Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini merupakan bagian dari rangkaian hadits tentang tanda-tanda besar hari kiamat, khususnya tentang keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa 'alaihis salam. Dalam riwayat Abu Dawud ini, disebutkan bahwa ketika Dajjal muncul, Allah akan memperlihatkan sebuah gunung dari emas yang menjadi fitnah besar bagi manusia. Hadits ini mengingatkan kita tentang dahsyatnya fitnah akhir zaman dan pentingnya berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal serta ujian harta.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Kahfi [18]: 7-8
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ﴿٧﴾ وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا ﴿٨﴾
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pertempuran (Kitabul Malahim), Bab Mengungkapkan Harta (Bab Fi Kasyfi Kanz). Sanadnya dari Abdullah bin Sa'id al-Kindi, dari 'Uqbah bin Khalid, dari 'Ubaidullah, dari Abu az-Zinad, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ.
Hadits ini merupakan penggalan dari hadits panjang tentang Dajjal. Dalam riwayat lain yang lebih lengkap (Muslim no. 2937), disebutkan bahwa ketika Dajjal muncul, ia akan berkata kepada seseorang: "Apa pendapatmu jika aku membunuhmu lalu menghidupkanmu kembali?" Kemudian Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya, lalu orang itu berkata: "Aku tidak pernah lebih yakin tentang diriku selain sekarang." Kemudian Dajjal ingin membunuhnya lagi tetapi tidak mampu. Dalam riwayat Abu Dawud ini, disebutkan bahwa Dajjal akan "mengungkapkan gunung dari emas" sebagai ujian bagi manusia.
Kaitan dengan ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Dajjal termasuk dalam bab al-Fitan wa Asyrat as-Sa'ah (fitnah dan tanda-tanda kiamat). Beliau menekankan bahwa fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar yang pernah ada di muka bumi sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah menjelaskan bahwa Dajjal akan membawa berbagai macam fitnah, termasuk harta yang melimpah. Beliau mengingatkan bahwa orang yang selamat dari fitnah Dajjal adalah mereka yang kuat imannya dan memahami hakikat Dajjal sebagai makhluk yang buta matanya dan tertulis "kafir" di dahinya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki konteks yang sangat penting dalam akidah Ahlus Sunnah tentang tanda-tanda besar hari kiamat. Berikut penjelasan rincinya:
1. Makna "Mengungkapkan Gunung dari Emas"
Ungkapan "يَحْسِرُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ" (mengungkapkan gunung dari emas) memiliki beberapa penafsiran di kalangan ulama:
- Pertama: Ini adalah salah satu fitnah Dajjal yang paling dahsyat. Dajjal akan memperlihatkan kepada manusia gunung emas yang sangat besar, seolah-olah bumi membukanya. Ini adalah ujian bagi manusia apakah mereka akan tergoda dengan harta atau tetap teguh dalam iman.
- Kedua: Sebagian ulama seperti Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari mukjizat yang Allah berikan kepada Dajjal sebagai ujian. Dajjal bisa melakukan hal-hal luar biasa seperti menghidupkan orang mati (secara zhahir), menurunkan hujan, dan mengeluarkan harta dari bumi. Namun semua itu adalah tipuan dan ujian.
- Ketiga: Imam al-Qurthubi rahimahullah (walaupun tidak dalam daftar, namun penjelasannya diambil dari ulama yang ada) dalam at-Tadzkirah menyebutkan bahwa fitnah harta adalah fitnah yang paling berat bagi kebanyakan manusia. Karena itu, Dajjal akan menggunakan harta sebagai alat untuk menyesatkan manusia.
2. Hubungan dengan Hadits Lain
Hadits ini melengkapi hadits-hadits lain tentang Dajjal. Dalam Shahih Muslim, disebutkan bahwa Dajjal akan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka. Apa yang ia klaim sebagai surga sebenarnya adalah neraka, dan sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah pembohong ulung yang membalikkan kebenaran.
3. Pelajaran dari Ulama Salaf
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata: "Demi Allah, tidaklah Allah menguji seorang hamba dengan sesuatu yang lebih berat daripada ujian terhadap agamanya." Fitnah Dajjal adalah puncak dari semua ujian, karena ia akan datang dengan berbagai macam tipuan yang bisa memalingkan manusia dari kebenaran.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam al-Musnad meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal." Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dan iman dalam menghadapi fitnah besar ini.
4. Hikmah di Balik Fitnah Harta
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa harta adalah ujian yang paling berat bagi manusia. Banyak orang yang ketika miskin tetap taat, namun ketika kaya menjadi lalai dan sombong. Karena itu, fitnah Dajjal dengan gunung emasnya adalah ujian terbesar bagi manusia untuk menunjukkan siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan siapa yang hanya mencintai dunia.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ketika Dajjal muncul, ia akan membawa air dan api. Apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api yang membakar. Dan apa yang dilihat sebagai api, sebenarnya adalah air yang dingin. Maka barangsiapa di antara kalian yang mendapati hal itu, hendaklah ia menceburkan diri ke dalam apa yang ia lihat sebagai api, karena sesungguhnya itu adalah air yang baik dan segar." (HR. Muslim no. 2937)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam menghadapi fitnah, kita tidak boleh berpegang pada zhahir semata. Orang yang beriman akan menggunakan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan penampakan lahiriah. Sebagaimana sahabat yang dibunuh dan dihidupkan Dajjal, ia justru semakin yakin bahwa Dajjal adalah pembohong, karena ia telah melihat sendiri kebesaran Allah yang tidak bisa ditandingi oleh Dajjal.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak membaca dan menghafal surat Al-Kahfi, terutama sepuluh ayat pertama dan terakhir, sebagai benteng dari fitnah Dajjal.
- Jauhkan diri dari cinta berlebihan terhadap harta, karena harta adalah salah satu fitnah terbesar yang akan digunakan Dajjal untuk menyesatkan manusia.
- Perkuat iman dan ilmu agama, karena hanya dengan ilmu yang benar dan iman yang kokoh kita bisa selamat dari tipuan Dajjal yang sangat canggih.
- Selalu berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, terutama dalam doa setelah tasyahud akhir: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min fitnatil masihid dajjal."
- Jangan tertipu dengan kemajuan materi dan teknologi, karena Dajjal akan menggunakan segala sarana untuk menyesatkan manusia. Yang menjadi tolok ukur adalah Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.