Bab tentang Penahanan Tanah Swadaya dan Tanah yang Dikuasai
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنَعَتِ الْعِرَاقُ قَفِيزَهَا وَدِرْهَمَهَا وَمَنَعَتِ الشَّامُ مُدْيَهَا وَدِينَارَهَا وَمَنَعَتْ مِصْرُ إِرْدَبَّهَا وَدِينَارَهَا ثُمَّ عُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ " . قَالَهَا زُهَيْرٌ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ شَهِدَ عَلَى ذَلِكَ لَحْمُ أَبِي هُرَيْرَةَ وَدَمُهُ .
Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Iraq akan mencegah takarannya (qafiz) dan dirham. Suriah akan mencegah takarannya (mudi) dan dinar. Mesir akan mencegah takarannya (irdabb) dan dinar. Kemudian kalian akan kembali ke posisi di mana kalian mulai." Zuhair mengatakannya tiga kali. Daging dan darah Abu Hurairah menjadi saksi atas hal itu.