Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ menjenguk Zaid bin Arqam yang sedang sakit mata. Ini adalah dalil tentang disyariatkannya menjenguk orang sakit, termasuk yang sakit mata. Hadits ini juga mengajarkan bahwa menjenguk orang sakit adalah akhlak mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits riwayat Abu Dawud, Kitab Jenazah, Bab Menjenguk Orang yang Sakit Mata, no. 3102.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، قَالَ: عَادَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنْ وَجَعٍ كَانَ بِعَيْنَىَّ.
Maknanya: "Rasulullah ﷺ menjengukku ketika aku menderita sakit di mataku."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1208) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 19298). Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Bab Menjenguk Orang Sakit) menyebutkan hadits ini sebagai dalil disyariatkannya menjenguk orang sakit.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia. Beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ menjenguknya ketika beliau menderita sakit mata. Ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:
1. Disyariatkannya Menjenguk Orang Sakit
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (7/5) menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Beliau berkata: "Menjenguk orang sakit adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) berdasarkan ijma' (kesepakatan) ulama."
Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin (4/123) menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit termasuk hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Beliau berkata: "Menjenguk orang sakit adalah amalan yang mulia, karena di dalamnya ada penghiburan, doa, dan penguatan semangat bagi yang sakit."
2. Menjenguk Orang yang Sakit Mata
Imam Abu Dawud rahimahullah meletakkan hadits ini dalam bab khusus "Menjenguk Orang yang Sakit Mata". Ini menunjukkan bahwa menjenguk orang yang sakit mata tetap disyariatkan, meskipun penyakitnya tidak parah atau tidak mengancam jiwa.
Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa (13/385) menjelaskan: "Menjenguk orang sakit adalah sunnah, baik sakitnya ringan maupun berat. Yang penting adalah menghibur dan mendoakannya."
3. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Fathul Bari (10/118) menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit memiliki keutamaan besar. Beliau meriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bahwa beliau berkata: "Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka ia senantiasa berada dalam 'khurfatul jannah' (buah-buahan surga) sampai ia kembali."
4. Adab Menjenguk Orang Sakit
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Al-Adzkar (Bab Adab Menjenguk Orang Sakit) menjelaskan beberapa adab:
- Tidak terlalu lama duduk
- Mendoakan kesembuhan
- Memberi semangat dan penghiburan
- Tidak menyebutkan hal-hal yang menyedihkan
Story Telling
Dari sahabat Zaid bin Arqam radhiyallahu 'anhu, beliau adalah seorang sahabat yang mulia. Beliau ikut dalam Perang Tabuk dan dikenal sebagai sahabat yang jujur. Ketika beliau sakit mata, Rasulullah ﷺ datang menjenguknya.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Al-Ishabah fi Tamyizish Shahabah (2/534) menyebutkan bahwa Zaid bin Arqam adalah sahabat yang tinggal di Kufah dan wafat pada tahun 68 H. Beliau meriwayatkan banyak hadits dari Rasulullah ﷺ.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa Rasulullah ﷺ tidak membeda-bedakan sahabatnya. Beliau menjenguk Zaid bin Arqam yang sakit mata, meskipun sakitnya tidak parah. Ini menunjukkan kasih sayang dan perhatian beliau kepada setiap sahabatnya.
Kesimpulan Praktis
- Menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan, baik sakitnya ringan maupun berat.
- Termasuk hak seorang muslim terhadap muslim lainnya untuk dijenguk ketika sakit.
- Menjenguk orang sakit memiliki keutamaan besar, yaitu mendapat pahala dan keberkahan.
- Adab menjenguk: tidak terlalu lama, mendoakan kesembuhan, memberi semangat, dan tidak menyebutkan hal yang menyedihkan.
- Doa untuk orang sakit: "لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ" (Tidak apa-apa, semoga menjadi penghapus dosa, insya Allah) - HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.