Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits induk tentang akhlak Islam yang sangat agung. Intinya, Allah ﷻ mewajibkan kita untuk berbuat ihsan (baik) dalam segala hal, termasuk ketika membunuh atau menyembelih. Jika menyembelih, kita diperintahkan untuk mengasah pisau dengan tajam dan menyembelih dengan cepat agar hewan tidak tersiksa. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan hewan, bahkan saat hewan itu hendak diambil nyawanya untuk menjadi makanan halal bagi manusia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1955) dan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 2815) dari sahabat Syaddad bin Aws radhiyallahu 'anhu. Lafazh yang Anda sertakan adalah riwayat Abu Dawud.
Teks Arab Hadits (sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud):
> قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ"
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian mengasah pisaunya dan memberikan kenyamanan (mempercepat penyembelihan) kepada hewan sembelihannya."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan..." (QS. An-Nahl [16]: 90)
Ayat ini menunjukkan bahwa perintah ihsan adalah perintah Allah yang bersifat umum, dan hadits di atas menjelaskan salah satu bentuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah kaidah umum yang mencakup semua perbuatan. Beliau menukil bahwa para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil wajibnya berbuat baik dalam segala hal, termasuk dalam menyembelih hewan.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Makna "كتَب الإحسان" (Allah mewajibkan ihsan)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa kata "kataba" di sini bermakna wajaba (mewajibkan) dan qadha (menetapkan). Jadi, Allah telah menetapkan syariat-Nya agar setiap perbuatan dilakukan dengan ihsan, yaitu dengan cara yang terbaik dan paling sempurna. Ini adalah rahmat Allah kepada seluruh makhluk-Nya.
2. Cakupan ihsan yang umum
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini mencakup ihsan dalam semua perkara. Bahkan ketika seseorang hendak membunuh (dalam konteks qishash atau perang), ia tetap diperintahkan untuk berbuat baik, yaitu tidak boleh menyiksa, tidak boleh mencincang, dan tidak boleh berlebihan.
3. Adab menyembelih yang diajarkan Nabi ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa dari hadits ini para ulama mengambil beberapa adab penyembelihan:
- Mengasah pisau dengan tajam sebelum menyembelih, agar hewan cepat mati dan tidak merasakan sakit yang berkepanjangan.
- Tidak mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih, karena itu akan membuat hewan ketakutan.
- Mempercepat proses penyembelihan dengan sekali potong yang tegas, memotong saluran pernapasan dan saluran makanan.
- Tidak menyembelih hewan di depan hewan lain yang masih hidup, karena itu menyakiti perasaan hewan tersebut.
4. Hikmah di balik perintah ini
Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa syariat Islam sangat memperhatikan kesejahteraan hewan. Bahkan saat hewan akan disembelih, Islam tetap mengajarkan kasih sayang. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan sesama manusia, dan juga dengan makhluk lainnya.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan dari sahabat yang menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan adab ini. Dari Syaddad bin Aws radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ pada suatu hari, beliau bersabda: 'Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu...'"
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah melihat seseorang yang menyembelih kambing dengan pisau yang tumpul, lalu beliau menegurnya: "Apakah engkau ingin menyiksanya? Mengapa engkau tidak mengasah pisaumu sebelum menyembelihnya?" (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani).
Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan dan menegur ketika ada yang menyalahi adab ini. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam sangat peduli terhadap perlakuan yang baik kepada hewan.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Berbuat ihsan dalam segala hal — baik dalam ibadah, muamalah, maupun perlakuan kepada makhluk lain.
- Jika menyembelih hewan, pastikan pisau tajam, prosesnya cepat, dan tidak menyiksa hewan.
- Jika membunuh (dalam konteks yang dibenarkan syariat seperti qishash), jangan menyiksa atau mencincang.
- Menjauhi segala bentuk kekejaman terhadap hewan, seperti menyiksa, membiarkan lapar, atau mengadu hewan untuk hiburan.
- Menanamkan sifat kasih sayang dalam diri dan keluarga, karena kasih sayang adalah akhlak Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.