Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ menyukai daging domba, khususnya bagian tulang yang masih melekat dagingnya (عراق/urāq). Ini adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ dalam hal makanan yang halal dan baik. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk bersikap sederhana dan tidak berlebihan dalam memilih makanan, serta menunjukkan bahwa menikmati makanan halal adalah sesuatu yang dibolehkan dan disukai dalam Islam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud:
Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، عَنْ زُهَيْرٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عِيَاضٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ أَحَبَّ الْعُرَاقِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عُرَاقُ الشَّاةِ.
Terjemahan:
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Tulang yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ adalah tulang domba." (HR. Abu Dawud no. 3780)
Catatan sanad:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Tentang Makan Daging. Sanadnya melalui jalur Sa'd bin 'Iyadh dari Abdullah bin Mas'ud. Sebagian ulama hadits membahas tentang status Sa'd bin 'Iyadh ini, namun hadits ini memiliki penguat dari riwayat lain.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Mu'minun [23]: 21
وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
"Dan pada binatang-binatang ternak itu terdapat manfaat yang banyak bagi kamu, dan dari padanya kamu makan."
QS. Al-Baqarah [2]: 168
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
"Wahai manusia! Makanlah dari sebagian yang ada di bumi yang halal lagi baik."
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zād al-Ma'ād menjelaskan tentang makanan kesukaan Nabi ﷺ, termasuk daging domba. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menyukai daging domba dan bagian depannya. Ini menunjukkan bahwa memakan daging yang halal adalah bagian dari sunnah dan tidak bertentangan dengan kesederhanaan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa kata الْعُرَاقُ (al-'urāq) adalah tulang yang masih melekat dagingnya, atau tulang yang memiliki sedikit daging. Bentuk jamaknya adalah عُرَاقٌ atau أَعْرَاقٌ. Maksud hadits ini adalah bahwa di antara bagian-bagian domba, bagian yang paling disukai Rasulullah ﷺ adalah tulang yang masih ada dagingnya, karena rasanya yang lezat dan mudah dimakan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zād al-Ma'ād menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menyukai daging domba, terutama bagian paha depan dan tulang yang berdaging. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah memakan daging domba yang dihadiahkan kepadanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memilih makanan yang baik dan halal, serta tidak ada larangan untuk menyukai jenis makanan tertentu selama halal dan baik. Namun, yang terpenting adalah tidak berlebihan dalam makanan dan tetap menjaga adab makan sesuai sunnah.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa daging domba adalah makanan yang paling utama di antara daging-daging lainnya, karena mudah dicerna dan baik untuk tubuh. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidaklah memilih makanan kecuali yang bermanfaat bagi tubuhnya.
Hadits ini juga mengajarkan bahwa kesederhanaan Nabi ﷺ dalam makanan bukan berarti beliau tidak menikmati makanan yang lezat, tetapi beliau tetap memilih yang halal dan baik tanpa berlebihan. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ didatangi oleh seseorang yang membawa hadiah berupa daging domba. Beliau menerimanya dengan senang hati dan memakannya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau pernah meminta bagian paha depan domba karena beliau menyukainya.
Dari sini kita belajar bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang memiliki selera dan kesukaan dalam makanan, namun tetap dalam koridor syariat. Beliau tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan kepadanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya; jika tidak, beliau meninggalkannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesimpulan Praktis
- Memilih makanan halal dan baik adalah bagian dari ajaran Islam, dan menyukai makanan tertentu yang halal adalah perkara yang dibolehkan.
- Daging domba termasuk makanan yang baik dan disukai Nabi ﷺ, sehingga kita boleh mengkonsumsinya sebagai bagian dari rezeki Allah.
- Menjaga adab makan seperti membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, tidak mencela makanan, dan tidak berlebihan adalah sunnah yang harus dijaga.
- Kesederhanaan Nabi ﷺ dalam makanan mengajarkan kita untuk tidak bermewah-mewahan, tetapi juga tidak mengharamkan yang halal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.