Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4003 tentang Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa ketika Nabi ﷺ datang ke tempat tinggal para sahabat Muhajirin, beliau ditanya tentang ayat Al-Qur'an yang paling agung. Beliau menjawab dengan membacakan awal Surat Al-Baqarah ayat 255, yaitu Ayat Kursi. Ini menunjukkan bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung karena di dalamnya terkumpul sifat-sifat Allah yang sempurna: keesaan-Nya, kehidupan-Nya yang kekal, dan pengurusan-Nya terhadap seluruh makhluk tanpa ada rasa lelah, kantuk, ataupun tidur.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang dimaksud dalam hadits ini adalah QS. Al-Baqarah [2]: 255:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur."

Hadits terkait:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Huruf dan Bacaan, no. 4003. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, dan Imam At-Tirmidzi dalam Al-Jami' dari sahabat Abu Ayyub Al-Ansari radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat lain yang lebih panjang, disebutkan bahwa yang bertanya adalah Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in telah sepakat bahwa ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an adalah Ayat Kursi. Di antara ulama yang menjelaskan hal ini:

  • Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H) dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan keutamaan Ayat Kursi dan menyebutkan hadits-hadits yang menunjukkan keagungannya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di (wafat 1376 H) dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan makna-makna agung yang terkandung dalam Ayat Kursi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa Ayat Kursi disebut sebagai ayat paling agung karena kandungannya yang sangat lengkap tentang tauhid dan sifat-sifat Allah. Mari kita perhatikan penjelasan para ulama:

1. Keagungan Ayat Kursi menurut para ulama

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Ayat Kursi memiliki keutamaan yang sangat besar. Beliau meriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ ditanya oleh Ubay bin Ka'ab tentang ayat paling agung, beliau menjawab: "Ayat Kursi." Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Wahai Abul Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang Allah berikan kepadamu."

2. Kandungan Ayat Kursi

Syaikh As-Sa'di menjelaskan bahwa Ayat Kursi mengandung:

  • Penetapan tauhid uluhiyah (keesaan Allah dalam ibadah) melalui firman-Nya: "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia."
  • Penetapan sifat kehidupan yang sempurna melalui firman-Nya: "Yang Maha Hidup" - yaitu kehidupan yang kekal, tidak berawal dan tidak berakhir.
  • Penetapan sifat qayyumiyah (Allah yang mengurus seluruh makhluk-Nya) melalui firman-Nya: "Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)" - yaitu Allah yang mengurus seluruh alam semesta dengan kekuasaan-Nya.
  • Penetapan kesempurnaan Allah dalam menjaga makhluk-Nya melalui firman-Nya: "Tidak mengantuk dan tidak tidur" - karena mengantuk dan tidur adalah bentuk kekurangan, dan Allah Maha Suci dari semua itu.

3. Mengapa ayat ini paling agung?

Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah menjelaskan bahwa keagungan suatu ayat sesuai dengan kandungannya. Ayat Kursi mengandung pengenalan tentang Allah dengan sifat-sifat-Nya yang agung, dan tidak ada yang lebih agung daripada mengenal Allah. Oleh karena itu, ayat yang paling banyak mengandung pengenalan tentang Allah adalah ayat yang paling agung.

4. Perbedaan pendapat tentang ayat paling agung

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa ayat paling agung adalah ayat dalam Surat Al-An'am (ayat 59) tentang kunci-kunci ilmu Allah yang ghaib, atau ayat dalam Surat Al-A'raf (ayat 54) tentang penciptaan langit dan bumi. Namun pendapat yang paling kuat - dan disepakati oleh mayoritas ulama - adalah bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung, berdasarkan hadits-hadits shahih yang menjelaskan hal ini.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu tentang kisah penjaga harta zakat (yang ternyata adalah setan) yang mengajarkan Ayat Kursi dan berkata: "Jika engkau membacanya ketika akan tidur, maka tidak akan ada setan yang mendekatimu sampai pagi." Kemudian Nabi ﷺ bersabda: "Dia benar kepadamu, padahal dia adalah pendusta."

Story Telling

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat yang paling banyak menghafal Al-Qur'an dan termasuk penulis wahyu. Suatu hari, Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya:

"Wahai Abul Mundzir, tahukah engkau ayat apa yang paling agung dalam Kitab Allah yang engkau miliki?"

Ubay bin Ka'ab menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui."

Rasulullah ﷺ mengulangi pertanyaannya, dan Ubay bin Ka'ab tetap menjawab dengan jawaban yang sama. Kemudian Ubay berkata: "Ayat Kursi: Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum..."

Maka Rasulullah ﷺ menepuk dadanya dengan tangannya yang mulia dan bersabda: "Wahai Abul Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang Allah berikan kepadamu. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat ini memiliki lisan dan dua bibir yang mensucikan Allah di sisi 'Arsy." (HR. Ahmad dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Ayat Kursi di sisi Allah. Bahkan ayat ini digambarkan memiliki lisan yang bertasbih mensucikan Allah di sisi 'Arsy - sebuah gambaran yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan ayat ini di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an berdasarkan jawaban langsung dari Nabi ﷺ ketika ditanya para sahabat.
  2. Biasakan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib - berdasarkan hadits riwayat Imam An-Nasa'i dan Ath-Thabrani dari Abu Umamah bahwa barangsiapa membacanya setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.
  3. Biasakan membaca Ayat Kursi sebelum tidur - berdasarkan hadits Abu Hurairah yang diajarkan oleh setan, dan Nabi ﷺ membenarkannya bahwa Allah akan menjaga orang yang membacanya dari gangguan setan.
  4. Renungkan makna Ayat Kursi agar iman kita kepada Allah semakin kuat, karena di dalamnya terkandung pengenalan tentang Allah dengan sifat-sifat-Nya yang agung.
  5. Ajarkan Ayat Kursi kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita sebagaimana para sahabat mengajarkannya kepada generasi setelah mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?