Bab Jika Imam Menunda Shalat dari Waktunya
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ، - يَعْنِي الْجَوْنِيَّ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " يَا أَبَا ذَرٍّ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُمِيتُونَ الصَّلاَةَ " . أَوْ قَالَ " يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ " . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ " صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّهَا فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ " .
Abu Dharr berkata: "Rasulullah bertanya kepadaku: 'Bagaimana kamu akan bertindak, Abu Dharr, ketika kamu berada di bawah penguasa yang membunuh shalat atau menundanya (melebihi waktu yang ditentukan)?' Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku?' Beliau menjawab: 'Tunaikan shalat pada waktunya, dan jika kamu shalat bersama mereka, maka lakukanlah, karena itu akan menjadi shalat sunnah bagimu.'"