Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3891 tentang Ruqyah dengan tangan kanan tujuh kali dan doa perlindungan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah ruqyah (doa perlindungan) yang sangat sederhana namun penuh berkah ketika merasakan sakit. Caranya adalah dengan meletakkan tangan kanan di tempat yang sakit, lalu mengusapnya sebanyak tujuh kali sambil membaca doa: "A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu" (Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuatan-Nya dari keburukan yang aku rasakan). Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang diajarkan langsung kepada sahabatnya, Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu, dan menjadi amalan yang beliau wariskan kepada keluarga dan orang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim dan Abu Dawud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2202) dan juga oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 3891) dari sahabat Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu. Lafazh yang Anda sebutkan adalah riwayat Abu Dawud.

Teks Arab Hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ، أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ السُّلَمِيَّ، أَخْبَرَهُ أَنَّ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ أَخْبَرَهُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ، أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ قَالَ عُثْمَانُ وَبِي وَجَعٌ قَدْ كَادَ يُهْلِكُنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " امْسَحْهُ بِيَمِينِكَ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَقُلْ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ " . قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَا كَانَ بِي فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِي وَغَيْرَهُمْ .

Terjemahan:

Utsman bin Abil 'Ash berkata bahwa ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku merasakan sakit yang hampir membinasakanku." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Usaplah (bagian yang sakit) dengan tangan kananmu tujuh kali dan ucapkanlah: 'A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu' (Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuatan-Nya dari keburukan yang aku rasakan)." Utsman berkata, "Maka aku melakukannya, lalu Allah menghilangkan sakit yang kualami. Dan aku terus-menerus menyuruh (mengajarkan) hal ini kepada keluargaku dan orang lain."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hadits ini dalam kitab-kitab mereka. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (14/182) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya meruqyah diri sendiri dengan cara mengusap tempat sakit dan membaca doa tersebut.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (4/307) menegaskan bahwa ruqyah dengan cara ini adalah ruqyah yang disyariatkan, karena dilakukan dengan menyebut nama dan sifat Allah, serta memohon perlindungan kepada-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Doa Perlindungan dengan Sifat-Sifat Allah

Doa yang diajarkan Nabi ﷺ ini menggunakan lafazh "A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi" (Aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuatan-Nya). Ini menunjukkan bahwa kita berlindung kepada Allah dengan perantara sifat-sifat-Nya yang agung, yaitu al-'Izzah (keagungan/kemuliaan) dan al-Qudrah (kekuasaan/kekuatan). Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa berlindung dengan sifat-sifat Allah adalah bentuk tawassul yang disyariatkan, karena Allah Mahaagung dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

2. Tata Cara yang Diajarkan

Nabi ﷺ mengajarkan dua hal sekaligus:

  • Perbuatan: Mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan sebanyak tujuh kali.
  • Ucapan: Membaca doa perlindungan tersebut.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (10/207) menjelaskan bahwa pengulangan tujuh kali ini memiliki makna tersendiri, sebagaimana dalam beberapa ibadah lain yang juga menggunakan angka tujuh (seperti thawaf dan sa'i), sebagai bentuk penguatan dan kesungguhan dalam berdoa.

3. Ruqyah untuk Diri Sendiri

Hadits ini menunjukkan bahwa ruqyah tidak harus dilakukan oleh orang lain. Seseorang boleh meruqyah dirinya sendiri. Ini adalah bentuk tawakkal kepada Allah sekaligus ikhtiar yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (no. 3891) menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa ruqyah semacam ini termasuk ruqyah syar'iyyah yang dibolehkan.

4. Keberkahan Mengamalkan Sunnah

Kisah Utsman bin Abil 'Ash menunjukkan bahwa dengan mengamalkan apa yang diajarkan Nabi ﷺ, Allah menghilangkan sakitnya. Bahkan beliau terus mengajarkan amalan ini kepada keluarganya dan orang lain. Ini menunjukkan bahwa siapa yang mengamalkan sunnah dengan ikhlas dan yakin, maka Allah akan memberikan keberkahan.

Story Telling

Ada kisah yang sangat menarik tentang Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah seorang sahabat yang diangkat oleh Nabi ﷺ sebagai gubernur di Tha'if. Suatu ketika, beliau merasakan sakit yang sangat berat hingga hampir membinasakannya. Lalu beliau datang mengadu kepada Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ tidak menyuruhnya pergi ke dokter atau meminum obat tertentu, tetapi mengajarkan sebuah doa yang sangat sederhana. Beliau bersabda, "Usaplah dengan tangan kananmu tujuh kali dan ucapkanlah: A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu."

Utsman pun melakukannya dengan penuh keyakinan. Maka Allah menghilangkan sakitnya. Yang lebih menakjubkan, beliau tidak berhenti mengamalkannya untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajarkannya kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ketika menjelaskan hadits ini pernah berkata bahwa di dalamnya terdapat pelajaran tentang pentingnya keyakinan kepada Allah ketika berdoa. Jika seseorang berdoa dengan hati yang hadir dan yakin, maka Allah akan mengabulkannya.

Kesimpulan Praktis

Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Ajarkan doa ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat kita, sebagaimana Utsman bin Abil 'Ash melakukannya.
  2. Ketika merasakan sakit di bagian tubuh tertentu, letakkan tangan kanan di tempat tersebut, usap sebanyak tujuh kali, sambil membaca: "A'udzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu."
  3. Yakinlah bahwa kesembuhan datangnya dari Allah, dan doa ini hanyalah wasilah (perantara) yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
  4. Jadikan ruqyah ini sebagai amalan harian, terutama ketika merasakan sakit atau tidak enak badan.
  5. Jangan meremehkan doa-doa sederhana dari Nabi ﷺ, karena di dalamnya terdapat keberkahan yang besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.