Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4025 tentang Pakaian kesukaan Nabi adalah kemeja

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa pakaian yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ adalah al-qamish (kemeja). Ini adalah pakaian yang menutup aurat dengan sempurna, tidak terlalu ketat, dan tidak terlalu longgar. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk memilih pakaian yang sederhana, nyaman, dan menutup aurat dengan baik, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda berikan adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ بْنِ خَالِدٍ الْحَنَفِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الْقَمِيصُ

Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ adalah kemeja." (HR. Abu Dawud no. 4025)

Status Hadits:

Hadits ini dinilai hasan oleh para ulama. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam kitabnya Shahih Sunan Abi Dawud menyebutkan bahwa hadits ini hasan. Beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini memiliki penguat dari riwayat lain.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik." (QS. Al-A'raf [7]: 26)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama pakaian adalah menutup aurat, dan pakaian yang paling baik adalah yang membawa pemakainya kepada ketakwaan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Makna "Al-Qamish" (Kemeja)

Imam Ibnul Atsir dalam An-Nihayah menjelaskan bahwa al-qamish adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, mulai dari bahu hingga betis atau mata kaki. Ini adalah pakaian yang paling sempurna dalam menutup aurat.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kemeja yang dimaksud adalah pakaian yang longgar, tidak ketat sehingga tidak memperlihatkan bentuk tubuh, dan menutupi seluruh badan kecuali kepala dan tangan bagi laki-laki.

2. Hikmah Kecintaan Nabi ﷺ terhadap Kemeja

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ lebih menyukai kemeja dibandingkan pakaian lain karena beberapa alasan:

  • Kemeja lebih mudah dipakai dan dilepas
  • Kemeja menutup aurat dengan lebih sempurna dibandingkan pakaian yang terpisah-pisah
  • Kemeja tidak terlalu ketat sehingga tidak memperlihatkan bentuk tubuh
  • Kemeja lebih sederhana dan tidak berlebihan

3. Pelajaran tentang Kesederhanaan

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa kecintaan Nabi ﷺ terhadap kemeja menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya memilih pakaian yang sederhana, nyaman, dan tidak berlebihan. Nabi ﷺ tidak memilih pakaian yang mewah atau mencolok, tetapi memilih yang paling praktis dan menutup aurat dengan baik.

4. Adab Berpakaian dalam Islam

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa dalam berpakaian, seorang muslim hendaknya memperhatikan beberapa hal:

  • Menutup aurat dengan sempurna
  • Tidak memakai pakaian yang menyerupai lawan jenis
  • Tidak memakai pakaian yang menyerupai pakaian khas orang kafir
  • Tidak berlebihan dalam berpakaian (israf)
  • Tidak memakai pakaian untuk sombong dan membanggakan diri

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, perawi hadits ini, adalah salah seorang istri Nabi ﷺ yang sangat memperhatikan detail kehidupan beliau. Beliau menceritakan banyak hal tentang kebiasaan dan kesukaan Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal berpakaian.

Suatu ketika, para sahabat melihat Nabi ﷺ mengenakan kemeja yang sederhana namun bersih. Beliau tidak pernah memilih pakaian yang mewah atau mahal, meskipun Allah telah memberikan kepadanya kekayaan dari harta rampasan perang. Beliau tetap hidup sederhana dan memilih pakaian yang paling nyaman dan menutup aurat dengan baik.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari pakaian yang dikenakannya, tetapi dari ketakwaan dan akhlaknya. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Kesimpulan Praktis

Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Memilih pakaian yang menutup aurat dengan sempurna - Kemeja adalah contoh pakaian yang baik karena menutup seluruh badan.
  2. Tidak berlebihan dalam berpakaian - Hindari pakaian yang terlalu mahal, mewah, atau sekadar untuk pamer.
  3. Memilih pakaian yang sederhana dan nyaman - Nabi ﷺ menyukai yang praktis dan nyaman dipakai.
  4. Menghindari pakaian yang ketat dan transparan - Pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh tidak diperbolehkan.
  5. Bersyukur atas pakaian yang dimiliki - Pakaian adalah nikmat dari Allah yang sering kita lupakan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?