Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang terdengar di malam hari memiliki keutamaan besar. Rasulullah ﷺ mendoakan kebaikan bagi orang yang membacanya karena bacaan tersebut mengingatkan beliau pada ayat-ayat yang hampir terlupakan. Ini juga menjadi dalil bahwa mengingatkan orang lain dalam kebaikan, terutama dalam hal Al-Qur'an, adalah perbuatan terpuji.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Imam Abu Dawud termasuk ulama yang tercantum dalam daftar rujukan.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا مُوسَى، - يَعْنِي ابْنَ إِسْمَاعِيلَ - حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، رضى الله عنها أَنَّ رَجُلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَقَرَأَ فَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "يَرْحَمُ اللَّهُ فُلاَنًا كَائِنٌ مِنْ آيَةٍ أَذْكَرَنِيهَا اللَّيْلَةَ كُنْتُ قَدْ أَسْقَطْتُهَا"
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Musa - yaitu Ibnu Isma'il - telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Hisyam bin Urwah, dari Urwah, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa seorang laki-laki bangkit di malam hari lalu membaca dan mengangkat suaranya dengan Al-Qur'an. Ketika pagi tiba, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Semoga Allah merahmati si Fulan! Malam tadi ia mengingatkan saya sejumlah ayat yang hampir saya lupakan.'"
Hadits ini juga memiliki makna yang sejalan dengan ayat Al-Qur'an tentang keutamaan membaca Al-Qur'an di malam hari, di antaranya:
QS. Al-Muzzammil [73]: 4
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan dan jelas)."
QS. Al-Isra' [17]: 78
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
"Dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Ayat-ayat ini menunjukkan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan suara yang jelas, terutama di waktu malam dan fajar, yang menjadi konteks hadits di atas.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan beberapa poin penting:
- Keutamaan membaca Al-Qur'an di malam hari dengan suara yang terdengar: Seorang laki-laki bangkit di malam hari dan membaca Al-Qur'an dengan mengangkat suaranya. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an di malam hari, terutama dalam shalat malam, adalah amalan yang sangat dianjurkan. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an di malam hari memiliki keutamaan tersendiri karena waktu itu lebih khusyuk dan jauh dari gangguan.
- Mengingatkan orang lain pada ayat yang terlupakan: Rasulullah ﷺ mendoakan kebaikan bagi orang tersebut karena telah mengingatkan beliau pada ayat-ayat yang hampir terlupakan. Ini menunjukkan bahwa saling mengingatkan dalam kebaikan, terutama dalam hal Al-Qur'an, adalah perbuatan yang sangat terpuji. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya seseorang mengingatkan imam atau orang lain jika lupa dalam membaca Al-Qur'an.
- Doa Rasulullah ﷺ untuk orang yang membacanya: Ungkapan "يَرْحَمُ اللَّهُ فُلاَنًا" (Semoga Allah merahmati si Fulan) menunjukkan betapa besar apresiasi Rasulullah ﷺ terhadap orang yang membacakan Al-Qur'an dengan suara yang terdengar. Ini juga menunjukkan bahwa beliau tidak merasa terganggu, melainkan justru bersyukur dan mendoakan kebaikan.
- Tidak ada larangan mengangkat suara dalam membaca Al-Qur'an: Hadits ini menunjukkan bahwa mengangkat suara dalam membaca Al-Qur'an di malam hari tidaklah terlarang, bahkan dianjurkan, selama tidak mengganggu orang lain. Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang terdengar adalah lebih utama karena dapat memberi manfaat bagi orang lain dan mengusir kantuk.
- Kaitan dengan sifat Nabi ﷺ yang manusiawi: Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa lupa, namun beliau tetap mengakui dan menghargai orang yang mengingatkannya. Ini mengajarkan kita untuk tidak merasa gengsi ketika diingatkan, terutama dalam hal kebaikan.
Dalam memahami hadits ini, para ulama dari daftar rujukan seperti Imam An-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Rajab al-Hanbali menekankan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan suara yang jelas, terutama di malam hari, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara mereka tentang keutamaan amalan ini.
Story Telling
Dikisahkan bahwa pada suatu malam, seorang sahabat bangkit untuk shalat malam dan membaca Al-Qur'an dengan suara yang cukup keras. Bacaan itu terdengar oleh Rasulullah ﷺ yang sedang berada di rumahnya. Di antara ayat-ayat yang dibaca, ada beberapa ayat yang Rasulullah ﷺ sendiri hampir lupa atau belum membacanya dalam waktu dekat. Ketika pagi tiba, Rasulullah ﷺ dengan penuh kasih sayang mendoakan sahabat tersebut: "Semoga Allah merahmati si Fulan! Malam tadi ia mengingatkan saya sejumlah ayat yang hampir saya lupakan."
Kisah ini menggambarkan betapa indahnya interaksi antara Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Nabi ﷺ tidak merasa terganggu dengan suara bacaan tersebut, melainkan justru bersyukur dan mendoakan kebaikan. Ini juga menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah cahaya yang saling mengingatkan antara sesama Muslim. (Sumber: Sunan Abu Dawud, dengan sanad yang shahih menurut penilaian para ulama hadits seperti Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud).
Kesimpulan Praktis
- Bacalah Al-Qur'an di malam hari dengan suara yang jelas, terutama dalam shalat malam, karena itu memiliki keutamaan besar dan dapat mengusir kantuk.
- Saling mengingatkanlah dalam kebaikan, terutama dalam hal hafalan dan bacaan Al-Qur'an. Jika ada yang lupa, ingatkanlah dengan cara yang lembut dan penuh adab.
- Jangan merasa gengsi ketika diingatkan, karena Nabi ﷺ sendiri mengakui bahwa beliau bisa lupa dan menghargai orang yang mengingatkannya.
- Doakanlah kebaikan bagi orang yang membacakan Al-Qur'an atau mengingatkan kita pada kebaikan, sebagaimana Nabi ﷺ mendoakan sahabat tersebut.
- Hindari mengangkat suara yang berlebihan hingga mengganggu orang lain, karena Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.