Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits paling agung yang menjelaskan keutamaan menuntut ilmu syar'i. Intinya, Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi siapa saja yang menempuh jalan mencari ilmu, malaikat mendoakannya, dan ulama adalah pewaris para nabi yang mewariskan ilmu, bukan harta. Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan ilmu dan orang yang mencarinya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Ilmu, Bab Anjuran untuk Mencari Ilmu, no. 3641. Juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya. Sanad hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. Al-Mujadilah [58]: 11
<p>يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍۢ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۢ</p>
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kamu,' maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Penjelasan Ulama:
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu dan ahlinya. Allah mengangkat derajat orang berilmu di dunia dan akhirat. Ini selaras dengan hadits di atas.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "malaikat meletakkan sayapnya" adalah sebagai bentuk penghormatan dan kerendahan hati kepada penuntut ilmu, atau sebagai naungan dan pertolongan baginya. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan penuntut ilmu di sisi makhluk mulia.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fadhlu 'Ilmi as-Salaf 'ala al-Khalaf menjelaskan bahwa ulama adalah pewaris nabi karena mereka mewarisi ilmu yang dibawa nabi. Warisan yang paling berharga bukanlah harta, melainkan ilmu yang membimbing kepada kebenaran.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa keutamaan besar bagi penuntut ilmu syar'i:
- Jalan Menuju Surga: Sabda Nabi ﷺ, "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." Ini mencakup dua makna: (a) Allah memudahkan jalannya secara fisik untuk sampai ke majelis ilmu, dan (b) ilmu itu sendiri adalah jalan yang mengantarkan pemiliknya kepada amal shalih yang mengantarkan ke surga. Imam Ibnul Qayyim dalam Miftah Dar as-Sa'adah menegaskan bahwa ilmu adalah petunjuk menuju jalan yang lurus, dan tanpa ilmu, seseorang akan tersesat.
- Doa Malaikat: "Para malaikat meletakkan sayap-sayapnya dengan senang hati kepada pencari ilmu." Ini adalah isyarat bahwa malaikat merendahkan diri dan memberikan dukungan penuh kepada penuntut ilmu. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 6361) sebuah hadits yang semakna, bahwa malaikat membentangkan sayapnya karena ridha terhadap penuntut ilmu.
- Istighfar Makhluk: "Orang yang berilmu akan diampuni oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di dalam air." Ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat membawa keberkahan bagi seluruh alam. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa istighfar ini adalah karena ilmu yang diajarkan dan diamalkan membawa kebaikan bagi semua makhluk, sehingga mereka mendoakannya.
- Keutamaan Ulama atas Abid: "Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang beribadah seperti keutamaan bulan purnama atas bintang-bintang." Ini bukan merendahkan ibadah, tetapi menunjukkan bahwa ilmu adalah landasan ibadah yang benar. Seorang 'abid (ahli ibadah) yang tidak berilmu bisa saja beribadah dengan cara yang salah atau bahkan bid'ah. Imam Ahmad bin Hanbal berkata, "Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dan minuman cukup sekali atau dua kali sehari, tetapi ilmu dibutuhkan setiap saat."
- Ulama Pewaris Nabi: "Para ulama adalah pewaris para nabi." Warisan paling berharga dari nabi adalah ilmu. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, "Seandainya tidak ada ulama, niscaya manusia akan seperti binatang ternak." Ilmu adalah cahaya yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Story Telling
Kisah dalam hadits ini sendiri adalah sebuah pelajaran. Seorang laki-laki datang dari Madinah ke Damaskus hanya untuk mendengar satu hadits dari Abu Darda'. Ia tidak datang untuk urusan dunia, semata-mata karena cinta kepada ilmu. Ini menunjukkan semangat para salaf dalam menuntut ilmu. Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab) berkata, "Dahulu kami pergi untuk mendengar satu hadits, dan kami sangat bersemangat karenanya." Semangat inilah yang membuat mereka menjadi pewaris nabi yang sejati.
Kesimpulan Praktis
- Niatkan Ikhlas: Niatkan setiap langkah menuntut ilmu karena Allah, bukan untuk pamer atau mencari kedudukan.
- Bersabar dan Semangat: Jangan mudah lelah dalam mencari ilmu. Hadits ini menjanjikan kemudahan jalan menuju surga.
- Amalkan Ilmu: Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi bencana. Jadilah ulama yang mewariskan ilmu dengan mengajarkan dan mengamalkannya.
- Hormati Ulama: Kedudukan ulama sangat mulia. Hormati mereka sebagai pewaris nabi.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.