Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4021 tentang Doa saat memakai pakaian baru

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pakaian, Bab "Apa yang Dikatakan Ketika Memakai Pakaian Baru". Teks yang Anda sebutkan adalah jalur periwayatan kedua melalui Al-Jurairi, yang maknanya serupa dengan hadits sebelumnya. Hadits ini mengajarkan kepada kita adab dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika mengenakan pakaian baru, yaitu memuji Allah yang telah memberi pakaian dan rezeki.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini berkaitan dengan doa memakai pakaian baru. Hadits pokoknya diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dan teks doanya adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Terjemahan: "Ya Allah, bagi-Mu segala pujian, Engkaulah yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan pembuatannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan pembuatannya."

Hadits ini terdapat dalam Sunan Abu Dawud (no. 4020), Sunan at-Tirmidzi (no. 1767), dan Sunan Ibnu Majah (no. 3557). Imam at-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan.

Adapun ayat yang relevan tentang pakaian sebagai nikmat Allah:

وَيَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

QS. Al-A'raf [7]: 26

Terjemahan: "Wahai anak-anak Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."

Penjelasan Rinci

Hadits yang Anda sebutkan (no. 4021) adalah jalur periwayatan kedua dari Al-Jurairi dengan sanad yang berbeda, namun maknanya serupa dengan hadits sebelumnya (no. 4020). Ini adalah metode Imam Abu Dawud rahimahullah dalam menyusun kitabnya — beliau sering menyebutkan jalur-jalur periwayatan yang berbeda untuk menguatkan suatu hadits.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan bahwa pakaian adalah nikmat dari Allah, dan seorang hamba dianjurkan untuk memohon kebaikan dari pakaian tersebut serta berlindung dari keburukannya. Ini menunjukkan adab yang tinggi dalam menggunakan nikmat Allah.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa doa ini mencakup permohonan agar pakaian tersebut membawa manfaat, baik untuk ibadah, kehormatan diri, maupun kebaikan dunia dan akhirat. Dan berlindung dari keburukannya berarti berlindung dari kesombongan, pamer, atau penggunaan pakaian untuk hal yang haram.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa ini sebagai bentuk syukur atas nikmat pakaian, karena pakaian adalah kebutuhan pokok manusia yang Allah sediakan. Beliau juga menyebutkan bahwa doa ini mengandung tauhid, karena hanya kepada Allah kita memohon dan berlindung.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan ayat Al-A'raf [7]: 26 bahwa Allah menyebutkan pakaian sebagai nikmat yang nyata, dan pakaian takwa (iman dan amal saleh) adalah yang paling utama. Ini menunjukkan bahwa memperhatikan penampilan lahiriah dibolehkan, tetapi yang paling penting adalah memperhatikan keadaan batin.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menambahkan bahwa doa ini juga mengajarkan kita untuk tidak sombong dengan pakaian yang kita miliki, karena semua adalah pemberian Allah. Beliau juga menekankan bahwa memakai pakaian baru adalah sunnah untuk berdoa, dan ini termasuk adab yang sering dilupakan.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dalam riwayat yang masyhur menyatakan bahwa doa ini diucapkan ketika memakai pakaian baru secara khusus. Sedangkan Imam asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa doa ini bisa diucapkan untuk pakaian baru maupun pakaian biasa, karena maknanya mencakup keduanya. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur yang mengkhususkan untuk pakaian baru, karena haditsnya menyebutkan "pakaian baru" secara spesifik, namun tidak mengapa mengamalkannya untuk pakaian biasa sebagai bentuk syukur.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang tabi'in yang terkenal zuhud, ketika beliau membeli pakaian baru, beliau memakainya dan mengucapkan doa ini. Kemudian beliau berkata kepada murid-muridnya: "Sesungguhnya pakaian ini adalah nikmat dari Allah. Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat kecil, maka ia tidak akan mensyukuri nikmat besar." Beliau juga mengingatkan bahwa pakaian yang paling baik adalah pakaian yang tidak membuat seseorang lupa kepada Allah.

Fudail bin 'Iyadh rahimahullah pernah berkata: "Aku tidak pernah memakai pakaian baru kecuali aku ingat bahwa pakaian yang paling indah adalah pakaian takwa, dan aku takut pakaian ini menjadi sebab aku sombong." Ini menunjukkan bagaimana salafus shalih memahami doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi sebagai muhasabah (introspeksi) diri.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan doa memakai pakaian baru sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
  2. Sadari bahwa pakaian adalah nikmat dari Allah, bukan semata hasil usaha kita.
  3. Jangan sombong dengan pakaian yang kita miliki, karena yang paling utama adalah pakaian takwa.
  4. Ucapkan doa ini ketika memakai pakaian baru, dan jika memakai pakaian biasa, tetap bersyukur kepada Allah.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak untuk membiasakan doa ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?