Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu tanda-tanda dekatnya hari kiamat yang disampaikan Nabi ﷺ. Intinya, di akhir zaman nanti akan terjadi lima hal: waktu terasa semakin singkat, ilmu agama berkurang, banyak fitnah (ujian dan kekacauan), sifat kikir/bakhil merajalela, dan banyak terjadi pembunuhan (al-harj). Hadits ini mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu selagi masih ada, serta waspada terhadap fitnah dan ujian di akhir zaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Dzikr al-Fitan wa 'Alamatiha, no. 4255. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta terjemahannya:
Teks Arab (dengan harakat lengkap):
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ". قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّةُ هُوَ؟ قَالَ: "الْقَتْلُ الْقَتْلُ".
Terjemahan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Waktu akan saling berdekatan, ilmu akan berkurang, fitnah akan muncul, sifat kikir akan dilemparkan (ke dalam hati manusia), dan al-harj akan banyak." Ditanyakan: "Wahai Rasulullah, apakah al-harj itu?" Beliau menjawab: "Pembunuhan, pembunuhan."
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan hari Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar." (QS. Al-Hajj [22]: 1)
Ayat ini mengingatkan kita tentang dahsyatnya hari kiamat dan perlunya persiapan, sebagaimana hadits ini juga mengingatkan kita tentang tanda-tanda dekatnya kiamat.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan makna "al-harj" dalam hadits ini sebagai pembunuhan, sebagaimana ditafsirkan langsung oleh Nabi ﷺ. Beliau juga menyebutkan bahwa "ilmu yang berkurang" adalah berkurangnya ulama dan hilangnya ilmu dengan wafatnya para ulama, bukan hilangnya ilmu dari dalam mushaf atau kitab.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung lima tanda besar yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Mari kita bedah satu per satu:
1. Waktu saling berdekatan (يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ)
Para ulama berbeda pendapat tentang makna ini. Imam Ibn Hajar al-Asqalani menyebutkan beberapa penafsiran:
- Waktu terasa berjalan cepat, sehingga setahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, dan seterusnya.
- Banyaknya peristiwa besar yang terjadi dalam waktu singkat.
- Berkurangnya keberkahan umur, sehingga manusia tidak sempat beramal banyak.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa makna yang paling tepat adalah waktu terasa cepat berlalu dan keberkahannya berkurang. Ini adalah kenyataan yang kita rasakan di zaman sekarang.
2. Ilmu berkurang (يَنْقُصُ الْعِلْمُ)
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa berkurangnya ilmu adalah dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama wafat, manusia akan mengangkat pemimpin yang bodoh, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa hilangnya ilmu adalah hilangnya para pembawanya (ulama), bukan hilangnya kitab-kitab dari peredaran. Ini adalah ujian terbesar bagi umat di akhir zaman.
3. Fitnah muncul (وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ)
Fitnah di sini mencakup syubhat (kerancuan dalam agama) dan syahwat (hawa nafsu). Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa fitnah yang muncul di akhir zaman adalah ujian yang menimpa hati manusia, sehingga banyak yang tersesat karena syubhat dan terjerumus karena syahwat.
4. Sifat kikir dilemparkan (وَيُلْقَى الشُّحُّ)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa "dilemparkan" berarti sifat kikir itu dimasukkan ke dalam hati manusia sehingga menjadi tabiat mereka. Manusia menjadi sangat cinta harta, enggan berbagi, dan tidak peduli dengan sesama.
5. Banyak pembunuhan (وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ)
Nabi ﷺ menjelaskan langsung bahwa al-harj adalah pembunuhan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini terjadi karena hilangnya ilmu dan banyaknya fitnah, sehingga manusia mudah membunuh tanpa alasan yang benar.
Imam Ibn Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menyebutkan bahwa di akhir zaman, pembunuhan akan menjadi perkara yang ringan di mata manusia, bahkan terjadi tanpa sebab yang jelas.
Story Telling
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. Ketika itu, pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan. Pengkhianat diberi amanah dan orang amanah dianggap khianat. Dan yang berbicara hanyalah orang-orang yang rendah (Ruwaibidhah)." Ditanyakan: "Siapakah Ruwaibidhah itu?" Beliau menjawab: "Orang bodoh yang berbicara tentang urusan umum."
Kisah ini menunjukkan bahwa ketika ilmu berkurang dan fitnah muncul, manusia akan kehilangan pedoman. Orang-orang bodoh akan berbicara tanpa ilmu, dan masyarakat justru mengikuti mereka. Ini adalah peringatan keras bagi kita untuk berpegang teguh pada ulama yang benar-benar berilmu dan bertaqwa.
Kesimpulan Praktis
- Bersegera menuntut ilmu syar'i selagi masih ada ulama dan waktu. Jangan menunda, karena ilmu akan semakin langka.
- Berhati-hati terhadap fitnah — baik syubhat dalam agama maupun syahwat dalam kehidupan. Perbanyak bergaul dengan ulama dan orang shalih.
- Menjauhi sifat kikir dengan membiasakan bersedekah dan berbagi, karena kikir adalah tabiat buruk yang akan merajalela di akhir zaman.
- Menjaga nyawa dan darah — jangan mudah menumpahkan darah, baik secara fisik maupun dengan menyakiti sesama.
- Memperbanyak doa agar Allah melindungi kita dari fitnah akhir zaman dan memberikan keistiqamahan dalam agama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.