Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu penjelasan penting tentang ciri-ciri fisik Dajjal yang disampaikan Nabi ﷺ. Inti pesannya ada dua: pertama, menjelaskan sifat-sifat Dajjal agar kaum muslimin mengenalnya dan tidak tertipu; kedua, yang terpenting, Nabi ﷺ mengingatkan bahwa Allah Ta'ala tidaklah bermata satu. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang yang keliru menyangka bahwa Dajjal adalah tuhan atau memiliki sifat ketuhanan. Hadits ini juga menegaskan bahwa mengenal tanda-tanda Dajjal adalah bagian dari iman kepada hal gaib dan persiapan menghadapi fitnah besar di akhir zaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Malahim (Pertempuran), Bab Khuruj Ad-Dajjal, no. 4320. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari jalur lain.
Teks hadits yang Anda berikan sudah lengkap dengan sanad dan matan. Berikut kami kutip kembali bagian matan yang menjadi inti pembahasan:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "إِنِّي قَدْ حَدَّثْتُكُمْ عَنِ الدَّجَّالِ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ لاَ تَعْقِلُوا، إِنَّ مَسِيحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ قَصِيرٌ أَفْحَجُ جَعْدٌ أَعْوَرُ مَطْمُوسُ الْعَيْنِ لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْرَاءَ، فَإِنْ أُلْبِسَ عَلَيْكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ"
Makna ringkas: Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh aku telah banyak menceritakan kepada kalian tentang Dajjal hingga aku khawatir kalian tidak memahaminya. Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu adalah seorang laki-laki yang pendek, lebar kedua telapak kakinya (atau bengkok kakinya), berambut keriting, buta sebelah matanya, matanya tidak menonjol dan tidak juga cekung. Jika kalian dibuat bingung (tentang Rabb kalian), maka ketahuilah bahwa Rabb kalian tidaklah buta sebelah."
Ayat Al-Qur'an yang relevan sebagai penguat bahwa Allah tidak mungkin memiliki sifat kekurangan seperti makhluk:
QS. Asy-Syura [42]: 11
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya dalam segala hal, termasuk dalam sifat-sifat fisik. Dajjal bermata satu, tetapi Allah Maha Sempurna dan mustahil memiliki kekurangan.
Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim saat menafsirkan ayat-ayat tentang sifat Allah menjelaskan bahwa Allah disucikan dari segala kekurangan. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman juga menjelaskan bahwa ayat ini adalah dasar penetapan sifat-sifat Allah tanpa menyerupai makhluk, dan menyucikan Allah dari segala kekurangan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Mengapa Nabi ﷺ banyak berbicara tentang Dajjal?
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Dajjal adalah fitnah terbesar yang akan terjadi di akhir zaman. Oleh karena itu, Nabi ﷺ sangat perhatian untuk memperingatkan umatnya. Beliau khawatir jika terlalu banyak penjelasan, justru membuat para sahabat bingung, maka beliau memberikan ciri-ciri yang jelas agar mudah dikenali.
2. Ciri-ciri fisik Dajjal
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari mengumpulkan berbagai riwayat tentang ciri Dajjal. Dari hadits ini dan riwayat lainnya, ciri-ciri tersebut adalah:
- Pendek (قَصِيرٌ) - tidak tinggi
- Afhaj (أَفْحَجُ) - ada dua makna: kakinya bengkok atau jarak antara kedua pahanya lebar. Ada juga yang menafsirkan sebagai kaki yang datar/ayam
- Ja'd (جَعْدٌ) - rambutnya keriting
- A'war (أَعْوَرُ) - buta sebelah matanya
- Mathmus al-'ain (مَطْمُوسُ الْعَيْنِ) - matanya yang buta itu tidak menonjol dan tidak cekung, benar-benar rata/terhapus
3. Pesan tauhid yang paling agung
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-'Aqidah Al-Wasithiyah menjelaskan bahwa kalimat "فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ" (ketahuilah bahwa Rabb kalian tidak bermata satu) adalah inti dari hadits ini. Ini adalah bantahan telak terhadap orang-orang yang mengaku ketuhanan, seperti Dajjal yang nanti akan mengaku sebagai tuhan. Allah Maha Suci dari segala kekurangan. Mata yang buta adalah kekurangan, dan Allah mustahil memiliki kekurangan.
4. Hikmah mengenal sifat Dajjal
Imam Al-Barbahari dalam Syarh As-Sunnah menegaskan bahwa beriman kepada Dajjal dan fitnah-fitnahnya adalah bagian dari iman kepada hari akhir. Mengenal ciri-cirinya adalah bentuk kewaspadaan agar tidak tertipu. Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarah 'Aqidah Ath-Thahawiyah juga menjelaskan bahwa ketika Dajjal datang, ia akan membawa surga dan neraka palsu, namun seorang mukmin yang mengenal Rabb-nya tidak akan tertipu karena ia tahu Allah tidak mungkin memiliki kekurangan seperti yang ditampakkan Dajjal.
5. Derajat hadits
Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud. Beliau menjelaskan bahwa sanadnya bersambung dan para perawinya tsiqah (terpercaya).
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah seorang sahabat yang ikut dalam Bai'at 'Aqabah kedua dan termasuk ahli Badar. Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat cinta kepada ilmu dan hadits Nabi ﷺ.
Suatu hari, Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabat tentang Dajjal dengan sangat panjang. Kemudian beliau ﷺ khawatir para sahabat tidak bisa mencerna semua informasi itu. Maka beliau memberikan satu prinsip kunci yang mudah diingat: "Jika kalian bingung, ingatlah bahwa Rabb kalian tidak bermata satu."
Ini adalah pelajaran berharga: ketika menghadapi fitnah dan kebingungan, kembalilah kepada prinsip tauhid yang murni. Siapa yang mengenal Allah dengan nama dan sifat-Nya yang sempurna, ia tidak akan mudah tertipu oleh tipu daya Dajjal maupun fitnah-fitnah lain yang menyerupai kebenaran.
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa orang yang paling selamat dari fitnah Dajjal adalah mereka yang mengenal Allah, menghafal ayat-ayat tentang keesaan Allah (seperti awal surat Al-Kahfi), karena pengetahuan tentang Allah adalah benteng terkuat menghadapi segala syubhat.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah bahwa Dajjal akan muncul sebagai bagian dari iman kepada perkara gaib yang dikabarkan Nabi ﷺ.
- Hafalkan ciri-ciri Dajjal dari hadits-hadits shahih agar tidak tertipu ketika ia muncul.
- Pahami bahwa Allah Maha Sempurna dan mustahil memiliki kekurangan seperti buta sebelah mata. Ini adalah inti tauhid.
- Perbanyak menghafal awal surat Al-Kahfi sebagaimana wasiat Nabi ﷺ sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
- Jadikan ilmu tentang Allah sebagai benteng utama dalam menghadapi segala bentuk fitnah dan kesesatan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.