Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3100 tentang Keutamaan menjenguk orang sakit dalam keadaan berwudhu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat tentang datangnya sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu untuk menjenguk Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Kitab Kematian, Bab Tentang Keutamaan Menjenguk dalam Keadaan Berwudhu. Namun perlu diketahui, sanad hadits ini menurut Imam Abu Dawud sendiri tidak sampai kepada Nabi ﷺ secara sahih dari jalur ini, tetapi beliau menyebutkan bahwa hadits ini memiliki jalur lain dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang sampai kepada Nabi ﷺ. Inti pelajaran dari hadits ini adalah keutamaan menjenguk orang sakit dalam keadaan suci/berwudhu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Jana'iz (Kematian), Bab Fi Fadhli Man 'Adha Maridhan 'ala Wudhu' (Bab Tentang Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dalam Keadaan Berwudhu), no. 3100.

Imam Abu Dawud berkata setelah meriwayatkan hadits ini:

> "Hadits ini telah diriwayatkan dari Ali, dari Nabi ﷺ dari berbagai jalur yang sahih."

Hadits Pendukung dari Sumber Lain:

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

> "مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ"

>

> "Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga pagi hari. Dan baginya sebuah kebun (buah-buahan) di surga."

>

> (HR. At-Tirmidzi no. 969, dan ia berkata: "Hadits hasan." Imam Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih At-Tirmidzi)

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Albani rahimahullah dalam Ahkamul Jana'iz dan Shahih Abi Dawud menjelaskan bahwa hadits Abu Musa ini memiliki syawahid (penguat) dari hadits Ali yang diriwayatkan At-Tirmidzi dan lainnya, sehingga makna keutamaan menjenguk orang sakit dalam keadaan berwudhu tetap tsabit (tetap kuat).

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah salah satu hak muslim atas muslim lainnya. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan (mustahabbah) dan termasuk amalan yang dicintai Allah.

Adapun tentang keutamaan berwudhu sebelum menjenguk, para ulama menjelaskan bahwa hal ini termasuk adab yang baik, karena:

  1. Menghormati orang sakit – Ketika seseorang datang dalam keadaan suci dan bersih, itu menunjukkan penghormatan kepada orang yang dijenguk dan keluarganya.
  2. Mengikuti teladan para salaf – Dalam riwayat ini, Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu datang menjenguk Al-Hasan bin Ali dalam keadaan yang menunjukkan kesucian. Para ulama menyebutkan bahwa sebagian salaf menganjurkan berwudhu sebelum menjenguk karena malaikat yang mendoakan orang yang menjenguk lebih utama hadir bersama orang yang dalam keadaan suci.
  3. Bentuk persiapan ibadah – Menjenguk orang sakit adalah ibadah, dan seorang muslim dianjurkan menghadapi ibadah dalam keadaan suci.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ ketika menjenguk para sahabatnya yang sakit, beliau dalam keadaan yang baik dan suci, serta mendoakan mereka dengan doa-doa kesembuhan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa berwudhu sebelum menjenguk orang sakit adalah perkara yang baik dan dianjurkan, namun tidak sampai derajat wajib. Yang terpenting adalah keikhlasan niat dan doa untuk kesembuhan orang yang sakit.

Perlu dicatat bahwa Imam Abu Dawud sendiri menjelaskan bahwa sanad hadits Abu Musa ini dari jalur yang beliau sebutkan tidak sampai kepada Nabi ﷺ secara sahih, tetapi beliau menegaskan bahwa maknanya memiliki jalur lain yang sahih dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan kejujuran dan kehati-hatian para ulama dalam menyampaikan hadits.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma pernah sakit. Maka datanglah sahabat mulia Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu untuk menjenguknya. Ini menunjukkan akhlak mulia para sahabat—mereka saling memperhatikan, saling mendoakan, dan saling menguatkan di saat sakit.

Perhatikanlah bagaimana generasi terbaik umat ini menjaga hubungan persaudaraan. Abu Musa yang merupakan sahabat senior dan gubernur di zamannya, tidak merasa berat untuk datang menjenguk cucu Rasulullah ﷺ. Ini mengajarkan kita bahwa menjenguk orang sakit tidak memandang status—baik yang dijenguk maupun yang menjenguk.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Menjenguk orang sakit adalah termasuk amalan yang akan ditanya oleh Allah pada hari kiamat: 'Mengapa engkau tidak menjenguk-Ku ketika Aku sakit?' Hamba itu menjawab: 'Engkau adalah Rabb semesta alam, bagaimana aku menjenguk-Mu?' Allah berfirman: 'Sesungguhnya hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa engkau tidak menjenguknya? Ketahuilah, jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapati Aku di sisinya.'" (HR. Muslim dari Abu Hurairah, dengan makna yang serupa)

Kesimpulan Praktis

  1. Menjenguk orang sakit adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
  2. Berwudhu sebelum menjenguk adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan, sebagai bentuk penghormatan dan persiapan ibadah, meskipun tidak wajib.
  3. Niatkan karena Allah – Saat menjenguk, niatkan untuk mencari ridha Allah dan mendoakan kesembuhan saudara muslim.
  4. Doakan kesembuhan – Bacakan doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا" (Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).
  5. Jaga adab menjenguk – Tidak terlalu lama, tidak membicarakan hal yang memberatkan, dan menjaga perasaan orang sakit serta keluarganya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.