Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu tanda-tanda besar hari kiamat yang disampaikan Nabi ﷺ, yaitu akan terjadinya peperangan antara umat Islam dengan bangsa Turki. Ciri-ciri fisik yang disebutkan (mata kecil, hidung pesek, wajah seperti perisai kulit, dan sandal dari rambut) adalah sifat-sifat yang dikenal dari bangsa Tartar/Mongol yang keluar di akhir zaman. Hadits ini mengajarkan kita untuk beriman kepada berita-berita gaib dari Nabi ﷺ dan mempersiapkan diri dengan keimanan serta amal shalih, karena kiamat pasti terjadi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud:
Teks hadits yang Anda berikan sudah lengkap dengan sanadnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur yang berbeda, sehingga derajatnya shahih (sahih) dan disepakati keshahihannya oleh para ulama hadits.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah ﷻ berfirman tentang kepastian datangnya hari kiamat:
لَا يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ
"Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal yang shalih dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang sangat keras; dan rencana jahat mereka akan hancur." (QS. Fathir [35]: 10) - ini adalah potongan yang relevan tentang kekuasaan Allah, namun untuk kepastian kiamat lebih tepat:
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا تَسْعَىٰ
"Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang telah ia usahakan." (QS. Thaha [20]: 15)
Kaitan dengan Ulama:
Imam Abu Dawud memasukkannya dalam Kitab al-Malahim (pertempuran besar). Para ulama seperti Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk berita gaib yang terbukti terjadi, yaitu penaklukan bangsa Tartar oleh umat Islam pada masa lalu, dan masih ada kemungkinan terjadi lagi di akhir zaman.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Kepastian Terjadinya Kiamat: Nabi ﷺ mengabarkan bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum perkara-perkara ini terjadi. Ini menunjukkan bahwa kiamat itu pasti, dan kita wajib mengimani semua berita Nabi ﷺ tentang tanda-tandanya.
- Ciri-ciri Kaum yang Dimaksud: Sifat "sandal dari rambut", "mata kecil", "hidung pesek", dan "wajah seperti perisai yang dilapisi kulit" adalah ciri-ciri fisik yang dikenal dari bangsa Turki/Mongol. Imam Ibn Katsir dalam an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim dan Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa ini adalah sifat bangsa Tartar yang keluar dari timur, yang telah terjadi penaklukan mereka atas kaum muslimin, kemudian Allah menyelamatkan umat Islam melalui para pahlawannya. Namun, sebagian ulama juga berpendapat bahwa ini bisa terjadi lagi di akhir zaman dengan bangsa yang memiliki sifat serupa.
- Hikmah Peperangan: Peperangan ini bukanlah peperangan untuk penjajahan atau permusuhan semata, tetapi dalam konteks membela agama dan mempertahankan diri dari kezaliman. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menekankan bahwa umat Islam harus selalu siap secara fisik dan mental, namun yang terpenting adalah kesiapan iman dan tauhid.
- Perbedaan Pendapat tentang Waktu: Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, apakah hadits ini telah terjadi (pada peristiwa penaklukan Tartar) atau masih akan terjadi di akhir zaman. Pendapat yang lebih kuat, sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam tahqiqnya, adalah bahwa hadits ini bersifat umum, bisa terjadi berulang kali. Yang penting adalah kita mengambil pelajaran dan mempersiapkan diri.
Story Telling
Dahulu, pada abad ke-7 Hijriah, bangsa Tartar yang kejam menyerang negeri-negeri Islam. Mereka membantai kaum muslimin dan menghancurkan Baghdad. Umat Islam saat itu sangat menderita. Namun, Allah ﷻ mengirimkan seorang pemimpin yang shalih, yaitu Sultan Qutuz dari Mesir, yang menyatukan kaum muslimin. Dalam perang 'Ain Jalut, pasukan Islam yang kecil namun beriman mampu mengalahkan pasukan Tartar yang besar. Ini membuktikan bahwa janji Allah dan kabar Nabi ﷺ itu benar. Kemenangan tidak diukur dari banyaknya jumlah, tetapi dari keimanan dan kesabaran. Kisah ini disebutkan oleh para sejarawan dan dikuatkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala'.
Kesimpulan Praktis
- Iman kepada yang Gaib: Kita wajib meyakini semua kabar Nabi ﷺ tentang tanda-tanda kiamat, baik yang sudah terjadi maupun yang belum.
- Persiapan Diri: Perbanyak amal shalih, perkuat tauhid, dan jauhi maksiat sebagai bekal menghadapi hari akhir.
- Kewaspadaan: Jangan tertipu oleh kekuatan duniawi semata; kemenangan sejati ada pada pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
- Doa: Memohon kepada Allah agar diberi keteguhan iman hingga akhir hayat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.