Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan dua doa: (1) saat makan, ucapkan doa memohon keberkahan dan pengganti yang lebih baik; (2) saat minum susu, ucapkan doa memohon keberkahan dan tambahan, karena susu adalah makanan dan minuman yang paling mengenyangkan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak menyukai daging dabb (kadal padang), namun hal itu bukan pengharaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — Sunan Abu Dawud no. 3730, Kitab Minuman, Bab Apa yang Diucapkan Ketika Minum Susu. Perawi: Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Teks doa dalam hadits:
Doa saat makan:
> اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
"Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya, dan berikanlah kami makanan yang lebih baik darinya."
Doa saat minum susu:
> اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
"Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya, dan tambahkanlah kepada kami darinya."
Dalil Al-Qur'an tentang makan yang halal dan baik:
QS. Al-Baqarah [2]: 172
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah."
Kaitan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan adab makan dan minum serta doa-doa yang dianjurkan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits-hadits tentang dabb dan hukum memakannya.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad membahas manfaat susu dan adab minum.
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan makna syukur atas rezeki.
Penjelasan Rinci
1. Konteks hadits — sikap Nabi ﷺ terhadap dabb (kadal padang)
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa beliau berada di rumah Maimunah (bibi beliau, istri Nabi ﷺ). Nabi ﷺ masuk bersama Khalid bin Walid. Dihadapkan dua ekor dabb panggang. Nabi ﷺ meludah — menunjukkan ketidaksukaan — lalu Khalid bertanya apakah beliau membencinya. Nabi ﷺ menjawab: "Ya."
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sikap Nabi ﷺ ini menunjukkan karahah (tidak suka), bukan tahrim (pengharaman). Dalilnya, dalam riwayat lain di Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ tidak mengharamkan dabb, hanya meninggalkannya karena tidak selera. Ini menunjukkan bahwa makanan yang tidak disukai seseorang boleh ditinggalkan tanpa harus mengharamkannya.
2. Doa saat makan
Nabi ﷺ mengajarkan: ketika makan, ucapkan "Allahumma barik lana fihi wa ath'imna khairan minhu" — memohon keberkahan pada makanan tersebut dan memohon pengganti yang lebih baik.
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini mengandung dua permintaan: (a) keberkahan pada makanan yang sedang dimakan, dan (b) harapan agar Allah memberikan makanan yang lebih baik di waktu lain. Ini menunjukkan sikap tawadhu dan tidak merasa cukup dengan nikmat duniawi semata.
3. Doa saat minum susu
Khusus susu, Nabi ﷺ mengajarkan doa yang berbeda: "Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu" — memohon keberkahan dan tambahan, bukan pengganti.
Alasannya disebutkan dalam hadits: "Karena tidak ada sesuatu yang mencukupi sebagai makanan dan minuman kecuali susu."
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa susu adalah makanan sekaligus minuman — ia mengenyangkan seperti makanan dan melegakan dahaga seperti minuman. Karena keistimewaannya ini, Nabi ﷺ mendoakan tambahan, bukan pengganti.
4. Perbedaan pendapat ulama tentang dabb
Di antara ulama daftar:
- Ibnu Hajar al-Asqalani menyimpulkan dabb halal karena ada riwayat bahwa Nabi ﷺ tidak mengharamkannya, dan para sahabat memakannya di meja beliau.
- Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa jumhur ulama (mayoritas) membolehkan memakan dabb, berdasarkan hadits-hadits shahih lainnya.
Pendapat yang paling kuat: dabb halal dimakan, dan sikap Nabi ﷺ yang meninggalkannya adalah karena tidak selera, bukan karena haram.
Story Telling
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma — seorang sahabat muda yang doanya selalu diharapkan Nabi ﷺ — menceritakan momen di rumah Maimunah. Beliau memperhatikan dengan teliti bagaimana Nabi ﷺ bersikap terhadap makanan yang tidak disukainya, dan bagaimana beliau langsung mengajarkan doa ketika meminum susu.
Dari momen sederhana ini, Ibnu Abbas — yang kemudian menjadi salah satu ulama terbesar di kalangan tabi'in seperti Al-Hasan al-Bashri, Sa'id bin al-Musayyib, dan Mujahid bin Jabr yang belajar dari beliau — mewariskan adab dan doa yang terus diamalkan umat Islam hingga hari ini.
Hikmah: Adab dan doa dalam hal-hal kecil seperti makan dan minum menunjukkan bahwa Islam memperhatikan seluruh aspek kehidupan, dan bahwa seorang mukmin selalu menghubungkan nikmat dengan syukur kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Saat makan, ucapkan: "Allahumma barik lana fihi wa ath'imna khairan minhu" — memohon keberkahan dan pengganti yang lebih baik.
- Saat minum susu, ucapkan: "Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu" — memohon keberkahan dan tambahan.
- Susu adalah makanan dan minuman terbaik yang mengenyangkan — syukuri nikmat ini.
- Makanan yang tidak disukai boleh ditinggalkan tanpa mengharamkannya, selama halal.
- Dabb (kadal padang) menurut pendapat terkuat adalah halal, meskipun Nabi ﷺ tidak menyukainya.
- Biasakan doa sebelum dan saat makan-minum, karena ini sunnah yang membawa keberkahan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.