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan turunnya Nabi Isa عليه السلام di akhir zaman sebagai salah satu tanda besar Kiamat. Beliau akan datang mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ, bukan membawa syariat baru, lalu memerangi kekufuran, mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, membunuh Dajjal, dan tinggal di bumi selama empat puluh tahun sebelum wafat dan dishalatkan kaum Muslimin. Hadits ini mengajarkan kita untuk mengenali ciri-ciri beliau dan berpegang teguh pada Islam hingga akhir zaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. An-Nisa' [4]: 157-158 menyebutkan bahwa Nabi Isa عليه السلام tidak dibunuh dan tidak disalib, melainkan diangkat oleh Allah:
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Terjemah ringkas: "Dan mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka... Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Pertempuran, Bab Keluarnya Dajjal, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan).
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah tentang turunnya Isa عليه السلام, mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa turunnya Isa عليه السلام adalah salah satu tanda Kiamat yang pasti dan beliau akan mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa Isa عليه السلام akan berhukum dengan syariat Islam, bukan dengan Injil.
- Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim membahas panjang lebar tanda-tanda Kiamat termasuk turunnya Isa dan terbunuhnya Dajjal.
Penjelasan Rinci
Makna umum hadits:
Hadits ini mengandung beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
1. Tidak ada nabi antara Nabi Muhammad ﷺ dan Nabi Isa عليه السلام
Ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah nabi terakhir (khatamun nabiyyin), dan Nabi Isa عليه السلام bukanlah nabi baru setelah beliau, melainkan nabi yang diutus sebelum beliau dan akan turun kembali di akhir zaman sebagai pengikut syariat Nabi Muhammad ﷺ. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Isa عليه السلام turun bukan membawa syariat baru, tetapi menghidupkan dan menegakkan syariat Islam.
2. Ciri-ciri fisik Nabi Isa عليه السلام
Beliau digambarkan sebagai lelaki dengan tinggi sedang (marbu'), berkulit merah bercampur putih, mengenakan dua pakaian kuning muda, dan seolah-olah ada tetesan air dari kepalanya meskipun tidak basah. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan beliau dalam keadaan bersih dan bercahaya, dan ini adalah ciri yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih lainnya.
3. Tugas Nabi Isa عليه السلام saat turun
- Memerangi manusia untuk Islam: Beliau akan menegakkan Islam dan memerangi kekufuran.
- Mematahkan salib: Sebagai simbol penghapusan ajaran yang menyimpang tentang penyaliban.
- Membunuh babi: Menghapus praktik yang diharamkan dalam Islam.
- Menghapus jizyah: Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pada masa itu tidak ada lagi jizyah karena tidak ada agama lain yang tersisa selain Islam, atau karena beliau tidak menerima jizyah dari ahli kitab melainkan mengajak mereka masuk Islam.
- Allah memusnahkan semua agama kecuali Islam: Ini menunjukkan bahwa pada masa itu Islam akan menjadi satu-satunya agama yang diterima.
- Membunuh Dajjal: Nabi Isa عليه السلام akan membunuh Dajjal di pintu Ludd (sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih lainnya).
4. Tinggal di bumi selama empat puluh tahun
Ibnu Katsir dan Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa Nabi Isa عليه السلام akan tinggal di bumi selama empat puluh tahun setelah turun, kemudian wafat dan dishalatkan oleh kaum Muslimin. Ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar manusia yang akan mengalami kematian.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah "empat puluh tahun" berarti empat puluh tahun secara literal atau bisa bermakna kiasan. Namun Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi cenderung memahami secara literal sesuai zhahir hadits, dan ini yang paling kuat.
Story Telling
Kisah turunnya Nabi Isa عليه السلام dan terbunuhnya Dajjal:
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim dari An-Nawwas bin Sam'an, Nabi ﷺ menceritakan kisah panjang tentang Dajjal. Ketika Dajjal telah menyebarkan kerusakan di bumi, Allah mengutus Isa bin Maryam عليه السلام. Beliau turun di menara putih di Damaskus, mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan kuning muda, dengan kedua tangan diletakkan di atas sayap dua malaikat.
Ketika Dajjal melihat Isa عليه السلام, ia mulai meleleh seperti garam yang larut dalam air. Isa عليه السلام mengejarnya dan membunuhnya di pintu Ludd (sebuah tempat di Palestina). Kemudian Isa عليه السلام memerintah dengan syariat Islam, dan pada masa itu bumi mengeluarkan berkahnya, binatang-binatang buas hidup damai dengan manusia, dan keamanan menyebar.
Hikmah: Kisah ini mengajarkan bahwa kebatilan pasti akan dikalahkan oleh kebenaran, dan Islam akan jaya di akhir zaman. Kita harus berpegang teguh pada iman dan amal shalih agar termasuk orang-orang yang selamat.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada tanda-tanda Kiamat: Turunnya Nabi Isa عليه السلام adalah salah satu tanda besar Kiamat yang wajib diimani.
- Mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ: Karena Nabi Isa عليه السلام pun akan mengikuti syariat beliau, maka kita harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Berhati-hati terhadap fitnah Dajjal: Kita harus memperkuat iman dan amal shalih untuk menghadapi fitnah akhir zaman.
- Tidak ghuluw (berlebihan): Kita tidak boleh mengkultuskan Nabi Isa عليه السلام atau mengangkatnya melebihi kedudukannya sebagai hamba dan rasul Allah.
- Mempersiapkan diri untuk akhir zaman: Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan amal shalih, serta menjauhi kemaksiatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.