Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4133 tentang Anjuran memperbanyak memakai sandal saat bepergian

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan sunnah yang sederhana namun penuh hikmah: memperbanyak dan membiasakan memakai sandal (alas kaki), terutama dalam perjalanan. Nabi ﷺ menyebutkan bahwa orang yang memakai sandal itu seperti "terus berkendara", yakni terjaga kakinya dari gangguan dan keletihan. Ini termasuk bimbingan Nabi ﷺ dalam menjaga kesehatan dan adab berpakaian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pakaian, Bab Memakai Sandal, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي سَفَرٍ فَقَالَ "أَكْثِرُوا مِنَ النِّعَالِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لاَ يَزَالُ رَاكِبًا مَا انْتَعَلَ"

Terjemahan: "Kami bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan, lalu beliau bersabda: 'Perbanyaklah memakai sandal, karena seorang lelaki senantiasa seperti berkendara selama ia memakai sandal.'"

Dalil pendukung dari Al-Qur'an tentang perintah menjaga diri dan nikmat Allah:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

QS. Al-Baqarah [2]: 195 — "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."

Ayat ini menjadi dasar umum bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan diri adalah bagian dari ketaatan, dan memakai alas kaki saat safar termasuk sarana menjaga diri.

Penjelasan Rinci

Hadits ini muncul dalam konteks safar (perjalanan). Nabi ﷺ melihat para sahabat dalam keadaan safar, lalu menganjurkan agar memperbanyak bekal sandal — maknanya: bersiap dan membiasakan memakai alas kaki.

Makna "terus berkendara" (رَاكِبًا): Para ulama menjelaskan bahwa orang yang memakai sandal itu seperti orang yang menaiki tunggangan — kakinya terjaga dari batu, duri, panas, dan luka, sehingga ia bisa terus berjalan tanpa banyak berhenti. Ini adalah ungkapan Nabi ﷺ yang penuh hikmah untuk memotivasi umatnya menjaga kaki.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang sandal menunjukkan sunnahnya memakai sandal, dan bahwa memakai sandal membantu seseorang dalam berjalan dan beraktivitas. Beliau juga menyebutkan adab-adab memakai sandal, seperti memulai dengan kaki kanan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa anjuran memperbanyak sandal dalam safar berkaitan dengan kesiapan dan menjaga kaki, karena safar biasanya berat dan penuh tantangan.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad membahas manfaat alas kaki bagi tubuh dan menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa memakai sandal, dan bahwa menjaga kaki termasuk menjaga kesehatan yang diperintahkan syariat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kaidah tafsirnya menegaskan bahwa syariat Islam selalu membawa maslahat dan mencegah mudharat, termasuk dalam hal-hal sederhana seperti alas kaki.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar bahwa hadits ini berisi anjuran (sunnah), bukan kewajiban. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ini termasuk adab safar.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah, seorang ulama besar yang terkenal zuhud dan sering safar untuk menuntut ilmu dan berjihad, sangat memperhatikan kesiapan fisik dalam perjalanan. Beliau dikenal selalu menjaga diri agar kuat dalam beribadah dan menuntut ilmu, termasuk dalam hal-hal kecil seperti alas kaki. Para salaf memahami bahwa menjaga kekuatan fisik adalah sarana untuk taat kepada Allah, bukan tujuan dunia semata.

Hikmahnya: perkara kecil seperti sandal pun bisa menjadi jalan ketaatan jika diniatkan untuk menjaga diri dan memudahkan ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan memakai sandal/alas kaki, terutama saat safar atau beraktivitas berat.
  2. Niatkan memakai sandal untuk menjaga kesehatan dan memudahkan ibadah, bukan sekadar gaya.
  3. Ikuti adab Nabi ﷺ: memakai sandal mulai dari kaki kanan, melepas mulai dari kaki kiri (sebagaimana dalam hadits lain yang shahih).
  4. Jangan remehkan sunnah-sunnah kecil, karena semuanya membentuk kepribadian Muslim yang mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.
  5. Jaga diri dari bahaya sesuai QS. Al-Baqarah [2]: 195, karena menjaga keselamatan adalah bagian dari syariat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?