Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3098 tentang Keutamaan menjenguk orang sakit

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan keutamaan besar menjenguk orang sakit. Siapa pun yang menjenguk orang sakit di waktu pagi atau malam, akan diiringi tujuh puluh ribu malaikat yang memohonkan ampunan untuknya, dan ia akan mendapatkan kebun (taman) di surga. Ini menunjukkan betapa agungnya pahala menjenguk orang sakit dalam Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Jenazah, Bab Tentang Keutamaan Menjenguk Orang Sakit, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ، وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

Terjemahan:

Dari Ali, ia berkata: "Tidak ada seorang pun yang menjenguk orang sakit di malam hari, kecuali akan keluar bersamanya tujuh puluh ribu malaikat yang memohonkan ampunan untuknya hingga pagi, dan baginya ada kebun di surga. Dan barangsiapa yang menjenguknya di pagi hari, maka akan keluar bersamanya tujuh puluh ribu malaikat yang memohonkan ampunan untuknya hingga malam, dan baginya ada kebun di surga."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan menjenguk orang sakit dan saling tolong-menolong dalam kebaikan:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

(QS. Al-Ma'idah [5]: 32)

Terjemahan: "Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan semua manusia."

Dalil lain:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

(QS. Al-Ma'idah [5]: 2)

Terjemahan: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."

Hadits lain yang shahih tentang keutamaan menjenguk orang sakit:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

(HR. At-Tirmidzi, dan beliau berkata: hasan)

Terjemahan: "Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada penyeru yang menyeru: 'Semoga engkau baik dan baik pula perjalananmu, serta engkau mendapatkan tempat tinggal di surga.'"

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah hak seorang Muslim atas Muslim lainnya, dan termasuk amal yang sangat dianjurkan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para malaikat turut mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang yang menjenguk orang sakit.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit memiliki manfaat besar, baik bagi yang sakit maupun yang menjenguk.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Para ulama dari daftar yang disebutkan menjelaskan beberapa poin penting:

Pertama, menjenguk orang sakit (iyadah al-maridh) adalah salah satu hak sesama Muslim yang sangat ditekankan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa menjenguk orang sakit hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), dan sebagian ulama bahkan menyebutkan bahwa dalam keadaan tertentu bisa menjadi kewajiban jika ada kebutuhan mendesak.

Kedua, hadits ini menyebutkan bahwa tujuh puluh ribu malaikat akan keluar bersama orang yang menjenguk orang sakit. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa angka tujuh puluh ribu di sini menunjukkan banyaknya malaikat yang mendoakan, dan ini adalah bentuk pemuliaan dari Allah bagi orang yang menjenguk orang sakit. Para malaikat tersebut memohonkan ampunan untuknya hingga waktu yang disebutkan (pagi atau malam).

Ketiga, "kharif" dalam hadits ini berarti kebun atau taman di surga. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah gambaran kenikmatan surga yang Allah siapkan bagi orang yang menjenguk orang sakit. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa pahala ini menunjukkan betapa Allah memuliakan amal sosial seperti menjenguk orang sakit.

Keempat, hadits ini juga menunjukkan bahwa waktu menjenguk bisa pagi atau malam, dan keduanya memiliki keutamaan yang sama. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "mumsian" (di malam hari) adalah dari waktu Ashar hingga Maghrib atau sepanjang malam, dan "mushbihan" (di pagi hari) adalah dari Subuh hingga waktu Dhuha atau sepanjang pagi.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menegaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah amal yang sangat utama, dan tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka tentang keutamaannya. Yang mungkin berbeda adalah tentang batasan waktu dan adab-adabnya, namun semuanya sepakat tentang besarnya pahala yang disebutkan dalam hadits ini.

Yang paling kuat menurut dalil: Hadits ini shahih dan menunjukkan keutamaan yang sangat besar. Imam Abu Dawud meriwayatkannya dalam kitabnya, dan para ulama seperti Ibnu Hajar dan an-Nawawi menguatkan keutamaan ini. Maka hendaknya setiap Muslim bersemangat menjenguk orang sakit karena pahalanya yang sangat besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu sendiri adalah orang yang sangat memperhatikan keadaan orang sakit. Beliau pernah berkata bahwa menjenguk orang sakit adalah salah satu amal yang paling utama, dan beliau sering mengunjungi orang-orang sakit di Madinah.

Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi'in yang masyhur) pernah menceritakan bahwa ada seorang salaf yang selalu menjenguk orang sakit, dan ketika ditanya mengapa ia begitu rajin, ia menjawab: "Aku ingin mendapatkan doa dari tujuh puluh ribu malaikat dan kebun di surga." Ini menunjukkan bahwa para salafus shalih sangat bersemangat dalam amal-amal seperti ini.

Fudail bin 'Iyadh pernah berkata: "Barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka lihatlah bagaimana ia memperlakukan saudaranya yang sakit." Ini adalah nasihat yang sangat berharga dari seorang ulama besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Jenguklah orang sakit ketika ada kesempatan, baik di pagi hari maupun malam hari, karena keduanya memiliki keutamaan yang sama.
  2. Yakinlah dengan pahala yang dijanjikan — tujuh puluh ribu malaikat mendoakan dan kebun di surga — agar kita semakin semangat.
  3. Perhatikan adab menjenguk: tidak terlalu lama, membawa sesuatu yang bermanfaat, mendoakan kesembuhan, dan tidak membebani orang sakit.
  4. Jadikan menjenguk orang sakit sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, karena ini adalah amal sosial yang sangat dicintai Allah.
  5. Sampaikanlah hadits ini kepada keluarga dan teman agar mereka juga termotivasi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?