Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4074 tentang Larangan memakai pakaian wol berbau tidak sedap

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah memakai jubah (burdah) hitam yang dibuatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha. Namun, ketika beliau berkeringat dan tercium bau wol dari jubah tersebut, beliau melepasnya. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat menyukai aroma yang harum dan tidak menyukai bau yang tidak sedap. Hadits ini juga menunjukkan bahwa warna hitam pada pakaian tidaklah terlarang, karena Nabi ﷺ sendiri pernah memakainya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pakaian, Bab Tentang Warna Hitam, nomor 4074. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ صَنَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ بُرْدَةً سَوْدَاءَ فَلَبِسَهَا فَلَمَّا عَرَقَ فِيهَا وَجَدَ رِيحَ الصُّوفِ فَقَذَفَهَا . قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَكَانَ تُعْجِبُهُ الرِّيحُ الطَّيِّبَةُ

"Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: 'Aku membuatkan untuk Rasulullah ﷺ sebuah jubah (burdah) hitam, lalu beliau memakainya. Ketika beliau berkeringat di dalamnya dan mencium bau wol, beliau melemparkannya.' Perawi berkata: 'Aku kira beliau (Qatadah) berkata: 'Dan beliau (Nabi ﷺ) menyukai aroma yang harum.'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam an-Nasa'i dalam Sunan-nya dengan lafaz yang serupa.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah dari hadits ini:

1. Bolehnya memakai pakaian berwarna hitam

Imam Abu Dawud menempatkan hadits ini dalam "Bab Tentang Warna Hitam" untuk menunjukkan bahwa memakai pakaian hitam itu diperbolehkan. Hal ini diperkuat oleh riwayat lain bahwa Nabi ﷺ pernah berkhutbah dengan mengenakan sorban hitam, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Samurah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa warna hitam pada pakaian hukumnya mubah (boleh), tidak ada larangan khusus kecuali jika ada dalil yang menunjukkannya.

2. Nabi ﷺ menyukai aroma yang harum

Ini adalah pelajaran utama dari hadits ini. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam menjelaskan adab-adab Nabi ﷺ menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan kebersihan dan keharuman. Beliau tidak menyukai bau yang tidak sedap, bahkan dari pakaiannya sendiri. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya menjaga kebersihan diri dan pakaiannya, serta berusaha untuk selalu dalam keadaan harum dan wangi.

3. Pakaian dari wol bisa menimbulkan bau saat berkeringat

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ kadang memakai pakaian dari wol, namun ketika pakaian tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap karena keringat, beliau melepasnya. Ini bukan berarti wol itu haram, tetapi menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat menjaga kenyamanan dan kebersihan.

4. Sikap Nabi ﷺ yang tidak memaksakan diri

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa tindakan Nabi ﷺ melepas jubah tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim tidak perlu memaksakan diri memakai sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, selama tidak melanggar syariat. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya agar tidak memberatkan diri dalam hal-hal yang bersifat duniawi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha sangat memperhatikan kesenangan dan kenyamanan Rasulullah ﷺ. Beliau membuatkan jubah hitam dari wol untuk Nabi ﷺ dengan penuh kasih sayang. Namun, ketika Nabi ﷺ memakainya dan berkeringat, terciumlah bau wol yang kurang sedap. Maka beliau melepasnya dengan lembut, tanpa menyinggung perasaan Aisyah.

Aisyah radhiyallahu 'anha sendiri yang menceritakan kejadian ini kepada para sahabat dan tabi'in, menunjukkan bahwa beliau tidak merasa tersinggung, melainkan memahami bahwa Nabi ﷺ memang sangat menyukai aroma yang harum. Bahkan dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah menolak wewangian yang dihadiahkan kepadanya.

Kisah ini mengajarkan kita tentang adab dalam rumah tangga: saling memahami, tidak mudah tersinggung, dan menerima kekurangan dengan lapang dada. Aisyah radhiyallahu 'anha adalah teladan dalam hal ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Boleh memakai pakaian berwarna hitam karena Nabi ﷺ sendiri pernah memakainya.
  2. Seorang muslim hendaknya menjaga kebersihan diri dan pakaiannya, serta berusaha untuk selalu harum.
  3. Jika suatu pakaian menimbulkan bau tidak sedap, tidak mengapa untuk melepasnya dan menggantinya.
  4. Dalam kehidupan rumah tangga, kita harus saling memahami dan tidak mudah tersinggung.
  5. Nabi ﷺ adalah teladan dalam hal kebersihan dan kesenangan yang baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.