Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3158 tentang Anjuran memakai minyak wangi musk untuk mayit

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa sebaik-baik minyak wangi adalah misk (minyak kesturi). Dalam konteks bab jenazah, para ulama memahami bahwa mayit boleh diberi wangi-wangian, dan wangi yang paling utama adalah misk. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan misk secara umum sebagai wewangian terbaik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Jenazah, Bab Minyak Wangi untuk Mayit, dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu:

<p>حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْمُسْتَمِرُّ بْنُ الرَّيَّانِ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "أَطْيَبُ طِيبِكُمُ الْمِسْكُ"</p>

Terjemahan: "Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sebaik-baik minyak wangi kalian adalah misk.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan wangi-wangian di akhirat dan misk secara khusus:

<p>وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا</p>

(QS. Al-Insan [76]: 20)

Makna ringkas: Di surga terdapat kenikmatan dan kerajaan yang besar. Para ulama tafsir seperti Ibn Katsir dan As-Sa'di menyebutkan bahwa di antara kenikmatan itu adalah aroma yang sangat harum, dan disebutkan dalam ayat lain bahwa minuman ahli surga disegel dengan misk.

<p>خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ</p>

(QS. Al-Muthaffifin [83]: 26)

Makna ringkas: "Penutupnya adalah misk. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini menunjukkan kemuliaan misk, sampai-sampai Allah menyebutkannya sebagai penutup minuman ahli surga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini secara zahir menunjukkan keutamaan misk sebagai wewangian terbaik. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits-hadits tentang wangi-wangian menjelaskan bahwa misk memiliki keistimewaan karena aromanya yang kuat, bersih, dan tahan lama, serta disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai penutup minuman ahli surga.

Dalam konteks bab jenazah, hadits ini dipahami oleh para ulama — di antaranya Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah — sebagai dalil bahwa boleh memberi wangi-wangian pada mayit, dan yang paling utama adalah misk. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menganjurkan misk dalam perawatan jenazah, terutama pada bagian-bagian yang bersujud (wajah dan anggota sujud), sebagai penghormatan kepada mayit.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan misk lebih utama dari wewangian lain, dan sebagian ulama menyimpulkan bahwa misk adalah wangi-wangian para malaikat dan penghuni surga.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama daftar: sebagian memandang hadits ini umum untuk semua keadaan (hidup maupun mati), sebagian mengkhususkannya pada konteks jenazah. Yang paling kuat adalah pendapat yang menggabungkan keduanya: misk adalah wewangian terbaik secara mutlak, dan dalam konteks jenazah lebih ditekankan lagi.

Story Telling

Disebutkan dalam riwayat bahwa Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang jenazah dan adab-adabnya. Suatu ketika beliau menyampaikan sabda Nabi ﷺ ini kepada para tabi'in, dan para ulama setelahnya seperti Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin — yang dikenal sebagai ahli fiqih Bashrah — banyak meriwayatkan dan mengamalkan hadits ini dalam perawatan jenazah. Hikmahnya: Islam mengajarkan kelembutan dan penghormatan, bahkan kepada orang yang telah wafat, dengan memberikan yang terbaik, termasuk wangi-wangian terbaik.

Kesimpulan Praktis

  1. Misk adalah wewangian terbaik menurut sabda Nabi ﷺ, dan dianjurkan menggunakannya bila memungkinkan.
  2. Dalam perawatan jenazah, boleh dan dianjurkan memberi wangi-wangian, terutama misk, sebagai penghormatan.
  3. Hendaklah kita menjaga kebersihan dan keharuman dalam ibadah dan pergaulan, karena Islam mencintai kebersihan.
  4. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam urusan wangi-wangian atau jenazah; cukup mengikuti sunnah yang shahih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?