Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3169 tentang Keutamaan mengantar dan menshalatkan jenazah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi siapa saja yang keluar dari rumahnya untuk mengantar jenazah, menshalatkannya, dan tetap menunggu hingga jenazah selesai dikuburkan. Dalam riwayat lain yang lebih lengkap, disebutkan bahwa orang yang melakukan hal ini akan mendapatkan pahala dua qirath (dua gunung besar pahala), dan jika hanya shalat jenazah lalu pulang tanpa mengantar ke pemakaman, ia mendapat satu qirath. Ini menunjukkan betapa mulianya sikap menghormati dan mendoakan saudara sesama muslim yang telah wafat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 3169 (sebagaimana yang Anda sebutkan), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "مَنْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ مِنْ بَيْتِهَا وَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ لَمْ يَتْبَعْهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ فَلَهُ قِيرَاطٌ"

>

> "Barangsiapa keluar bersama jenazah dari rumahnya, lalu menshalatkannya, kemudian tidak mengikutinya hingga selesai dikuburkan, maka baginya dua qirath. Dan barangsiapa menshalatkannya lalu pulang, maka baginya satu qirath."

Dalam riwayat Abu Dawud yang Anda kutip, disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma mengirim utusan kepada Aisyah radhiyallahu 'anha untuk menanyakan kebenaran perkataan Abu Hurairah ini, dan Aisyah membenarkannya.

Hadits pendukung dari Shahih al-Bukhari (no. 1325) dan Shahih Muslim (no. 945), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

> "مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ"

>

> "Barangsiapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, maka baginya satu qirath. Dan barangsiapa menghadiri hingga dikuburkan, maka baginya dua qirath."

>

> Beliau ditanya: "Apa itu dua qirath?" Beliau menjawab: "Dua gunung yang besar."

Kaitan dengan ulama: Hadits ini dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (7/17) bahwa dua qirath adalah pahala yang sangat besar, dan ini menunjukkan keutamaan mengantar jenazah hingga selesai dikuburkan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (3/214) juga menjelaskan bahwa pahala ini berlipat karena kesabaran dan keikhlasan dalam mengiringi jenazah hingga selesai penguburan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Keutamaan Mengantar Jenazah.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Dalam hadits ini terdapat keutamaan yang sangat besar bagi orang yang mengikuti jenazah, menshalatkannya, dan menunggu hingga dikuburkan. Pahala dua qirath ini adalah pahala yang sangat besar, sebagaimana dijelaskan Rasulullah ﷺ bahwa satu qirath itu seperti gunung Uhud." Beliau juga menegaskan bahwa pahala ini didapatkan dengan syarat ikhlas karena Allah, bukan karena riya atau adat semata.

Kedua: Perbedaan Tingkatan Pahala.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Riyadhush Shalihin (3/312): "Orang yang hanya menshalatkan jenazah lalu pulang mendapat satu qirath, karena ia telah mendoakan dan menghormati jenazah. Namun orang yang mengantar hingga selesai dikuburkan mendapat dua qirath, karena ia bersabar lebih lama, menyaksikan proses penguburan, dan mendoakan mayit setelah dimakamkan. Ini menunjukkan bahwa semakin besar pengorbanan dan kesabaran, semakin besar pula pahala."

Ketiga: Penegasan dari Aisyah dan Ibnu Umar.

Dalam riwayat Abu Dawud ini, ketika Ibnu Umar ragu tentang perkataan Abu Hurairah, beliau mengirim utusan kepada Aisyah radhiyallahu 'anha untuk memastikan. Aisyah membenarkan bahwa Abu Hurairah benar. Ini menunjukkan sikap para sahabat yang sangat hati-hati dalam menerima hadits, dan mereka saling menguatkan satu sama lain dalam periwayatan.

Keempat: Makna "Keluar dari Rumahnya".

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa ungkapan "keluar dari rumahnya" menunjukkan bahwa pahala ini didapatkan ketika seseorang sengaja keluar untuk mengantar jenazah, bukan sekadar kebetulan berada di tempat. Ini menunjukkan pentingnya niat yang tulus.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin al-Musayyib — salah seorang ulama tabi'in yang sangat mulia — ketika ditanya tentang keutamaan mengantar jenazah, beliau berkata: "Sungguh aku menghadiri shalat jenazah dan mengantarnya hingga dikuburkan lebih aku cintai daripada shalat seribu rakaat." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih).

Ini menunjukkan betapa para salaf sangat menghargai ibadah yang tampak sederhana ini, karena di dalamnya terdapat hak saudara muslim, pengingat kematian, dan pahala yang besar di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegeralah menghadiri shalat jenazah ketika mendengar ada muslim yang wafat, karena ini adalah hak saudara kita.
  2. Usahakan untuk mengantar jenazah hingga selesai dikuburkan, karena pahalanya dua qirath (dua gunung besar).
  3. Niatkan karena Allah, bukan karena ingin dilihat orang atau sekadar ikut-ikutan.
  4. Perbanyak doa untuk mayit selama proses penguburan, karena doa kita bermanfaat baginya.
  5. Ambil pelajaran dari kematian, bahwa setiap jiwa akan merasakan kematian, dan persiapkan diri dengan amal shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi