Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3765 tentang Menyebut nama Allah saat masuk rumah dan makan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita dua adab harian yang agung: menyebut nama Allah (basmalah) saat masuk rumah dan saat hendak makan. Dengan dua amalan sederhana ini, seorang muslim "menutup pintu" bagi setan untuk ikut serta dalam urusannya. Setan akan kehilangan "jatah" tempat tinggal dan makanannya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits ini. Ini adalah bentuk perlindungan dan keberkahan yang diajarkan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Menyebut Nama Allah Saat Makan (no. 3765), dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Berikut adalah haditsnya dalam bahasa Arab:

<p>عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: "إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، فَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ"</p>

Makna ringkas: Jika seseorang masuk rumah dan makan dengan menyebut nama Allah, setan berkata kepada bala tentaranya, "Kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam di sini." Jika ia tidak menyebut nama Allah saat masuk, setan berkata, "Kalian mendapat tempat bermalam." Dan jika ia tidak menyebut nama Allah saat makan, setan berkata, "Kalian mendapat tempat bermalam dan makan malam."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an tentang perintah menyebut nama Allah sebelum makan adalah firman-Nya:

<p>فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ</p>

QS. Al-An'am [6]: 118 yang artinya: "Maka makanlah dari apa yang disebut nama Allah atasnya (binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah)."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran penting tentang pengaruh dzikir kepada Allah dalam mengusir setan. Setan itu makhluk yang nyata dan selalu berusaha mengganggu manusia. Salah satu cara gangguannya adalah ikut serta dalam tempat tinggal dan makanan manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa setan itu "makan" dan "minum" sebagaimana manusia, namun dengan cara yang berbeda. Dalam Majmu' al-Fatawa, beliau menegaskan bahwa menyebut nama Allah saat masuk rumah dan makan adalah sebab terbesar untuk menghalangi setan dari bagiannya. Jika seorang hamba lalai, maka setan akan mendapatkan bagian tersebut.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad juga menjelaskan bahwa di antara petunjuk Nabi ﷺ adalah menyebut nama Allah saat masuk rumah dan saat makan. Beliau menyebutkan bahwa ini adalah bentuk istikadzah (perlindungan) yang paling bermanfaat, karena setan tidak akan tahan dengan dzikir kepada Allah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa menyebut nama Allah pada setiap perkara penting adalah syariat yang agung. Ini menunjukkan bahwa seorang hamba senantiasa bergantung kepada Allah dan memohon perlindungan-Nya dari gangguan setan.

Adapun cara menyebut nama Allah yang dimaksud adalah dengan mengucapkan "Bismillah". Saat masuk rumah, disunnahkan juga membaca doa masuk rumah yang diajarkan Nabi ﷺ. Namun, inti dari hadits ini adalah dzikir atau mengingat Allah, baik dengan basmalah maupun doa lainnya.

Para ulama juga menjelaskan hikmah dari perkataan setan "tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam" adalah sebagai bentuk kekecewaan dan keputusasaan setan. Ia tidak mampu mengganggu dan ikut serta dalam keberkahan rumah dan makanan tersebut. Ini adalah kabar gembira bagi orang yang berdzikir, bahwa ia telah memenangkan pertempuran melawan musuh terbesarnya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah atasnya, dan ia datang dengan membawa sesuatu untuk dimakan.'" (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: "Apabila kami makan bersama Rasulullah ﷺ, kami tidak meletakkan tangan kami sebelum beliau memulai. Suatu ketika kami makan bersama beliau, tiba-tiba datang seorang anak kecil (budak) seolah-olah kakinya ditarik, lalu ia ingin meletakkan tangannya pada makanan. Maka Rasulullah ﷺ memegang tangannya. Kemudian datang seorang wanita (badui) yang juga ingin meletakkan tangannya, maka beliau pun memegang tangannya. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah atasnya. Ia datang dengan anak kecil ini untuk menghalalkan makanan kalian dengannya, lalu aku pegang tangannya. Ia datang dengan wanita ini untuk menghalalkan makanan kalian dengannya, lalu aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan itu berada di tanganku bersama tangan mereka berdua.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa seriusnya masalah menyebut nama Allah saat makan. Bahkan setan berusaha memanfaatkan kelengahan manusia untuk ikut serta dalam makanan mereka. Namun, dengan basmalah, semua itu tertolak.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Membiasakan mengucapkan "Bismillah" sebelum masuk rumah dan sebelum makan.
  2. Membaca doa masuk rumah yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma inni as'aluka khairal-mauliji wa khairal-makhraji, bismillahi walajna wa bismillahi kharajna wa 'alallahi tawakkalna" (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah kami bertawakal).
  3. Mengajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak, karena ini adalah bentuk perlindungan dan keberkahan rumah.
  4. Jika lupa membaca basmalah di awal makan, maka ucapkanlah: "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya), sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
  5. Yakinlah bahwa dzikir kepada Allah adalah perisai yang kuat dari gangguan setan, sebagaimana dijelaskan para ulama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi