Bab Cara Ruqyah
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُعَلِّمُهُمْ مِنَ الْفَزَعِ كَلِمَاتٍ " أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ " . وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو يُعَلِّمُهُنَّ مَنْ عَقَلَ مِنْ بَنِيهِ وَمَنْ لَمْ يَعْقِلْ كَتَبَهُ فَأَعْلَقَهُ عَلَيْهِ .
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr bin al-'As berkata: Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan kepada mereka kalimat-kalimat dalam keadaan ketakutan: Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, bisikan-bisikan setan dan kehadiran mereka. Abdullah bin Amr biasa mengajarkan kalimat-kalimat ini kepada anak-anaknya yang telah baligh, dan dia menuliskannya (pada suatu bahan) dan menggantungkan kepada anak yang belum baligh.