Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3777 tentang Adab makan dengan tangan kanan dan menyebut nama Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan tiga adab penting saat makan: menyebut nama Allah (basmalah), makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan dari yang terdekat. Nabi ﷺ mengajarkannya dengan lembut kepada anak kecil, Umar bin Abu Salamah, menunjukkan bahwa adab Islam ditanamkan sejak dini. Ini adalah sunnah yang wajib diikuti dalam makan dan minum.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Makan dengan Tangan Kanan, dari sahabat Umar bin Abu Salamah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، لُوَيْنٌ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلاَلٍ، عَنْ أَبِي وَجْزَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ "ادْنُ بُنَىَّ فَسَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ"

Terjemahan: "Dekatlah, anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah makan dengan tangan kanan dan menyebut nama Allah:

QS. Al-Baqarah [2]: 172

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."

QS. Al-A'raf [7]: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Terjemahan: "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga adab makan yang pokok. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan wajibnya makan dengan tangan kanan berdasarkan hadits ini dan hadits lain seperti larangan makan dengan tangan kiri karena syaitan makan dengan tangan kiri.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki tiga poin utama yang dijelaskan oleh para ulama:

Pertama: "ادْنُ بُنَىَّ" (Dekatlah, anakku) — Nabi ﷺ memanggil Umar bin Abu Salamah dengan panggilan kasih sayang "anakku". Ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ dalam mendidik anak. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mendidik anak dalam hal adab makan hendaknya dilakukan dengan kasih sayang, bukan kekerasan.

Kedua: "فَسَمِّ اللَّهَ" (Sebutlah nama Allah) — Yakni ucapkan "Bismillah". Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa basmalah sebelum makan adalah sunnah yang sangat ditekankan. Jika seseorang lupa di awal, hendaklah mengucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa basmalah ini merupakan bentuk mengingat Allah dalam setiap aktivitas, termasuk makan.

Ketiga: "وَكُلْ بِيَمِينِكَ" (Makanlah dengan tangan kananmu) — Ini adalah perintah tegas. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan bahwa makan dengan tangan kanan adalah wajib, dan makan dengan tangan kiri adalah haram tanpa udzur (seperti sakit atau cacat). Dalilnya adalah hadits lain di mana Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah makan dengan tangan kanan, dan jika minum, hendaklah minum dengan tangan kanan, karena syaitan makan dan minum dengan tangan kiri." (HR. Muslim). Imam Ibnu Hajar menambahkan bahwa tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang baik, sedangkan tangan kiri untuk hal-hal yang kotor.

Keempat: "وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ" (Makanlah dari apa yang ada di dekatmu) — Yakni ambillah makanan yang paling dekat denganmu, jangan mengambil dari bagian tengah atau bagian orang lain. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah adab agar tidak rakus dan tidak mengganggu orang lain. Namun, jika hidangan berupa buah-buahan atau makanan yang bervariasi, boleh memilih yang disukai. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa larangan ini berlaku untuk makanan sejenis yang disajikan dalam satu wadah.

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan adab makan secara bertahap: pertama menyebut nama Allah, kedua menggunakan tangan kanan, ketiga mengambil dari yang terdekat. Ini menunjukkan bahwa adab Islam sangat memperhatikan kebersihan, kehormatan, dan kelembutan.

Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab fiqih mereka menegaskan bahwa basmalah dan makan dengan tangan kanan adalah sunnah yang muakkadah (sangat ditekankan), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Umar bin Abu Salamah radhiyallahu 'anhu adalah anak tiri Nabi ﷺ, karena ibunya, Ummu Salamah, adalah istri Nabi ﷺ. Suatu hari, saat Umar masih kecil, ia makan bersama Nabi ﷺ. Tangannya bergerak ke sana kemari di atas makanan. Melihat itu, Nabi ﷺ dengan lembut menegurnya: "Dekatlah, anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu." Sejak saat itu, Umar bin Abu Salamah selalu mengikuti adab ini. (HR. Abu Dawud, no. 3777; dishahihkan oleh Imam al-Albani)

Hikmahnya: Nabi ﷺ tidak membentak atau mempermalukan anak kecil, tetapi mendidik dengan kasih sayang. Ini menunjukkan bahwa pendidikan adab harus dimulai sejak dini dengan cara yang lembut.

Kesimpulan Praktis

  1. Ucapkan "Bismillah" sebelum makan.
  2. Makan dan minum dengan tangan kanan.
  3. Ambil makanan dari yang terdekat dengan kita.
  4. Didiklah anak-anak dengan adab makan sejak dini dengan lembut.
  5. Jika lupa basmalah di awal, ucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu".

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?