Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4036 tentang Kesederhanaan pakaian Rasulullah saat wafat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ wafat mengenakan pakaian yang sederhana dan kasar, bukan pakaian mewah. Ini adalah pelajaran agung tentang zuhud dan tidak berlebihan dalam berpakaian, sekaligus bantahan terhadap anggapan bahwa seorang pemimpin atau orang mulia harus selalu tampil dengan pakaian terbaik. Kesederhanaan beliau hingga akhir hayat adalah bukti bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dari penampilan duniawi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab al-Libas (Pakaian), Bab Libas al-Khasyin (Pakaian Kasar), no. 4036. Juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ringkas (no. 5818) dan Imam Muslim (no. 2080) dari jalur Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy'ari.

Teks Arab Hadits:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُوسَى، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ - يَعْنِي ابْنَ الْمُغِيرَةِ - الْمَعْنَى - عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - فَأَخْرَجَتْ إِلَيْنَا إِزَارًا غَلِيظًا مِمَّا يُصْنَعُ بِالْيَمَنِ وَكِسَاءً مِنَ الَّتِي يُسَمُّونَهَا الْمُلَبَّدَةَ، فَأَقْسَمَتْ بِاللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قُبِضَ فِي هَذَيْنِ الثَّوْبَيْنِ.

Terjemahan:

Dari Abu Burdah, ia berkata: "Aku masuk menemui 'Aisyah radhiyallahu 'anha, lalu ia mengeluarkan kepada kami sebuah kain bawah (izar) yang kasar buatan Yaman dan sehelai kain yang mereka sebut mulabbadah (kain tebal berbulu). Lalu ia bersumpah demi Allah bahwa Rasulullah ﷺ wafat dalam dua pakaian ini."

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 31

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Kesederhanaan Nabi ﷺ hingga akhir hayat

Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya, dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakan Nabi ﷺ saat wafat adalah pakaian yang biasa beliau pakai sehari-hari, bukan pakaian khusus yang disiapkan untuk jenazah. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak menyimpan pakaian bagus khusus untuk dirinya, melainkan hidup sederhana.

2. Makna "izar ghaliz" (kain kasar)

Imam al-Khathabi menjelaskan bahwa izar ghaliz adalah kain bawah yang teksturnya kasar, bukan yang halus dan lembut. Adapun mulabbadah adalah kain tebal yang berbulu, sejenis mantel kasar. Kedua pakaian ini adalah pakaian yang murah dan sederhana, bukan pakaian mewah.

3. Zuhud bukan berarti meninggalkan yang halal

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa zuhud bukanlah mengharamkan yang halal atau memaksa diri memakai yang buruk. Namun zuhud adalah hati tidak terikat pada dunia. Nabi ﷺ kadang memakai pakaian bagus, kadang sederhana. Namun yang beliau contohkan hingga akhir hayat adalah kesederhanaan, agar umatnya tidak menjadikan kemewahan sebagai tujuan.

4. Bantahan terhadap budaya bermegah-megahan

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa pakaian Nabi ﷺ tidak pernah yang paling mewah, dan ini menjadi bantahan terhadap orang-orang yang menganggap kemuliaan seseorang diukur dari pakaiannya. Beliau mengajarkan bahwa pakaian hanyalah penutup aurat dan pelindung tubuh, bukan simbol kesombongan.

5. Pelajaran bagi para pemimpin dan dai

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin dan penuntut ilmu agar tidak terbawa arus kemewahan. Karena jika Nabi ﷺ yang merupakan manusia terbaik saja wafat dengan pakaian sederhana, maka sudah sepantasnya umatnya tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.

6. Perbedaan pendapat tentang pakaian terbaik

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakai pakaian bagus:

  • Sebagian ulama seperti Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya cenderung menganjurkan kesederhanaan berdasarkan hadits ini.
  • Ulama lain seperti Imam asy-Syafi'i membolehkan memakai pakaian bagus selama tidak berlebihan dan tidak untuk sombong, berdasarkan firman Allah: "Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya?" (QS. Al-A'raf [7]: 32).

Pendapat yang lebih kuat adalah memakai pakaian yang layak dan bersih, tidak harus mewah, dan tidak harus buruk. Yang terpenting adalah niat dan tidak berlebihan.

Story Telling

Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dikenal sangat zuhud dalam berpakaian. Beliau pernah ditanya tentang pakaian yang dikenakannya yang sederhana, lalu beliau menjawab: "Aku tidak ingin mendahului Nabi ﷺ dalam hal yang beliau sendiri tidak melakukannya." Maksudnya, beliau tidak ingin memakai pakaian yang lebih baik dari yang biasa dipakai Nabi ﷺ, sebagai bentuk pengagungan dan cinta kepada sunnah.

Kisah lain, ketika 'Aisyah radhiyallahu 'anha menunjukkan pakaian Nabi ﷺ kepada Abu Burdah, beliau menangis. Para sahabat yang hadir pun tersentuh, karena mereka menyaksikan bahwa manusia paling mulia di sisi Allah wafat dengan pakaian yang sangat sederhana, padahal seluruh dunia dan perbendaharaannya ditawarkan kepadanya oleh Allah, namun beliau menolaknya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadikan kesederhanaan sebagai gaya hidup, bukan kemewahan. Pakaian yang bersih, sopan, dan menutup aurat sudah cukup.
  2. Jangan mengukur kemuliaan seseorang dari pakaiannya. Banyak orang shalih yang hidup sederhana namun mulia di sisi Allah.
  3. Hindari berlebihan dalam berpakaian, baik dari segi harga, model, maupun jumlah.
  4. Niatkan berpakaian karena Allah, untuk menutup aurat dan menjaga diri, bukan untuk pamer atau sombong.
  5. Teladani Nabi ﷺ dalam kesederhanaan, karena itu adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?