Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3876 tentang Manfaat tujuh kurma ajwah pagi hari

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan kurma Ajwah yang dimakan di pagi hari, yaitu tujuh butir, sebagai sebab perlindungan dari racun dan sihir pada hari itu. Ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang wajib kita imani, dan termasuk bagian dari pengobatan nabawi. Manfaat ini berlaku dengan izin Allah, bukan karena kurma itu sendiri memiliki kekuatan mutlak.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pengobatan, Bab Tentang Kurma Ajwah, dari Amir bin Sa'd bin Abi Waqqas dari ayahnya, Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرُّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلَا سِحْرٌ

Terjemahan: "Barangsiapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah di pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir."

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Sa'd bin Abi Waqqas, dengan lafaz yang menyebut kurma Ajwah Madinah. Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang kurma Ajwah sebagai obat.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan makanan yang baik dan bermanfaat:

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا

QS. Al-Maidah [5]: 88

Terjemahan: "Dan makanlah dari apa yang telah Allah berikan kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik."

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya memakan yang halal dan thayyib, dan di antara rezeki thayyib itu adalah kurma, khususnya Ajwah yang memiliki keistimewaan sebagaimana disebut dalam hadits.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan kekhususan kurma Ajwah, yaitu jenis kurma yang tumbuh di Madinah. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna hadits ini. Sebagian memahami secara tekstual bahwa Allah menciptakan pada kurma Ajwah sifat khusus yang mencegah racun dan sihir. Sebagian lain memahami bahwa ini berlaku bagi orang yang mengimani hadits ini dengan penuh keyakinan, sehingga Allah menjaganya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa keutamaan ini khusus bagi penduduk Madinah pada zaman Nabi ﷺ, atau khusus bagi kurma Ajwah Madinah yang asli, dan sebagian ulama menyatakan manfaat ini berlaku umum bagi siapa saja yang mengonsumsinya dengan niat mengikuti sunnah. Pendapat yang lebih kuat menurut jumhur adalah bahwa manfaat ini bersifat umum dengan izin Allah, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekhususan pada kurma Ajwah Madinah.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Ath-Thibb an-Nabawi menjelaskan bahwa kurma Ajwah memiliki keistimewaan tersendiri dibanding kurma lain, dan beliau menyebutkan bahwa mengonsumsinya di pagi hari dengan jumlah tujuh butir memiliki pengaruh khusus dalam menjaga tubuh dari racun dan sihir. Beliau menegaskan bahwa ini adalah pengobatan nabawi yang didasari wahyu, bukan sekadar pengalaman.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa hadits ini termasuk kabar dari Nabi ﷺ yang harus diimani, dan manfaatnya adalah dengan izin Allah, bukan karena kekuatan kurma itu sendiri. Seorang muslim hendaknya mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah di pagi hari dengan niat mengikuti sunnah dan bertawakal kepada Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menyebutkan bahwa hadits ini shahih dan menunjukkan keutamaan kurma Ajwah, dan bahwa seorang muslim dianjurkan mengamalkannya sebagai bentuk ittiba' kepada Nabi ﷺ, tanpa meyakini bahwa kurma itu sendiri yang melindungi, melainkan Allah yang memberikan manfaat melalui sebab tersebut.

Perlu dicatat bahwa hadits ini tidak berarti seseorang boleh meninggalkan usaha menjaga diri dari racun atau sihir, karena ini adalah sebab yang Allah tetapkan, bukan pengganti tawakal dan usaha.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat yang dijamin masuk surga, meriwayatkan hadits ini langsung dari Nabi ﷺ. Beliau adalah sahabat yang dikenal sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira dengan surga, dan termasuk orang yang doanya dikabulkan. Ketika beliau menyampaikan hadits ini, beliau mengajarkan kepada kaum muslimin tentang keutamaan kurma Ajwah yang tumbuh di tanah Madinah yang diberkahi.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha pernah menyebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang kurma Ajwah sebagai obat, dan beliau menganjurkan keluarganya untuk mengonsumsinya. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan, tetapi juga mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmahnya adalah bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk memanfaatkan rezeki yang Allah berikan, khususnya yang memiliki keistimewaan, sebagai sarana menjaga kesehatan dan berlindung kepada Allah dari segala bahaya.

Kesimpulan Praktis

  1. Hendaknya seorang muslim mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah di pagi hari dengan niat mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  2. Meyakini bahwa manfaat dan perlindungan hanya dari Allah, bukan dari kurma itu sendiri.
  3. Tetap berusaha menjaga diri dari bahaya racun dan sihir dengan cara yang syar'i, seperti membaca doa dan ruqyah yang diajarkan Nabi ﷺ.
  4. Mengimani hadits ini sebagai kabar dari Nabi ﷺ yang shahih, tanpa meragukan atau menolaknya.
  5. Jika tidak menemukan kurma Ajwah, hendaknya tetap mengonsumsi kurma jenis lain sebagai bentuk mengikuti sunnah makan kurma, dan tidak memaksakan diri di luar kemampuan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?